Biaya Pokok Listrik Di NTB Diatas Rata-Rata Nasional

Global FM
7 May 2015 11:39
2 minutes reading
PLTU Jeranjang Lombok

PLTU Jeranjang Lombok

Mataram (Global FM Lombok)-Biaya pokok listrik di provinsi NTB masih tinggi jika dibanding dengan rata-rata nasional. Tahun 2014 lalu, biaya pokok listrik di daerah ini sebesar Rp 3.400 per Kwh. Angka ini turun menjadi Rp 2.400 per Kwh setelah beroperasinya PLTU Jeranjang. Meski biayanya sudah turun, namun tetap saja tergolong masih tinggi karena secara nasional biaya pokok listrik sekitar Rp 1.200 per Kwh.

Hal itu disampaikan anggota komisi VII DPR RI Kurtubi usai berdialog dengan jajaran PLN Wilayah NTB Rabu (6/5). Dia mengatakan, mahalnya biaya pokok listrik di NTB lantaran pembangkit listrik didominasi yakni sekitar 80 pesen oleh pembangkit bertenaga diesel dengan konsumsi bahan bakar minyak.

“Telah dapat diturunkan biaya pokok listrik di NTB menjadi 2.400-an rupiah yang dari 3.400. Jadi telah turun seribu rupiah per Kwh. Namun tetap dikasi catatan karena ini tetap lebih tinggi dari rata-rata nasional. Jadi Pak GM bersama jajaran kelistrikan di NTB tetap memiliki tugas untuk menekan biaya pokok kelistrikan di NTB sebab masih diatas rata-rata nasional yang sebesar 1.200 rupihak per Kwh” kata Kurtubi.

Kurtubi mengatakan, pembangkit listrik tenaga diesel yang disewa oleh PLN NTB selama ini paling tidak bisa membantu kelancaran pasokan listrik dan mengurangi intensitas pemadaman bergilir. Namun kedepan, komisi VII DPR RI mendorong agar PLN NTB mempercepat realisasi pembangunan pembangkit listrik tenaga uap, tenaga air dan tenaga panas bumi untuk memenuhi kebutuhan listrik yang semakin tinggi di tahun-tahun mendatang.

Selain biaya pokok listrik masih tinggi, rasio elektrifikasi listrik atau warga yang sudah mendapat sambungan listrik di NTB juga masih rendah yaitu 70 persen. Karena rata-rata nasional, rasio elektrifikasi sudah mencapai 80 persen lebih.(ris)-

 

No Comments

Leave a Reply