Mataram (Global FM Lombok)- Pada tahun 2019 ini, kunjungan wisatawan ke pasar seni Sayang-Sayang, Kota Mataram sudah mulai terlihat. Meski demikian, pendapatan mereka belum bisa menyamai pendapatan saat dalam kondisi normal sebelum gempa bumi terjadi.
Hal itu dikatakan salah seorang pedagang di pasar seni Sayang-Sayang H. Hamdan kepada Global FM Lombok Kamis (11/4) di Mataram. Ia mengatakan, pada awal tahun 2018 lalu, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp 1 juta lebih per hari. Namun saat ini menurun hingga 80 persen atau sebesar Rp 100 – 200 per hari.
Meski terjadi penurunan, hal ini dinilai lebih baik jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, Pemkot Mataram kerap mengadakan kegiatan event kesenian di lokasi tersebut. Sehingga wisatawan semakin banyak yang datang berkunjung ke pasar seni.
Pada awal tahun 2019 ini, wisatawan yang datang berkunjung ke pasar seni banyak yang berasal dari luar negeri, salah satunya Australia. Sementara wisatawan domestik, belum ada yang berkunjung pascagempa bumi. Sepinya pengunjung ini juga dipengaruhi oleh kebijakan bagasi berbayar yang diterapkan oleh beberapa maskapai penerbangan. Karena wisatawan yang berlibur ke Lombok tidak berani membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak karena biayanya bagasinya yang cukup besar.
Sejauh ini, oleh-oleh yang paling banyak diminati oleh wisatawan mancanegara seperti topeng, alat surfing, kain dan beberapa lainnya. Sementara wisatawan domestik, paling banyak memburu oleh-oleh gelang dan aksesoris lainnya.(azm)-
No Comments