Membandel, Sat Pol PP Angkut Puluhan Alat Jualan PKL di Eks Pelabuhan Ampenan

Global FM
1 Mar 2018 17:28
2 minutes reading

PKL Pantai Ampenan ( Ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)- Sejumlah PKL di Eks Pelabuhan Ampenan masih saja membandel. Mereka membuat kawasan eks pelabuhan Ampenan terlihat semerawut lantaran tetap berjualan di luar lapak yang telah dibangun oleh pemerintah Kota Mataram. Karena itu, pada Rabu (28/2) pagi, Aparat Sat Pol PP bekerjasama dengan Koramil dan Polsek Ampenan mengambil tindakan tegas dengan mengangkut kursi dan meja PKL  yang ada di luar lapak.

Kepala Sat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati, Rabu (28/2) siang menyebutkan, lebih dari 30 peralatan milik PKL diangkut oleh petugas. Untungnya tidak ada perlawanan dari para pedagang. Hal itu karena para pedagang menyadari bahwa mereka memang salah. Alat-alat berjualan diangkut oleh petugas dan diamankan ke Kantor Camat Ampenan. Semua alat berjualan tersebut tidak akan dikembalikan kepada para pedagang karena mereka sudah sering diingatkan untuk tidak melanggar aturan, namun tidak diikuti.

“Ya bandel sekali PKL-PKL ini sudah difasilitasi sama pemerintah, tapi kok mereka semaunya. Tindakan yang diambil jajaran saya hari ini bekerjasama dengan Polsek dan Koramil dan PU yang dilibatkan untuk langsung karena sudah terlalu sering diberikan peringatan, jadi kita angkut semua meja yang sembarangan yang tidak pada tempatnya. Kita amankan semua di kantor camat. Ini teman-teman PU yang naikkan ke kendaraanya ya Alhamdulillah tidak ada perlawanan”, ujarnya.

Ia mengatakan, semua pedagang sebenarnya bisa berjualan di dalam lapak yang telah dibangun pemerintah jika memang mereka mau tertib. Namun yang terjadi justru banyak pedagang yang menaruh meja jualan hingga lima unit dan ukurannya besar. Itulah yang menyebabkan tempat itu semrawut dan mengambil tempat jualan pedagang lain.

Menurut Bayu, penataan eks pelabuhan Ampenan yang dilakukan oleh pemerintah untuk para pedagang sendiri. Kalau eks pelabuhan Ampenan terlihat rapi dan bersih, otomatis jumlah pengunjung akan semakin banyak. Dan itu akan berdampak positif bagi para pedagang di sana.

“Kenapa mereka tidak seperti daerah lain, kalau diatur pemerintah itu rapi mereka. Bahkan, swadaya. Nanti kalau mereka keluar lagi, kita tertibkan lagi”,terangnya. (dha)-

 

No Comments

Leave a Reply