Surplus, NTB Tak Mau Beras Impor 

Global FM
30 Mar 2023 08:53
2 minutes reading
Beras yang disimpan di gudang Bulog NTB/dok

Mataram (Global FM Lombok) – Pemerintah melakukan impor beras secara bertahap sampai 2 juta ton untuk menjaga ketersediaan stok dan kebutuhan di dalam negeri. Beras luar negeri ini ditolak masuk ke NTB. Pernyataan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si tegas, tidak berharap pemerintah pusat memasukkan beras impor ke NTB.

“Karena kita adalah daerah produsen beras. Bahkan daerah kita menjadi sumber pengiriman beras untuk daerah lain,” katanya di kantornya, Rabu, 29 Maret 2023.

Gani menyampaikan kembali produksi beras di NTB. Dalam lima tahun terakhir mengalami surplus.  Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), Tahun 2022 produksi padi di NTB dalam bentuk beras sebesar 900.000 ton. Sementara kebutuhan  di dalam daerah hanya 500.000 ton, sampai 600.000 ton.

“Artinya, kita masih surplus 300.000 ton, sampai 400.000 ton,” jelasnya. Saat ini tengah berlangsung musim panen raya. Puncaknya sekitar April 2023 ini. Dimasa panen raya ini, kepala dinas mengatakan, petani harus menikmati harga yang layak atas hasil produksinya. Di lapangan, harga gabah berkisar antara Rp5.200/Kg, sampai Rp5.700/Kg.

“Biarkan dululah petani menikmati hasil produknya dengan harga yang bagus. Kalau beras impor masuk, ini bisa menganggu lagi harga yang diterima petani,” imbuhnya. Pemerintah harus tetap komitmen menurutnya, menjaga kesejahteraan petani. Karena itu, kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas), Gani berharap bijak, mengecualikan Provinsi NTB untuk penyebabaran beras impor.

“Dan Bapanas sudah pasti punya data mana saja wilayah-wilayah di Indonesia yang memang dianggap memerlukan beras impor,” demikian Gani. Pemerintah bakal kembali impor beras sebanyak 2 juta ton pada tahun ini untuk memenuhi stok cadangan beras pemerintah atau CBP. Terdapat tiga alasan impor beras tersebut harus kembali dilakukan setelah Indonesia sempat swasembada beras selama tiga tahun berturut-turut.

Negara impor beras sebagaimana direncanakan yaitu India, Pakistan, Myanmar, Vietnam, dan Thailand.  Data Bapanas, penyerapan panen raya padi di Aceh dan sejumlah provinsi lainnya saat ini hanya kurang dari 50% dari kondisi normal. (ris)

No Comments

Leave a Reply