Beranda blog Halaman 190

APBD NTB 2026 Sinkronkan Prioritas Nasional, Arahkan Anggaran ke Infrastruktur dan Peningkatan SDM

Mataram (globalfmlombok.com)

Pemerintah Provinsi NTB menyelaraskan program prioritas daerah dengan prioritas pembangunan nasional dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Sinkronisasi tersebut diantaranya difokuskan pada pengembangan infrastruktur, peningkatan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, serta pengembangan industri kreatif dan agromaritim berbasis koperasi di sentra-sentra produksi.

Dalam dokumen perencanaan APBD 2026, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mendapat alokasi anggaran untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut. Salah satunya melalui Program Perizinan dan Pendaftaran Perusahaan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan anggaran sebesar Rp20 juta. Program ini diarahkan untuk mendorong kemudahan berusaha dan memperkuat iklim kewirausahaan di daerah.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menjadi salah satu OPD dengan peran strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp567 juta untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal.

Selain itu, Program Penempatan Tenaga Kerja juga dialokasikan anggaran sebesar Rp184,65 juta. Program ini bertujuan memperluas akses kesempatan kerja serta memperkuat sistem penempatan tenaga kerja yang lebih efektif dan terintegrasi.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga mendapatkan alokasi anggaran terbesar melalui Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi dengan nilai mencapai Rp21,93 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi.

Adapun untuk memperkuat perencanaan ketenagakerjaan yang lebih terarah, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp43,6 juta melalui Program Perencanaan Tenaga Kerja. Program ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan ketenagakerjaan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Pemerintah daerah menilai sinkronisasi program prioritas nasional dan daerah dalam APBD 2026 menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sisa Kuota Tak Lagi Terbuang, SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota

Mataram (globalfmlombok.com)-

Telkomsel menghadirkan fitur Akumulasi Kuota pada layanan prabayar SIMPATI yang memungkinkan pelanggan membawa sisa kuota utama ke periode berikutnya. Fitur ini mulai berlaku sejak 26 Mei 2025 sebagai bagian dari pengembangan produk SIMPATI #TerbaikUntukmu.

Melalui fitur tersebut, pelanggan tetap dapat menggunakan sisa kuota internet selama melakukan perpanjangan paket sebelum masa aktif berakhir. Dengan demikian, pemanfaatan kuota menjadi lebih fleksibel dan efisien sesuai kebutuhan pelanggan.

Vice President SIMPATI Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto, mengatakan kehadiran fitur Akumulasi Kuota merupakan respons atas kebutuhan pelanggan yang menginginkan manfaat paket internet yang lebih optimal.

“Kami mendengar apa yang pelanggan harapkan. Fitur Akumulasi Kuota ini kami hadirkan agar pelanggan benar-benar dapat merasakan nilai lebih dari paket yang mereka pilih,” ujar Adhi dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, saat ini seluruh paket bulanan SIMPATI #TerbaikUntukmu dengan pilihan kuota 3 GB, 8 GB, dan 13 GB serta masa aktif 30 hari telah mendukung fitur Akumulasi Kuota. Paket tersebut juga dilengkapi dengan kebebasan memilih manfaat digital, seperti hiburan, musik, gim, edukasi, belanja, hingga layanan proteksi.

Paket SIMPATI #TerbaikUntukmu dapat diperoleh melalui aplikasi MyTelkomsel, layanan UMB *363#, serta outlet mitra Telkomsel. Sementara itu, Telkomsel juga tetap menyediakan pilihan paket non-akumulasi kuota, seperti Super Seru, Internet Sakti, dan Combo Sakti, bagi pelanggan yang menginginkan opsi dengan harga lebih terjangkau.

Selain paket bulanan, Telkomsel turut menghadirkan Paket Serbu sebagai pilihan paket internet harian. Paket ini ditujukan bagi pelanggan yang membutuhkan akses internet tanpa harus berlangganan paket bulanan, dengan harga yang dinilai lebih ramah di kantong.

Adhi menambahkan, mekanisme Akumulasi Kuota dirancang sederhana dan transparan. Sisa kuota akan terakumulasi secara otomatis saat pelanggan memperpanjang paket sebelum masa aktif berakhir. Telkomsel juga tidak menerapkan batas maksimal akumulasi maupun masa simpan kuota, serta tidak membedakan penggunaan antara kuota lama dan kuota baru.

“Lewat fitur ini, SIMPATI ingin memberikan pengalaman internet yang lebih nyaman dan bernilai. Kami akan terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan digital masyarakat Indonesia,” kata Adhi.(r)

Kasus Kekerasan di NTB, Pemprov Ibaratkan Seperti Fenomena Gunung Es

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengibaratkan kasus kekerasan seksual di NTB layaknya fenomena gunung es. Yaitu kasus yang muncul ke permukaan hanyalah sebagian kecil dari kejadian yang sebenarnya.

Kepala Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) NTB, Ahmad Masyhuri, Senin, 2 Februari 2026, menyebut, meski ada beberapa yang berani melapor. Jauh lebih banyak yang enggan bersuara terhadap kasus yang menimpa mereka.

“Betul sekali. Jadi fenomena pelecehan seksual, kekerasan seksual. Itu adalah fenomena gunung es. Sedikit muncul. Sebenarnya kasus ini banyak,” ujar mantan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi NTB ini.

Dengan munculnya kasus baru di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Lombok Timur (Lotim), Masyhuri menegaskan perlunya penguatan kontrol, baik dari keluarga maupun pengelola pondok. Ia menekankan, ponpes pada dasarnya bukanlah lingkungan yang buruk. Namun, yang menjadi masalah yaitu lemahnya komunikasi antara anak dan keluarga dinilai menjadi salah satu celah terjadinya kasus-kasus tersebut.

“Tapi saya ingin mengatakan bahwa ini kan banyak terjadi di lingkungan pondok. Di mana di lingkungan pondok itu bukanlah tempat yang buruk, bukan. Tempat yang baik tempat orang sekolah,” katanya.

Menurutnya, banyak keluarga yang sepenuhnya menyerahkan pendidikan dan pengawasan anak kepada pondok, sehingga komunikasi menjadi sangat minim. Padahal, keterbukaan komunikasi dinilai krusial agar anak berani menyampaikan jika mengalami atau mengetahui adanya tindakan tidak pantas.

“Kita berharap ke depan itu anak-anak bisa berkomunikasi dengan orang tuanya sehingga kalau ada pelecehan seksual, ada apa yang dapat oleh siapapun walaupun di lingkungan pondok bisa cepat tersampaikan sebelum ada akibat terlalu jauh,” jelasnya.

Dia melanjutkan, pelaku kekerasan seksual bersifat relatif dan siapa pun berpotensi menjadi pelaku jika terdapat gangguan kejiwaan, kesempatan, serta dorongan tertentu. Karena itu, langkah pencegahan dilakukan dengan mempersempit ruang gerak pelaku melalui peningkatan pengawasan, baik di lingkungan pondok maupun melalui peran keluarga.

“Salah satu tadi yang saya sampaikan di pondok ini komunikasi dengan keluarga, walaupun di pondok juga,” lanjutnya.

Selain komunikasi, ia juga meminta adanya perbaikan sistem pengawasan di ponpes, termasuk memastikan aktivitas santri berlangsung terbuka dan tidak ada kegiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Tapi paling tidak ada kontrol untuk para santri, ada pengawas, kemudian aktivitas santri itu walaupun di pondok ada terbuka. Jadi maksudnya jangan sampai ada santri, ada aktivitas sembunyi,” pintanya.

Berdasarkan laporan nasional Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang melibatkan media digital menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) meningkat hampir dua kali lipat, dengan laporan mencatat 2.866 kasus. Korban terbanyak adalah anak dan remaja mencapai 46,38 persen, dengan internet dan media sosial menjadi sarana utama kekerasan seksual serta eksploitasi.

Sementara di NTB, sepanjang tahun 2024, tercatat 287 kasus kekerasan seksual terhadap anak usia 0–17 tahun. Berdasarkan data Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) NTB melalui Aplikasi Simponi-PPA menunjukkan Lombok Timur menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 81 kasus. Disusul Kabupaten Bima 56 kasus, Kota Mataram 38 kasus, Lombok Utara 37 kasus, dan Lombok Barat 22 kasus.

Selanjutnya, Sumbawa Barat mencatat 15 kasus, sementara Sumbawa, Kabupaten Dompu, dan Kota Bima masing-masing 11 kasus. Lombok Tengah berada di posisi terakhir dengan 5 kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2024, pengaduan kasus kekerasan dari NTB yang masuk ke Komnas Perempuan mencapai 28 kasus. Terdiri dari 13 kasus di ranah personal, 14 kasus di ranah publik, dan 1 kasus di ranah negara.

Sebelumnya Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mengutuk keras dugaan tindak kekerasan seksual terhadap dua santriwati yang diduga dilakukan oleh pengurus ponpes di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur. Ia menegaskan, segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak merupakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi.

“NTB harus menjadi zona aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang. Siapa pun pelakunya, kriminal adalah kriminal dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan bahwa meskipun peristiwa terjadi di lingkungan pesantren, tidak boleh ada stigma negatif terhadap pesantren secara keseluruhan. Menurutnya, kasus tersebut merupakan tindakan oknum dan harus diproses sebagai pertanggungjawaban individu pelaku, tanpa menggeneralisasi lembaga pendidikan keagamaan.

Melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB, Dr. Ahsanul Khalik, Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTB serta LPA Kota Mataram yang telah mengungkap dan menangani perkara tersebut.

Pemprov NTB berharap penegak hukum menerapkan pasal-pasal yang memberatkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mengusut tuntas kasus ini, termasuk membuka kemungkinan adanya korban lain selain dua korban yang telah teridentifikasi.

Aka menegaskan, Gubernur NTB memastikan kehadiran negara sebagai pelindung korban, dengan menjamin proses hukum berjalan adil, transparan, dan berpihak pada pemulihan korban. Gubernur NTB, lanjut Aka, memerintahkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) NTB bersama Rumah Sakit Mutiara Sukma untuk segera memberikan pendampingan menyeluruh kepada para korban, meliputi pendampingan psikologis, medis, dan sosial. Pendampingan dilakukan dengan berkoordinasi bersama LPA Kota Mataram serta Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTB.

“Korban harus ditangani sebaik mungkin. Negara hadir untuk memulihkan trauma dan depresi yang dialami korban agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara bermartabat,” ujarnya. (era)

Waspada Virus Nipah, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Penyakit Virus Nipah di Indonesia, termasuk di NTB. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat virus Nipah merupakan penyakit zoonosis dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MARS., Senin (2/2/2026), mengatakan Pemprov NTB menetapkan prinsip tenang namun waspada dalam menyikapi potensi ancaman virus tersebut.

“Walaupun sampai saat ini belum ada kasus di Indonesia, masyarakat tidak perlu panik. Namun pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan surveilans, deteksi dini, serta respons cepat apabila ditemukan kasus suspek,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Provinsi NTB itu menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, baik hewan liar maupun domestik, termasuk paparan ekskresi dan sekresi hewan.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan manusia yang terinfeksi, seperti melalui droplet, urin, dan darah, serta kontak tidak langsung dengan benda atau makanan yang terkontaminasi virus.

“Masa inkubasi umumnya berlangsung 4 hingga 14 hari. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri tenggorokan,” jelasnya.

Dalam kondisi tertentu, lanjut Hamzi, gejala dapat berkembang menjadi pusing, mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran, hingga gangguan neurologis yang mengarah pada ensefalitis akut.

Ia mengakui, terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan virus Nipah. Di antaranya pelaku perjalanan dari negara terjangkit, masyarakat yang tinggal atau bekerja sebagai peternak maupun pemotong babi di wilayah yang berdekatan dengan populasi kelelawar buah sebagai reservoir alami virus, serta individu yang mengonsumsi makanan atau minuman seperti nira dan buah yang terkontaminasi cairan tubuh hewan terinfeksi.

“Tenaga kesehatan dan anggota keluarga yang merawat pasien atau mengelola spesimen pasien terinfeksi juga termasuk kelompok berisiko,” katanya.

Hamzi menambahkan, hingga kini belum tersedia pengobatan spesifik untuk penyakit virus Nipah. Penanganan yang diberikan masih bersifat suportif, dengan fokus pada perawatan gejala dan pencegahan komplikasi.

Meski belum ada kasus, Pemprov NTB tetap mengantisipasi potensi masuknya virus tersebut, terutama melalui mobilitas pelaku perjalanan dari negara terjangkit serta kelompok masyarakat dengan paparan risiko tertentu.

Masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari konsumsi makanan yang berpotensi terkontaminasi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah melakukan perjalanan atau kontak berisiko. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Antisipasi Virus Nipah, Pemprov NTB Terapkan Prinsip Tenang, Namun Waspada “

Ancaman Virus Nipah, BIZAM Perketat Skrining Penumpang Kedatangan

Praya (globalfmlombok.com) – Pengawasan terhadap penumpang pesawat udara yang tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah, mulai diperketat. Langkah tersebut dilakukan PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok sebagai upaya antisipasi masuknya virus Nipah ke Nusa Tenggara Barat (NTB), menyusul laporan merebaknya virus tersebut di sejumlah negara.

Sebagai bentuk kewaspadaan, pengelola bandara telah memasang dua unit thermal scanner di terminal kedatangan domestik dan internasional. Alat tersebut digunakan untuk memantau suhu tubuh setiap penumpang yang baru mendarat di BIZAM.

Selain itu, khusus bagi penumpang internasional, pihak bandara kini mewajibkan pengisian aplikasi All Indonesia–SATUSEHAT Health Pass setibanya di BIZAM. Pengisian aplikasi tersebut bertujuan untuk mengetahui riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan penumpang.

“Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan Badan Kekarantinaan Kesehatan di BIZAM serta instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah,” ujar Humas PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Angga Maruli Anugrah P., kepada Suara NTB, Senin (2/2/2026).

Angga menjelaskan, sejak pandemi Covid-19, pengawasan terhadap penumpang pesawat udara di BIZAM sejatinya sudah diterapkan secara ketat. Namun, dengan adanya laporan penyebaran virus Nipah di beberapa negara, pengawasan tersebut kembali diperkuat sebagai langkah antisipasi dan kewaspadaan dini.

“Ini merupakan upaya pencegahan agar virus Nipah tidak masuk ke NTB,” katanya.

Ia menegaskan, BIZAM merupakan pintu gerbang utama keluar-masuknya orang ke NTB melalui jalur udara. Terlebih lagi, bandara tersebut juga melayani penerbangan internasional yang berpotensi menjadi jalur masuk penyakit dari luar negeri.

“Bersama Badan Kekarantinaan Kesehatan, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang datang dari luar negeri,” ujarnya.

Saat ditanya terkait kemungkinan sudah adanya temuan kasus virus Nipah di BIZAM, Angga menegaskan kewenangan penyampaian informasi tersebut berada pada Badan Kekarantinaan Kesehatan. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus virus Nipah di bandara tersebut.

“Sampai saat ini masih nihil, dan semoga seterusnya tetap nihil,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Antisipasi Virus Nipah, Pengawasan Penumpang Datang di BIZAM Diperketat “

Masyarakat Diingatkan Waspada Modus Penipuan Online

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram mengingatkan masyarakat waspada modus penipuan online. Kejahatan siber disinyalir memiliki banyak cara mengelabui calon korbannya. Masyarakat jangan mudah kena bujuk rayu, apalagi mengirim sejumlah uang.

Asisten Tata Praja dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang ditemui pada, Senin (2/2/2026) menerangkan, perkembangan teknologi informasi memiliki dua sisi terkadang bisa menjadi pisau positif dan negatif. Masyarakat harus arif dan bijaksana dalam memaknai, sehingga tidak terjebak dalam penggunaan perangkat informasi secara negatif. “Bijaksana dalam menggunakannya, teliti, kroscek, dan tidak langsung forward dan lain sebagainya tanpa mengecek secara mendalam,” terangnya.

Modus pelaku menawarkan sesuatu yang menarik dan menggiurkan calon korban. Martawang mengatakan, kecendrungan sesuatu yang instans atau praktis memiliki unsur negatif bahkan modus kejahatan. Oleh karena itu, jari tangan tidak perlu terlalu cepat merespons.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menceritakan pengalamannya terkait kasus penipuan secara online atau kejahatan siber. Nomor kontaknya disalin (kloning,red), foto profil mirip wajahnya, dan suaranya ditiru. “Teman saya ini dikontak kalau saya mendapatkan mobil lelangan dari kejaksaan. Tanpa ragu teman saya mentransfer puluhan juta ke rekening orang yang tidak pernah dikenal,” jelasnya.

Martawang tidak ingin kasus ini terulang kembali bahkan dialami oleh orang lain. Masyarakat diminta teliti, mengecek informasi yang masuk ke gawai, jangan reaktif dan tidak percaya kepada siapapun apabila meminta sejumlah uang.

Otoritas Jasa Keuangan menemukan total kerugian Rp46 miliar kejahatan keuangan digital. 912 pengaduaan berasal dari Kota Mataram dengan kerugian mencapai Rp10,3 miliar. Masyarakat diminta berhati-hati bertransaksi di media sosial, jangan terburu menekan informasi sehingga berpotensi terjadi scam. “Saya juga beberapa kali di telepon kemudian diarahkan mengklik ini itu. Kemudian mengarahkan untuk transfer uang. Maka harus berhati-hati karena sesuatu tidak wajar,” ujarnya.

Apabila masyarakat mengalami kasus tersebut, ia menyarankan untuk melaporkan kepada pihak terkait, terutama ke OJK maupun aparat kepolisian. (cem)

Masuk 10 Kota Se-Indonesia, Program Kota Pintar Dievaluasi Komdigi

Mataram (globalfmlombok.com) – Kota Mataram terus menorehkan prestasi di tingkat nasional. Awal tahun 2026, ibukota Provinsi NTB masuk 10 kota se-Indonesia sebagai kota pintar yang dievaluasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Abdul Manan membenarkan, Mataram masuk 10 kota se-Indonesia yang dievaluasi program sebagai smart city atau kota pintar dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Sembilan kota lainnya diantaranya, Kota Batam, Bandung, Jambi, Balikpapan, Makassar, Banjarmasin dan Denpasar. “Bayangkan dari 251 kota se-Indonesia. Kota Mataram masuk 10 besar yang dipilih untuk evaluasi program smart city,” terangnya ditemui pada, Senin (2/2/2026).

Komponen program kota pintar yang disusun berdasarkan alur evaluasi. Diantaranya, baseline atau dasar dasar merupakan kondisi awal atau titik awal sebelum program smart city diimplementasikan. Baseline ini berkaitan dengan kesiapan daerah dari aspek regulasi, infrastruktur dasar serta data kependudukan awal.

Aspek output merupakan produk konkret atau layanan langsung yang dihasilkan dari inisiatif sebagai kota cerdas. “Kota Mataram sudah banyak mengeluarkan masterplan smart city dan pengaduan secara online,” terangnya.

Berkaitan dengan outcome berupa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat atau pemerintah akibat dari output yang dihasilkan. Kota Mataram lanjut Manan, telah membangun sistem informasi pelayanan di rumah sakit berupa e-reservasi. RSUD H. Moh. Ruslan mengembangkan tidak hanya untuk pesan kamar, tetapi melihat ketersediaan kamar. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan 119.

Proses evaluasi program smart city lanjut Manan, langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Tim asesor berasal akademis Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Kementerian Keuangan. “Jadi banyak ahli yang akan mengevaluasi program ini,” jelasnya.

Sebagai kota pintar kata Manan, memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Program ini telah berjalan lima tahun dan dirasakan oleh masyarakat seperti pelayanan perizinan terpadu,pelayanan kesehatan, dan lain sebagainya.

Kendati demikian, program ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, karena tidak seluruhnya warga Kota Mataram melek teknologi. “Tugas kita adalah terus mensosialisasikan program ini supaya masyarakat sadar dengan perkembangan teknologi informasi,” demikian kata dia. (cem)

Oknum Pengurus Pondok Pesantren di Lotim Membantah Tuduhan Pencabulan

Selong (globalfmlombok.com) – Laporan dua orang alumni santriwati terkait dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan seorang oknum pengurus pondok pesantren (ponpes) di Lombok Timur (Lotim) menyita perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, oknum pengurus ponpes sekaligus guru berinisial TGH MJ membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah.

TGH MJ mengaku tidak mengetahui adanya laporan yang diajukan dua alumni santriwati tersebut ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram dan Polda NTB. Ia menyebut baru mengetahui persoalan tersebut setelah pemberitaan terkait laporan itu ramai beredar di media sosial.

“Sampai saat ini saya tidak tahu siapa santriwati itu. Santriwati yang dibina di sini sangat banyak dan tidak pernah ada praktik seperti yang dituduhkan,” ujar MJ saat ditemui di kediamannya, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan peristiwa tersebut dilaporkan terjadi dalam dua waktu berbeda, yakni pada tahun 2016 dan 2022. Menanggapi hal itu, MJ menyampaikan bahwa pada periode tersebut dirinya belum sepenuhnya fokus mengelola yayasan pondok pesantren, karena pengelolaan masih berada di bawah tanggung jawab almarhum ayahnya selaku pendiri ponpes.

Ia juga menjelaskan, selain aktivitas di lingkungan pesantren, dirinya kerap melakukan perjalanan ke luar daerah, khususnya Jakarta dan Mekkah, untuk menjalankan kerja sama dengan sebuah biro perjalanan umrah. Dalam kapasitas tersebut, MJ mengaku sering membimbing jamaah dalam kegiatan keagamaan.

Sebagai pembimbing spiritual, ia menyatakan kerap diminta mengajarkan amalan atau doa tertentu, termasuk oleh jamaah atau santriwati yang memiliki hajat tertentu, seperti memohon kesembuhan dari penyakit.

“Dalam praktik itu tidak ada kontak fisik sama sekali. Saya hanya mengajarkan amalan atau doa, dan dibacakan sendiri oleh yang bersangkutan,” katanya.

MJ menegaskan, selama menjalankan aktivitas keagamaan maupun pembinaan spiritual, dirinya tidak pernah melakukan sentuhan fisik kepada santriwati ataupun jamaah. Karena itu, ia menilai tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak berdasar.

“Saya tidak pernah melakukan kontak fisik. Yang saya lakukan hanya mengajarkan doa. Jadi apa yang dituduhkan itu adalah fitnah atau hoaks,” tegasnya.

Ia pun berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan ini secara bijak dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan, sembari menunggu proses hukum yang tengah berjalan untuk memberikan kejelasan dan kepastian. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Oknum Pengurus Ponpes di Lotim Bantah Lakukan Dugaan Pencabulan “

MGPA Buka Peluang Hadirkan Balapan Kelas Dunia Selain F1

Praya (globalfmlombok.com) – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit tengah menjajaki peluang untuk menggelar balapan roda empat internasional Le Mans Asia. Sejumlah persiapan awal mulai dilakukan sebagai langkah mewujudkan ajang balap endurance (ketahanan) berstatus grade dua tersebut.

Pelaksana tugas (Pgs) Vice President Business Development MGPA Rully Habibie, akhir pekan kemarin, mengatakan MGPA memiliki ambisi menghadirkan ajang balap internasional roda empat dengan level yang lebih tinggi di Sirkuit Mandalika.

“Obsesi kami ke depan adalah menghadirkan balapan roda empat dengan level lebih tinggi lagi. Salah satunya Le Mans Asia,” ujar Rully saat ditemui di Sirkuit Mandalika.

Menurutnya, sejauh ini balapan roda empat dengan level tertinggi yang pernah digelar di Sirkuit Mandalika adalah GT World Challenge Asia, yang masuk kategori balapan grade 3. Sementara untuk balapan roda dua, Mandalika telah menjadi tuan rumah MotoGP, ajang balap roda dua tertinggi di dunia.

Balapan Le Mans Asia sendiri merupakan ajang internasional grade dua, yang kerap disebut berada satu tingkat di bawah Formula 1 (F1). Karena itu, Rully menegaskan, pembenahan infrastruktur sirkuit menjadi syarat mutlak agar Mandalika dapat memenuhi standar homologasi FIA grade 2.

“Saat ini Sirkuit Mandalika baru mengantongi homologasi FIA grade 3 sehingga bisa menyelenggarakan GT World Challenge Asia. Untuk Le Mans Asia, homologasinya harus grade 2,” jelasnya.

Ajang Le Mans Asia diikuti sekitar 40 mobil balap dengan spesifikasi hyper car, yang berada di atas kategori super car. Balapan ini menguji ketahanan kendaraan dan pembalap, dengan durasi lomba hingga 24 jam nonstop.

Sebagai langkah awal, MGPA mulai mengumpulkan berbagai regulasi dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi, baik dari sisi teknis lintasan maupun tata letak sirkuit. Rully mengakui, proses persiapan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Tahun ini fokus kami masih pada persiapan. Targetnya, tahun depan ajang balap ini bisa terwujud,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran balapan Le Mans Asia di Mandalika diharapkan dapat menjadi batu pijakan menuju penyelenggaraan ajang balap roda empat tertinggi dunia, Formula 1. Meski diakui tidak mudah dan membutuhkan proses panjang, MGPA berkomitmen terus melangkah secara bertahap.

Balapan Endurance Perdana Sukses

Sebelumnya, Sirkuit Mandalika sukses menggelar ajang Pertamina 6 Hours Endurance pada Sabtu (31/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026). Balapan endurance perdana tersebut diikuti 29 pembalap dari sembilan tim, termasuk sejumlah pembalap internasional.

Dalam balapan berdurasi enam jam itu, Razaiq Motorsport keluar sebagai juara dengan mengandalkan mobil Honda Brio. Tim tersebut mencatatkan waktu tercepat satu putaran 2 menit 3,618 detik dengan total 167 putaran. Posisi kedua dan ketiga masing-masing ditempati Cargloss Racing Team dengan 165 putaran dan Banteng Motorsport dengan 164 putaran.

“Ke depan, Pertamina 6 Hours Endurance ini akan menjadi agenda rutin tahunan di Sirkuit Mandalika,” tegas Rully. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” MGPA Jajaki Peluang Gelar Balapan Selevel di Bawah F1“

ChatGPT can make mistakes. Check important info. See C

Berawal dari Cekcok, Orang Tua di Lombok Barat Diduga Tega Lukai Anak Kandungnya

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Peristiwa berdarah terjadi di Dusun Carikauh, Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. Seorang bapak inisial DMBI (64), diduga tega melukai dengan cara menebas anak kandungnya sendiri berinisial DKP (45) di rumah yang mereka tempati bersama. Korban dilarikan ke Rumah Sakit akibat mengalami luka parah pada bagian punggung dan tangan.

Kepala Desa Dasan Tapen H. Nasrullah Hasbi yang dikonfirmasi media membenarkan bahwa kejadian tersebut di wilayahnya. “Iya, memang betul itu ada kejadiannya di wilayah kami sekitar pukul 7 pagi. Ini perseteruan ayah dengan anak,” terangnya, dikonfirmasi melalui telepon Senin (2/2/2026).

Dari informasi yang diperoleh di lokasi kejadian perkara, bahwa kejadian ini awalnya hanya bertengkar-bertengkar biasa antara orang tua dan anak. Namun ia tidak tahu masalahnya lebih dalam, apa yang menyebabkan pelaku menebas anaknya sendiri. Yang jelas dari informasi, peristiwa ini berawal dari cekcok atau berdebat antara pelaku dan korban. Meraka pun sudah diingatkan oleh menantunya untuk sama-sama diam, tapi lama-lama mereka tidak juga berhenti adu mulut.

Tiba-tiba, kemungkinan orang tua itu sudah cukup tersulut emosi oleh anaknya ini, sehingga langsung mengambil parang di dalam rumahnya. Awalnya, pelaku bukan bermaksud mau menebas anaknya, tetapi pelaku menebas pagar tanaman di pinggir rumahnya. “Sempat dia nebas-nebas (tanaman) kata menantunya itu. Tapi kok lagi mereka saling sahut, makanya dia (pelaku) emosi langsung dia tebas itu punggung anaknya,” terang dia.

Korban pun saat itu tidak melawan. Malah anaknya meminta maaf dan sampai memeluk peluk orang tuanya. Namun pelaku seperti sudah kalap sehingga menebas anaknya tersebut. Akibat tebasan itu, korban mengalami luka parah pada bagian punggung dan tangan.

Korban pun langsung diantar oleh masyarakat sekitar ke rumah sakit. Pihaknya sendiri sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya antara orang tua dengan anak tidak sampai terjadi kejadian seperti ini.

Dari informasi yang diperoleh, pihak pelaku sudah diamankan ke Polres Lobar. Aparat dari Polres Lobar pun telah melakukan olah TKP. Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari istri korban.

Sementara itu, Wakapolres Lobar, Kompol Kadek Metria membenarkan pihaknya menangani dugaan penebasan warga tersebut. “Ya benar (kejadian),” kata dia. Pihaknya baru melakukan gelar kejadian ini. Untuk keterangan lebih lengkap soal kasus ini, akan dirilis oleh Humas. (her)