Giri Menang (globalfmlombok.com) – Uang tabungan murid kelas III salah satu SD negeri di Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) senilai ratusan juta rupiah diduga dibawa kabur atau ditilep oknum guru. Semestinya, uang tabungan itu dibagikan pada saat kenaikan kelas, tetapi tidak diberikan.
Orang tua murid yang keberatan pun menuntut uang tabungan tersebut segera diberikan oleh oknum guru tersebut. Sesuai kesepakatan, uang tabungan itu harus dikembalikan pada Jumat (26/6). Beberapa kali para orang tua murid mendatangi sekolah tersebut mempertanyakan, tetapi dijawab diminta menunggu sepekan ke depan.
Beberapa orang tua murid, Rodi dan Ruminah menyampaikan bahwa uang tabungan anaknya belum diterima dari pihak sekokah. Nilai uang tabungan anak-anak mereka, ada yang Rp2,5 juta dan 4 juta. “Uang tabungan anak saya 2,5 juta,” kata Rodi, Selasa (23/6/2026).
Rodi merasa kecewa karena tabungan anaknya belum juga diterima. Padahal, menurutnya tabungan siswa dari kelas lain sudah dibagikan pada Jumat (19/6/2026). “Kelas lain sudah dapat semua, cuman kelas 3 yang belum,” ujarnya saat ditemui di sekolah tersebut.
Uang itu rencananya digunakan untuk membeli beras dan memenuhi kebutuhan keluarga. Ia menuturkan, tabungan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit selama setahun dari hasilnya kerja serabutan sebagai tukang pikul gabah.
“Dari pikul gabah itu yang saya sisihkan, Rp 10 ribu sampai 20 ribu. Mau pake beli beras. Saya sudah ngutang beras, saya komunikasi dengan penjual berasnya kalau nanti tabungan anak keluar baru dibayar. Tapi ujung-ujungnya saya dikira bohong ini karena belum bayar,” tutur pria tersebut.
Rodi mengatakan sempat berkomunikasi langsung dengan guru yang bersangkutan. Dalam percakapan itu, LA disebut mengaku menggunakan uang tabungan para siswa untuk keperluan pribadi. “Tapi kenapa harus tabungan siswa yang dipakai?” tanyanya.
Rodi mengatakan, para orang tua telah memberikan waktu hingga Jumat (26/6/2026) agar uang tabungan tersebut dikembalikan. Jika tidak ada itikad baik, mereka berencana melapor ke polisi. “Perjanjiannya ini sampai hari Jumat besok. Kalau tidak dikembalikan, Iya bisa saja kami laporkan ke polisi,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan orang tua murid lainnya, Ruminah. Buruh tani itu mengungkapkan tabungan anaknya yang belum dibagikan mencapai sekitar Rp4 juta. Ia mengatakan, uang tersebut saat ini sangat dibutuhkan untuk membeli seragam sekolah baru dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Uang tabungan itu rencananya dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari, membeli sembako, dan kebutuhan lainnya. Sementara itu, media sudah berupaya menghubungi Kepala SD negeri di Kecamatan Gerung itu. Namun sampai berita ini diterbitkan, ia tidak menjawab.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Dikbud Lobar, Lalu Najamudin mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan meminta Kepala Bidang SD Dinas Dikbud Lobar untuk turun pembinaan ke sekolah tersebut. Pihaknya menelusuri terkait informasi tersebut sebagai dasar untuk mengambil tindakan selanjutnya. “Kami tabayyun (telusuri) dulu, saya meminta Kabid SD untuk turun pembinaan,”imbuhnya. (her)


