BerandaPemerintahanLombok TimurWakil Bupati Lotim Ingatkan Potensi Inflasi Akibat Lonjakan Permintaan MBG

Wakil Bupati Lotim Ingatkan Potensi Inflasi Akibat Lonjakan Permintaan MBG

Selong (globalfmlombok.com) – Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moh Edwin Hadiwijaya, menyoroti potensi lonjakan harga pangan seiring makin banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas ketersediaan stok komoditas agar tidak terjadi inflasi akibat permintaan serentak dalam jumlah besar oleh seluruh dapur MBG.

“Kalau stok cukup, tapi kita perlu jaga jaga supaya tidak inflasi, volumenya harus terkontrol,” ujar Edwin, menjawab Suara NTB di kantor Bupati Lotim.

Menurutnya, sejak MBG berjalan, kebutuhan bahan pangan seperti telur dan daging melonjak drastis. Dengan total 243 dapur yang tersebar di Lotim, kebutuhan telur saja bisa mencapai ribuan butir per hari jika semua dapur beroperasi bersamaan dan memesan menu makanan berbahan telur semua.

Untuk mengatasi hal itu, Edwin mengusulkan pengaturan jadwal menu secara bergilir dari Senin hingga Jumat. Dengan cara ini, volume kebutuhan harian dapat diredam tanpa mengorbankan asupan gizi siswa.

“Bisa tidak dapur diatur pilihan daftar menunya, tidak melakukan permintaan satu komoditi dalam waktu beramaan. Hal ini peu diatur agar tidak terjadi lonjakan harga,” saran Wabub.

Salah satu bahan makanan yang paling banyak diminta oleh dapur salah satunya adalah telur. Sejak kehadiran MBG, harga telur diketahui meningkat. Kerap kali ketika terjadi permintaan serentak, barang menjadi kurang dan ini bisa memicu lonjakan harga cukup tinggi.

Begitu pun untuk kebutuhan daging ayam. Saat permintaan banyak, dipastikan harga meroket. Hal ini dihadapkan tidak terjadi ketika dilakukan pengaturan bahan baku dengan sistem zonasi.

Selanjutnya Wabup menyampaikan akan berkantor di Kantor Camat seluruh Lotim. Ia menuturkan sudah minta izin langsung ke Bupati Lotim H. Haerul Warisin terkait rencananya akan berkantor secara bergiliran di semua kecamatan. Hal ini juga untuk melaksanakan janji kampanye yang telah diucapkan.

Rencananya akan dikumpulkan SPPG untuk membicarakan pengaturan menu MBG tersebut tanpa mengurangi kadar gizi harian yang harus dipenuhi oleh semua dapur.

Ditambahkan, akan dibicadakan juga soal solusi untuk dapur yang terpaksa ditutup sementara. Wabup menginginkan, jangan sampai dapur MBG tutup, tapi siswa di sekolah menjadi turut terkena dampak tidak diberikan makanan. Disarankan, ketika dapur satu tutup maka dapur yang berdekatan dengan dapur yang tutup tersebut bisa mengambil sementara pendistribusian makanan gratisnya ke sasaran dapur yang tutup tersebut.

“Semisal dapur di Jurit ditutup, langsung bisa ganti sementara. Ketika ditutup, jangan sampai siswa tidak menerima MBG,” tegasnya. Namun ia mengakui hingga saat ini belum ada solusi permanen jika dapur ditutup. (rus)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI