Selong (globalfmlombok.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur (Lotim) menggelar lomba desain (beauty contest) untuk Gedung Wanita di Selong. Kegiatan ini menjadi yang kedua kalinya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah sebelumnya pembangunan Islamic Center pada era Gubernur TGB, Zainul Majdi.
Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, H. Achmad Dewanto Hadi, yang akrab disapa Dedi, menjelaskan, proses lomba desain gedung pemerintah ini sudah memasuki tahap akhir pendaftaran. “Yang ini yang kedua setelah Islamic Center,” terang Dedi kepada Suara NTB, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, batas akhir pemasukan desain oleh peserta adalah tanggal 9 Mei 2026. Selanjutnya, proses penjurian akan berlangsung pada 9 hingga 23 Mei 2026, dan pemenang akan diumumkan pada 10 Juni 2026.
“Desain siapa yang akan kita gunakan untuk pembangunan gedung serbaguna, nanti akan kita tindak lanjuti dengan DED (Detail Engineering Design),” ujarnya.
Bupati Lotim H. Haerul Warisin sebagai juri agungnya. Setelah penentuan pemenang, Bupati yang memilih mana kemudian desain dari tiga pemenang yang akan diteruskan pembangunan fisiknya. “Desain yang ditunjuk Bupati inilah kemudian yang akan kita teruskan dengan membuat DED-nya,” ucapnya.
Dedi menegaskan beauty contest ini hanya menilai penampilan tampak dan animasi bangunan. Detail teknis dan tata ruang interior akan dituangkan dalam perencanaan teknis tersendiri yang akan dilelang.
“Karena yang kita persyaratkan peserta membuat tampak dan animasi. Itu yang akan menjadi bagian penilaian para juri,” tambahnya.
Hingga Kamis (7/5/2026), Dedi mengungkapkan sebanyak delapan desain sudah masuk ke panitia. Namun, ia memperkirakan jumlah peserta akan bertambah signifikan menjelang batas akhir pendaftaran.
Dari pemaparan pekerjaan yang dilakukan secara daring, tercatat sekitar 259 peserta mengikuti zoom briefing. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Yogyakarta, dan Solo.
“Kalau kami lihat kemarin yang mengikuti zoom saat penjelasan pekerjaan itu hampir merata. Dari Jakarta, Jawa, Bandung, Makassar, Jogja, Solo, banyak yang mengikuti,” ungkap Dedi.
Untuk memacu partisipasi, panitia menyediakan hadiah menarik. Pemenang pertama akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp150 juta. Adapun besaran hadiah untuk pemenang kedua dan ketiga masih dalam proses finalisasi.
“Ini kali pertama kita menghimpun partisipasi masyarakat untuk bangunan publik. Kriteria sudah kami sampaikan, berkaitan dengan budaya, desain, arsitektur, dan seterusnya. Mudah-mudahan mereka menerjemahkannya sesuai dengan permintaan kita,” harap Dedi.
Setelah pengumuman pemenang pada 10 Juni 2026, proses selanjutnya adalah lelang untuk DED. Pembangunan fisik gedung ditargetkan mulai kontrak pada Oktober 2026.
“Kami akan umumkan nanti tanggal 10 Juni, sudah ada pemenangnya. Kemudian kami lanjutkan DED-nya, kami lelang sehingga kontrak fisiknya direncanakan Oktober 2026,” pungkasnya.
Pembangunan Gedung Wanita ini masuk dalam program percepatan Bupati Lotim H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati Lotim H. M. Edwin Hadiwijaya. Gedung wanita ini akan jadi ikon bagi Lotim. Seiring dengan pembangunan gedung, Pemkab Lotim juga akan menata taman Rinjani Selong. Diinginkan, gedung wanita ini tak lagi tersembunyi seperti sekarang. Tali akan langsung tampak jelas kelihatan dari jalan utama di Selong.
Setelah rampung, Kadis PUPR Lotim ini berharap ke depan ada unit pengelola yang akan mengelola gedung wanita ini secara profesional. Setoa hari diharapkan ada kegiatan di gedung serbaguna Pemkab Lotim ini. (rus)


