Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal resmi menetapkan direksi PT Gerbang NTB Emas (GNE) pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang diselenggarakan pada Selasa, 28 April 2026. Penetapan ini berdasarkan hasil seleksi terbuka yang dilaksanakan sejak tahun lalu.
Tiga direksi baru PT GNE yaitu, Yuyud Indrayudi sebagai Direktur Utama, Sulman sebagai Direktur Keuangan, dan Direktur Operasional dijabat Suhaimi.
Dirut PT GNE, Yuyud Indrayudi mengatakan Gubernur meminta pihaknya untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja perusahaan daerah tersebut. Setelah bertahun-tahun sakit hingga tidak bisa memberikan dividen kepada provinsi selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), tahun ini PT GNE diminta fokus agar bisa bangkit kembali.
“Di awal ini kita lebih untuk konsolidasi internal. Kemudian akan kita lihat bisnis prosesnya seperti apa,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 28 April 2026.
Selain itu, mulai tahun ini perusahaan tersebut akan fokus pada satu lini bisnis, yaitu material konstruksi. Selama ini, PT GNE mengembangkan beberapa bisnis, di antaranya penataan landscape, pengadaan material konstruksi, dan alat berat. GNE juga awalnya menjadi penyedia perumahan layak huni melalui program perumahan subsidi untuk masyarakat NTB.
Namun, karena bisnis-bisnis tersebut tersendat, bahkan mati suri hingga menyebabkan GNE sakit, Gubernur mengarahkan agar perusahaan tersebut fokus pada satu bisnis yang masih berkembang hingga sekarang, yaitu material konstruksi sebagai penyedia paving block.
Adapun dengan utang yang masih tersisa sekitar Rp22 miliar, Yuyud enggan memberikan banyak komentar. Sementara menyoal tata kelola keuangan perusahaan yang dinilai belum optimal oleh Dewan, Dirut baru PT GNE itu mengaku akan melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan dan operasional PT tersebut.
“Prinsipnya kita akan konsolidasi internal. Kemudian targetnya tumbuh organik dan progresif. Yang jelas dari sisi operasi, keuangan, maupun SDM itu akan kita perkuat,” jelasnya.
Dalam proses penguatan SDM, Yuyud kemungkinan akan melakukan perombakan jajaran pengurus PT GNE.
Terpisah, Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Setda NTB, Izzudin Mahili menyatakan, pemerintah provinsi saat ini sedang mematangkan skema tersebut agar PT GNE benar-benar kembali tumbuh pada jalur usaha yang sesuai dengan mandat awalnya.
“Kami sedang menyiapkan ekosistem konstruksi agar PT GNE tidak berjalan sendiri. Yang kami bangun bukan hanya perusahaannya, tetapi juga sistem pendukungnya. Jadi ada konektivitas antara kebutuhan pembangunan daerah, penguatan kelembagaan, dan peluang usaha yang bisa ditangkap PT GNE secara sehat dan terukur,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai Perseroda yang dimiliki sepenuhnya oleh Pemprov NTB, PT GNE tidak bisa lagi berjalan tanpa arah. Perusahaan ini harus berdiri di atas satu lini usaha yang kuat, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Karena itu, Pemprov NTB kini tidak hanya menyiapkan figur manajemen, tetapi juga merancang sebuah skema besar berupa ekosistem konstruksi untuk menopang kebangkitan PT GNE.
Dalam hal ini, ujarnya, arah kebijakan ini penting agar PT GNE tidak lagi bergerak ke banyak lini tanpa fokus yang jelas. Pemprov, kata dia, ingin perusahaan daerah tersebut tumbuh dengan identitas usaha yang kuat dan relevan dengan kebutuhan strategis daerah.
“PT GNE harus kembali ke fitrahnya, yaitu konstruksi. Dengan begitu, perusahaan ini punya satu core business yang jelas, mudah dikawal, dan lebih memungkinkan untuk tumbuh secara berkelanjutan. Pemprov NTB sedang menyiapkan ekosistem itu supaya kebangkitan PT GNE tidak bersifat parsial, tetapi ditopang oleh sinergi lintas sektor,” tutupnya.
Tetapkan Komisaris
Pada kesempatan ini, Gubernur NTB juga menetapkan Muhamad Ihwan sebagai komisaris PT. GNE. Muhamad Ihwan sebelumnya pernah menjadi Ketua Tim Sukses Iqbal-Dinda pada pemilihan kepala daerah 2024 lalu.
Meski demikian, Direktur Utama (Dirut) PT GNE, Yuyud Indrayudi dengan tegas mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Yang pasti, katanya tiga direksi yang baru saja ditetapkan, yaitu Direktur Utama, Direktur Keuangan, dan Direktur Operasional mengaku bukan bagian dari tim sukses pasangan Iqbal-Dinda.
“Saya tidak tahu, tapi yang saya tahu tiga orang ini bukan Timses Gubernur. Dan itu saya jamin,” tegasnya saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 28 April 2026.
Terpisah, Asisten II Setda NTB sekaligus mantan Ketua Tim Pansel Seleksi Terbuka PT GNE, Lalu Mohammad Faozal juga mengaku tak mengetahui pengangkatan Muhamad Ihwan menjadi komisaris perusahaan material konstruksi tersebut. Pengangkatan komisaris, katanya menjadi kewenangan gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP). “Yang saya Pansel itu direksinya, dirut, direktur keuangan. Jajaran direksi kita pansel, kalau komisaris enggak,” katanya. (era)


