Mataram (globalfmlombok.com) – Murid dan guru di SDN 29 Mataram mengeluhkan penghentian distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berlangsung hampir sebulan. Sejak dapur penyedia MBG untuk sekolah tersebut dihentikan sementara, para penerima manfaat tak lagi menikmati program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu.
Kepala SDN 29 Mataram Mujitahid mengatakan, penghentian distribusi berasal dari SPPG Rembiga 3 yang selama ini menyuplai paket MBG ke sekolahnya. Pengelola dapur disebut menghentikan operasional sementara karena belum memenuhi persyaratan, khususnya terkait Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
“Kami dapat konfirmasi dari dapur bahwa ada pemberhentian sementara karena masalah IPAL. Tapi tidak ada kejelasan sampai kapan akan aktif kembali,” ujar Mujitahid, Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, terhentinya distribusi MBG memunculkan banyak pertanyaan dari siswa, orangtua, hingga komite sekolah. Sebab, selama program berjalan, siswa mulai terbiasa tidak membawa bekal dari rumah karena mengandalkan makanan dari program tersebut.
“Anak-anak banyak bertanya, wali murid juga mempertanyakan. Kami hanya bisa menyampaikan bahwa masih ada persoalan IPAL di dapur,” katanya.
Penghentian MBG juga membuat siswa dan guru harus kembali beradaptasi dengan pola lama, yakni membawa bekal dari rumah. Kondisi ini dinilai cukup terasa, apalagi sekolah kini menerapkan lima hari belajar dengan durasi kegiatan lebih panjang.
Saat MBG masih berjalan, kata Mujitahid, siswa maupun guru yang berada di sekolah hingga sore terbantu dengan ketersediaan makan siang. Kini, mereka kembali disibukkan menyiapkan bekal masing-masing.
Ia berharap persoalan administratif dan teknis di SPPG segera dituntaskan agar distribusi MBG kembali berjalan dan hak siswa sebagai penerima manfaat tidak terdampak lebih lama.
“Kami berharap hak anak-anak tidak ikut terkena imbas dari persoalan di dapur. Mereka seharusnya tetap mendapatkan haknya,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Riki, siswa kelas IV SDN 29 Mataram. Ia mengaku sedih sejak mobil pengangkut MBG tak lagi datang ke sekolahnya.
“Sedih,” ucapnya singkat.
Kini ia lebih sering membawa uang saku untuk membeli makan siang di sekolah. Ia berharap program MBG segera kembali berjalan. “Mau MBG ada lagi,” katanya.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Satuan Tugas MBG NTB Fathul Gani meminta pengelola SPPG segera memenuhi persyaratan operasional, terutama terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan IPAL agar layanan kembali normal.
Ia menekankan pengelola dapur perlu serius membenahi tata kelola agar program MBG tidak terganggu dan manfaatnya tetap dirasakan siswa.
“Kita berharap ada keseriusan para pengelola SPPG untuk memperbaiki manajemen dan tata kelola,” katanya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” SPPG Dihentikan Sementara, Murid dan Guru di SD 29 Mataram Tak Terima MBG Hampir Sebulan “


