Giri Menang (globalfmlombok.com) – Puluhan benda kuno yang ditemukan secara tidak sengaja saat penggalian kuburan di Dusun Kebon Orong, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, diduga merupakan peninggalan masa perang dan pengungsian leluhur warga pada era penjajahan Belanda.
Penemuan benda-benda kuno tersebut kini menjadi perhatian Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi NTB bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat yang turun langsung meninjau lokasi penemuan pada Senin (25/5/2026).
Beragam benda ditemukan warga saat proses penggalian makam pada Jumat (22/5/2026) lalu. Mulai dari piring, guci kuno, sloki hingga mangkuk dengan berbagai ukuran. Warga menduga benda-benda tersebut sengaja ditinggalkan dan terkubur ketika leluhur mereka mengungsi akibat perang pada masa penjajahan Belanda.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Hirman Zulkarnaen mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat dan melihat temuan tersebut viral di media sosial.
“Jadi kami turun setelah ada laporan dari masyarakat dan viral di media sosial. Yang di mana ada indikasi peninggalan sejarah di sini,” ujarnya.
Menurut Hirman, saat ini tim masih fokus melakukan pendataan dan identifikasi awal terhadap seluruh benda yang ditemukan warga.
“Di hari pertama ini kami fokus ke pendataan dan identifikasi objeknya. Untuk kemudian, barang-barang yang sudah teridentifikasi ini akan kita catat jenis, usia, dan sebagainya nanti. Lalu Tim Pelestarian Cagar Budaya akan masukkan ke database nantinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil identifikasi nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah provinsi untuk menentukan langkah pelestarian berikutnya. Salah satu opsi yang disiapkan ialah pengelolaan benda-benda tersebut melalui program museum desa.
“Untuk keberlanjutannya, nanti kami akan koordinasi dengan pemerintah provinsi juga. Yang jelas, ada kemungkinan barang-barang tersebut akan tetap dimiliki oleh pemerintah desa dengan skema pembangunan museum desa nantinya. Itu memang ada programnya di tingkat provinsi,” katanya.
Sementara itu, penanggung jawab pemakaman Kebon Orong, Lalu Angkasah mengungkapkan kawasan tersebut dulunya merupakan wilayah kebun rindang yang dihuni masyarakat pendatang asal Kateng, Lombok Tengah.
“Ya di zaman dulu memang ini merupakan kebun yang sangat rindang. Sebenarnya dia tumbuh alami dan memang rimbun,” ujarnya.
Ia menduga perpindahan leluhur masyarakat Kebon Orong berkaitan dengan konflik pada masa penjajahan Belanda. Menurutnya, leluhur warga memilih berpindah ke wilayah tersebut untuk menghindari peperangan.
“Kalau terkait kerajaan, kemungkinan ada, karena dulu nenek moyang saya dan masyarakat Kebon Orong ini berasal dari Desa Kateng Lombok Tengah. Namun karena pertentangan dengan Belanda, mereka akhirnya pindah ke sini,” katanya.
Lalu Angkasah juga menduga benda-benda kuno yang ditemukan merupakan harta peninggalan leluhur yang sengaja ditinggalkan dan terkubur saat proses pengungsian terjadi.
“Ada kemungkinan juga kalau harta peninggalan ini merupakan harta yang sengaja ditinggal dan terkubur di sini, ketika nenek moyang kami mengungsi karena perang dengan Belanda dulunya,” tutupnya. (r)


