BerandaPemerintahanNTBKONI NTB Proses Aduan Dugaan Pelanggaran Aturan Sejumlah Cabor Porprov

KONI NTB Proses Aduan Dugaan Pelanggaran Aturan Sejumlah Cabor Porprov

Mataram (globalfmlombok.com) – Provinsi (Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB tengah memproses aduan terkait dugaan pelanggaran aturan pada sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) dalam Pekan Olahraga Porprov) XII NTB 2026.

Sekretaris KONI NTB, M. Nur Haedin, menyatakan, Porprov merupakan agenda besar Provinsi NTB. Ajang ini diharapkan menjadi sarana bagi daerah untuk belajar menjadi tuan rumah pesta olahraga yang baik, demi menyongsong agenda nasional yang lebih besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan mesti berjalan sesuai regulasi.

“Sehingga proses belajar ini kita harapkan bisa penuh manfaat. Namun, kita tidak menafikan memang di ajang Asian Games, SEA Games, PON saja cukup banyak masalah-masalah yang harus diselesaikan, tapi kita punya pedoman, petunjuk yang bisa kita gunakan untuk pengambilan-pengambilan keputusan,” ujarnya.

Penyelenggaraan Porprov sebelumnya sempat diwarnai kericuhan hingga aksi protes di depan kantor KONI NTB. Massa menuntut kejelasan terkait dugaan rangkap jabatan, di mana oknum juri disinyalir merangkap sebagai panitia penyelenggara.

Edo – sapaan akrabnya mengingatkan agar praktik rangkap jabatan tersebut dihindari. Saat ini, KONI NTB masih memeriksa klausul dan aturan terkait dugaan pelanggaran tersebut.

“Kita sudah mengingatkan memang rangkap jabatan itu untuk dihindari. Tapi kita lihat dulu klausulnya, kira-kira kalau dia lebih fokus kepada wasit juri, ya, fokus ke wasit juri. Jadi tidak usah cawe-cawe di OC-nya Organizing Committee-nya. Jadi kan ini kan tugas pokoknya beda-beda,” tekannya.

Edo menegaskan bahwa KONI NTB berkomitmen penuh menindaklanjuti setiap aduan yang masuk. Bahkan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi tegas berupa pembatalan hasil pertandingan hingga pencabutan medali jika dugaan pelanggaran tersebut terbukti benar.

Meski demikian, pihak KONI belum bisa membeberkan cabor mana saja yang dilaporkan karena pemeriksaan masih berjalan.

“Ada, tapi belum bisa kita ekspos dulu karena sedang proses. Tapi ada beberapa memang pengaduan-pengaduan dari kontingen yang sedang kami proses saat ini. Dan proses itu ada yang lebih tinggi di pusat, namanya Arbitrase. Kalau kami di sini ada tim penuntasan masalah, laporan, protes, dan lain sebagainya,” terangnya.

Langkah tegas ini diambil bukan hanya demi menjaga kondusivitas Porprov, melainkan juga wujud komitmen KONI untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai regulasi.

Meski demikian, Edo mengimbau kepada seluruh pihak agar menyampaikan keberatan atau protes secara berkepala dingin, tanpa perlu melakukan tindakan anarkis.

“Pak Gubernur, Ketua Umum kami KONI NTB, itu berharap itu disampaikan secara baik, tidak dengan emosi, tidak dengan anarkis. Karena itu akan merusak harkat martabat dari Porprov itu sendiri,” pungkasnya.

Sikapi dengan Kepala Dingin

Sebelumnya, pada media sosial KONI NTB, Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, mengajak seluruh elemen, mulai dari atlet, pelatih, official, hingga suporter, untuk menyikapi setiap dinamika tersebut dengan kepala dingin dan hati yang tenang.

Mori Hanafi, menjelaskan adanya riak kecil atau perdebatan di lapangan merupakan hal yang sangat wajar dalam sebuah turnamen multievent sebesar ini. Namun, munculnya dinamika di pertandingan cabor diharapkan tidak sampai merusak esensi utama dari pesta olahraga terbesar di Bumi Gora tersebut.

Mori menekankan bahwa dinamika ini justru harus menjadi momentum pendewasaan yang berharga bagi para atlet, pelatih, maupun official masing-masing daerah.

”Kompetisi yang ketat pasti melahirkan tensi yang tinggi di lapangan. Terkait adanya dinamika saat pertandingan, kami melihatnya sebagai bukti gairah juara yang luar biasa dari masing-masing daerah. Tetapi, kami mengingatkan agar kita semua tetap menaruh rasa hormat dan sportivitas di atas segalanya,” ujar Mori Hanafi di sela-sela pemantauan arena pertandingan, Minggu (19/7/2026).

Mori Hanafi menegaskan bahwa pihak panitia besar dan tim pengawas terus bekerja secara maksimal untuk meminimalisasi potensi konflik. Setiap dinamika yang muncul di lapangan dipastikan akan diselesaikan dengan cepat melalui mekanisme resmi dan regulasi hukum olahraga yang berlaku. Langkah tegas ini sengaja diambil demi menjaga agar iklim kompetisi olahraga di NTB tetap sehat, fair play, dan kondusif hingga upacara penutupan nanti.

Melalui evaluasi berkala yang terus dilakukan di Porprov NTB 2026, pihak penyelenggara berkomitmen penuh untuk memberikan keadilan bagi seluruh kontingen kabupaten/kota yang bertanding.

Di akhir penyataannya, Mori Hanafi berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat dan pendukung agar tetap memberikan dukungan yang positif. Pada akhirnya, dinamika yang terjadi ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan penting untuk menyaring atlet-atlet terbaik yang nantinya akan membawa nama harum NTB di kancah nasional, seperti PON NTB – NTT 2028.

Sebelumnya Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal tidak mau berkomentar banyak dan menyerahkan sepenuhnya masalah pertandingan Porprov XII NTB 2026 pada KONI NTB. Dalam hal ini, pemerintah daerah hanya menyediakan tempat atau fasilitas. Sementara masalah pertandingan sepenuhnya ada pada KONI. (sib/ham)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI