Beranda blog Halaman 93

Kabar Pilu, Balita 4 Tahun Diduga Hanyut di Selokan, Tim SAR Lakukan Pencarian di Praya

Praya (globalfmlombok.com) —

Seorang balita bernama Lalu Gio (4) dilaporkan hilang setelah diduga hanyut di selokan di Perumahan Rinjani Permai, Rancak, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/4/2026) sore.

Informasi kejadian tersebut diterima Kantor SAR Mataram pada Jumat (24/4/2026) dini hari. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Unit Siaga SAR Mandalika langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.

Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Arya Made Kresna, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, mengatakan tim bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Setelah menerima informasi, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian,” ujarnya.

Berdasarkan kronologi, korban terakhir terlihat bermain di sekitar rumahnya bersama teman-temannya saat hujan turun. Namun, menjelang waktu Magrib, korban tidak lagi terlihat dan dinyatakan hilang.

Pencarian awal telah dilakukan oleh orang tua korban bersama warga sekitar, tetapi belum membuahkan hasil.

Dalam operasi pencarian, tim SAR membawa sejumlah peralatan, seperti kendaraan operasional, perahu karet, alat pendeteksi bawah air, perlengkapan SAR air, peralatan medis, serta alat komunikasi.

Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Unit Siaga Kuta Mandalika, Polres Lombok Tengah, BPBD Lombok Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, Saka SAR, serta masyarakat setempat.

Hingga saat ini, korban masih dalam pencarian. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dan diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pencarian.(ris/r)

Kemenhaj : Hotel Jamaah Haji NTB di Mekkah Berjarak Cukup Dekat dengan Masjidil Haram

Mataram (globalfmlombok.com) —

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi NTB memastikan akomodasi jamaah haji asal NTB di Kota Madinah dan Mekkah berada dalam jarak relatif dekat dari Masjidil Haram, yakni sekitar 1,7 kilometer hingga 2 kilometer.

Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj NTB, Ali Sahbana, mengatakan hal tersebut dalam jumpa pers di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Kamis (23/4/2026).

“Akomodasi jamaah kita dari NTB rata-rata dekat, sekitar 1,7 hingga 2 kilometer (dari Masjidil Haram-red) . Tidak terlalu jauh. Jika dibandingkan sebelumnya, jaraknya bisa mencapai 4 hingga 5 kilometer,” ujar Ali.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah menjamin ketersediaan transportasi bagi jamaah untuk menunjang mobilitas dari hotel menuju Masjidil Haram. Sementara itu, untuk akomodasi di Madinah, seluruh jamaah disebut menempati hotel dengan jarak yang lebih dekat, dengan waktu tempuh hanya beberapa menit.

Dalam kesempatan tersebut, Ali juga menyampaikan kondisi terkini jamaah yang telah lebih dahulu tiba di Arab Saudi. Jamaah yang tergabung dalam Kloter 1 dan Kloter 2 dilaporkan dalam keadaan sehat.

Sementara itu, sebanyak 393 calon jamaah haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter LOP 3 Embarkasi Lombok asal Kabupaten Lombok Barat dijadwalkan berangkat menuju Madinah dari bandara Lombok pada Jumat (24/4/2026) pukul 14.05 WITA dengan nomor penerbangan GIA 5103.

Berdasarkan data, jumlah jamaah dalam kloter tersebut terdiri dari 393 orang, dengan rincian 95 orang lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas dan 298 orang non-lansia. Dari sisi jenis kelamin, terdapat 194 jamaah perempuan dan 199 jamaah laki-laki.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, Kloter LOP 3 juga didampingi enam petugas, yakni satu Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI), satu Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), satu dokter, satu tenaga paramedis, serta dua Petugas Haji Daerah (PHD).(ris)

Kloter 3 Embarkasi Lombok Berangkat Jumat Siang, Satu Orang Ditunda karena Sakit

Mataram (globalfmlombok.com)

Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj NTB, Ali Sahbana mengatakan, sebanyak 393 calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter LOP 3 Embarkasi Lombok asal Kabupaten Lombok Barat dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada Jumat (24/4/2026) pukul 14.05 WITA dengan nomor penerbangan GIA 5103.

Ia  menjelaskan bahwa ratusan jemaah tersebut telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok pada Kamis (23/4/2026) pukul 14.05 WITA untuk menjalani proses persiapan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Jemaah Kloter 3 telah tiba di asrama hari ini pukul 14.05 WITA. Secara keseluruhan kondisi jemaah stabil, meski terdapat dinamika pada aspek kesehatan yang harus kami tangani secara cepat sesuai prosedur,” ujarnya di hadapan awak media, Kamis malam 23 April 2026.

Berdasarkan data, jumlah jemaah terdiri atas 393 orang, dengan rincian 95 orang tergolong lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas, dan 298 orang non-lansia. Dari sisi jenis kelamin, terdapat 194 jemaah perempuan dan 199 jemaah laki-laki.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, Kloter LOP 3 juga didampingi oleh enam petugas, yang terdiri atas satu orang Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI), satu orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), satu dokter, satu tenaga paramedis, serta dua Petugas Haji Daerah (PHD).

Dari hasil pemeriksaan kesehatan final, Tim Kesehatan PPIH Embarkasi melaporkan dua kasus menonjol. Ahmad Baihaqi (56), yang sebelumnya didiagnosis menderita hepatitis, kini telah dinyatakan sembuh dan memenuhi syarat istita’ah kesehatan untuk terbang.

Namun, satu jemaah lainnya atas nama Sri Banun (68) dinyatakan tidak istita’ah sementara sehingga tidak layak untuk diberangkatkan bersama Kloter 3.

“Untuk kursi yang kosong, kami sudah menyiapkan jemaah pengganti dari kloter berikutnya yang berasal dari daerah yang sama. Hal ini kami lakukan guna menjaga kenyamanan komunikasi antarjemaah, mengingat banyak jemaah kita yang lebih fasih menggunakan bahasa daerah,” tambah Ali.(ris)

Cadangan Beras Terbesar Sepanjang Sejarah, BULOG Sentuh 5 Juta Ton

Mataram (globalfmlombok.com)-

Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras yang dikelola BULOG berhasil menembus angka 5 juta ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos, SH. M.Han saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sidak ke Gudang Filial BULOG Cabang Karawang menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.

“Alhamdulillah per pagi ini, Kamis tanggal 23 April 2026 stok beras yang ada di gudang BULOG menembus angka 5.000.198 ton. Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Ini juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya.

Selanjutnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang melihat langsung tumpukan beras yang terisi penuh di Gudang Filial BULOG Karawang saat melakukan sidak memberikan apresiasinya kepada Perum BULOG.

“Terimakasih Pak Dirut BULOG dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton pada pagi ini”, kata Andi Amran.

Capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif yang solid, mulai dari optimalisasi penyerapan gabah/beras petani dalam negeri, penguatan koordinasi lintas sektor, hingga dukungan infrastruktur pergudangan yang semakin luas dan modern. Saat ini, BULOG didukung oleh jaringan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri serta lebih dari 1.200 gudang mitra yang disewa yang tersebar di seluruh Indonesia, memastikan stok tersimpan aman dan siap didistribusikan secara merata.

Dengan cadangan yang kuat, BULOG tidak hanya berperan sebagai stabilisator, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional. Stok ini menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program-program pemerintah terkait bantuan pangan.

Semantara itu, Perum Bulog Kanwil NTB juga terus kebut serapan gabah/beras dengan capaian 118.213 Ribu ton setara beras dari target yang sudah di tetapkan sebesar 240.661 Ribu ton. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar menerangkan.

“Target serapan tahun ini sebesar 240.661 ribu ton setara beras. Pengadaan tetap dilakukan untuk gabah dan beras sekaligus, karena kami ingin memaksimalkan percepatan serapan saat panen raya dengan kesiapan Bulog bersama mitra pengadaan,” ujar Regar, panggilan akrabnya.

Target ini tersebar di sejumlah wilayah kerja, meliputi Kancab Sumbawa, Bima, dan Lombok Timur.

Untuk mencapai target tersebut, Bulog NTB telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan swasta.

“Kami menyiapkan gudang sewa dari mitra maupun swasta untuk digunakan Bulog, agar target serapan perusahaan bisa tercapai sesuai yang telah ditetapkan,” kata Regar.

Selain itu, Bulog NTB juga memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dengan TNI dan pemerintah daerah. Kerja sama tersebut dilakukan melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP), pemantauan titik-titik panen, serta pengawasan harga agar tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Dengan langkah-langkah dimaksud, Bulog NTB optimistis target serapan gabah dan beras tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan petani di NTB.(ris/r)

Pertamina Siagakan 2.795 Kilo Liter Avtur untuk Penerbangan Haji Embarkasi Lombok

Mataram (globalfmlombok.com) – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) BIL pastikan ketersediaan pasokan avtur dan sarfas dalam kondisi aman untuk mendukung kelancaran penerbangan haji Embarkasi Lombok yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pada musim haji tahun 2026 ini, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyiapkan hingga 2.795 kilo liter Avtur untuk melayani 30 kloter penerbangan, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya 24 kloter.

“Pengisian perdana Avtur untuk penerbangan haji musim 2026 ini sudah mulai kita persiapkan Selasa malam (21/4/2026) untuk penerbangan pertama yang dijadwalkan pada hari berikutnya (22/4). Pada tahun ini terdapat 30 kloter yang dibagi menjadi dua tahap, 15 kloter untuk keberangkatan dan 15 kloter juga untuk kepulangan dengan jumlah jemaah haji lebih dari 5 ribu orang. AFT BIL sendiri sudah menyiapkan 9 operator dan 7 armada pengisian dengan stok aman. Untuk penerbangan tahun ini, kita siapkan hingga 2.795 kilo liter Avtur,” terang Ilham, Aviation Fuel Terminal Manager BIL.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan, layanan penerbangan haji tahun ini terbagi dalam dua fase, yaitu fase I pada 22 April hingga 21 Mei 2026 dan fase II pada 1 hingga 30 Juni 2026. Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan suplai Avtur di seluruh titik layanan penerbangan haji melalui sistem rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari Kilang, Terminal BBM, Terminal Aviasi hingga layanan into plane.

Hal ini dilakukan untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan haji secara aman, tepat waktu, dan sesuai standar layanan.

“Tahun ini, pada fase pertama, kami memperkirakan kebutuhan avtur mencapai 1.646 KL, sedangkan pada fase kedua, estimasi penyaluran mencapai 1.149 KL,” ungkap Ahad.

Ahad juga menambahkan, stok Avtur yang tersedia di AFT BIL akan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pasokan selama musim haji tahun ini.

“Dengan segala kesiapan ini, kami berharap para jemaah haji tidak terkendala pada proses keberangkatan dan kepulangan sehingga bisa menjalankan ibadah haji dengan tenang,” tutup Ahad. (bul)

Pemprov NTB Hormati Aspirasi Publik, Tegaskan Proses Hukum Harus Bebas dari Tekanan Opini

Mataram (globalfmlombok.com) – Di tengah aksi dan desakan publik yang menguat terkait persidangan dugaan gratifikasi DPRD NTB, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa proses peradilan harus berjalan tanpa tekanan, serta menekankan bahwa kebijakan pemerintah daerah dilaksanakan dalam kerangka hukum yang sah dan terukur.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Halik saat ditanya awak media di Mataram, Kamis (23/4/2026).

Pria yang akrab disapa Aka ini, menyampaikan bahwa berbagai pandangan, kritik, maupun desakan yang berkembang di ruang publik merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang dihormati.

“Pemprov NTB mencermati adanya aksi dan penyampaian aspirasi di ruang publik, termasuk di sekitar proses persidangan. Kami menghormati hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat,’’ ujarnya.

Namun demikian, perlu ditegaskan bahwa dalam negara hukum, proses peradilan harus berjalan secara objektif dan tidak dapat dipengaruhi oleh tekanan massa maupun opini yang berkembang di luar mekanisme persidangan.

Dalam konteks ini, penting bagi semua pihak untuk melihat persoalan secara utuh dan proporsional. Kebijakan pemerintah daerah merupakan bagian dari sistem tata kelola pemerintahan yang berbasis aturan, dirumuskan melalui mekanisme resmi, serta dilaksanakan dalam kerangka hukum yang jelas.

Oleh karena itu, kebijakan tersebut tidak dapat dipersepsikan dalam perspektif personal ataupun dibangun atas asumsi yang tidak utuh, karena setiap kebijakan memiliki landasan regulatif dan proses administratif yang dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait adanya desakan agar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dihadirkan dalam persidangan, Pemprov menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan majelis hakim berdasarkan pertimbangan hukum.

Dalam sistem peradilan pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, hakim memiliki independensi dalam menentukan relevansi saksi sesuai kebutuhan pembuktian.

“Kami meyakini majelis hakim akan bertindak profesional, independen, dan berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan, bukan karena tekanan atau persepsi yang berkembang di luar ruang sidang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemprov NTB menegaskan bahwa kebijakan pemerintah daerah, termasuk dinamika pergeseran program dalam APBD, merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang sah dan memiliki dasar hukum yang jelas.

Kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahunm 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, yang memungkinkan penyesuaian program melalui mekanisme yang ada.

“Penyesuaian yang dilakukan merupakan bagian dari pengelolaan program pembangunan daerah. Hal ini adalah praktik administratif yang lazim dalam tata kelola pemerintahan, dan tidak dapat dipersepsikan sebagai tindakan personal maupun di luar sistem,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut dilakukan melalui mekanisme yang sah, transparan, dan dalam kerangka perencanaan pembangunan daerah.

Pemprov NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengikuti jalannya persidangan secara terbuka dan objektif, serta menjaga ruang publik tetap sehat dan konstruktif.
Sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 dan prinsip pemberitaan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, kebebasan berpendapat dan penyampaian informasi merupakan bagian penting dalam demokrasi yang harus dijalankan secara bertanggung jawab dan berimbang.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga objektivitas dan tidak membangun persepsi yang dapat mengaburkan substansi perkara,” tambahnya.

Di tengah dinamika yang berkembang, Pemprov memastikan bahwa Gubernur NTB tetap menjalankan tugas pemerintahan secara optimal dan fokus pada pelaksanaan program pembangunan daerah tahun 2026. “Pemerintah tetap bekerja untuk masyarakat. Seluruh program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Aka. (ham)

 

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Belum Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah pusat resmi menaikkan harga tiket pesawat domestik hingga sekitar 9-13 persen. Hal ini menyusul lonjakan harga bahan bakar avtur yang lebih dari 70 persen akibat perang di kawasan teluk.

Meski harga tiket mengalami kenaikan, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengaku tidak terlalu berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Bahkan, NTB berencana membuka dua penerbangan baru ke Jakarta. Dan akan membuka penerbangan langsung ke beberapa destinasi-destinasi lainnya.

“Belum terlalu berdampak pada jumlah kunjungan sejauh ini,” ujarnya di Mataram, Rabu, 22 April 2026.

Ia menilai, tingginya harga tiket pesawat tidak mengganggu realisasi salah satu program prioritasnya, yaitu pengembangan pariwisata berkelas dunia. Pun menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir seluruh negara merasakan hal yang sama. Bahkan, negara lain naik jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Indonesia.

“Saya kira sampai sekarang kita reviu, sejauh ini belum terlalu signifikan dampaknya. Kalau orang mau liburan, yaa liburan dengan perbedaan Rp100-200 ribu mudah-mudahan tidak menjadi persoalan wisatawan,” katanya.

Dia mengaku, kenaikan tiket pesawat malah tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan terhadap NTB. Hal ini karena masih banyaknya pembukaan penerbangan langsung dari dan menuju provinsi ini. Beberapa penerbangan juga meminta agar adanya penerbangan langsung ke NTB, termasuk dari luar negeri.

“Termasuk destinasi luar negeri tetap on. Tidak ada pembatalan pembukaan penerbangan. Pasti sudah kita hitung-hitung, kita tidak usah berspekulasi akan panjang atau tidak, tetapi mitigasi risiko sudah kita siapkan,” jelasnya.

Terpisah, Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB menyebut, lonjakan harga tiket membuat biaya perjalanan ke Lombok dan daerah wisata lain di NTB semakin mahal, bahkan berpotensi mengurangi jumlah wisatawan.

Ketua Astindo NTB, Sahlan M Saleh mengatakan komponen tiket pesawat kini menjadi beban terbesar dalam perjalanan wisata. Ia mencontohkan harga tiket penerbangan dari Lombok ke Jakarta yang sudah mencapai jutaan rupiah.

“Saya akan berangkat Jumat ke Jakarta, itu sudah Rp 3,7 juta harga tiketnya. Komponen tiket ini menjadi komponen yang sangat besar terhadap pertumbuhan wisata,” katanya.

Menurut Sahlan, kenaikan harga tiket pesawat tidak semata-mata disebabkan oleh naiknya harga avtur. Ia menilai ada banyak komponen biaya lain yang justru lebih besar dan dibebankan kepada masyarakat melalui harga tiket. Sejumlah komponen yang ikut membebani harga tiket, antara lain Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biaya garbarata, landing fee, handling, hingga biaya parkir pesawat di bandara. (era)

234 SPPG di NTB Kembali Beroperasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali membuka operasional 234 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah dinyatakan memenuhi standar pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Regional BGN NTB, Eko Prasetyo, menyampaikan pencabutan status suspend dilakukan setelah ratusan SPPG melakukan pembenahan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selama dia sesegera mungkin melakukan perbaikan, kita cabut segera. Tapi kalau lama ya itu yang kita harus dorong,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Kamis (23/4/2026).

Meski demikian, BGN masih menutup sekitar 149 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, sebanyak 126 dapur belum memenuhi standar IPAL dan SLHS, sementara sisanya ditutup akibat kejadian menonjol seperti kasus keracunan dan insiden lainnya.

Penutupan tersebut berdampak signifikan terhadap penerima manfaat program. Diperkirakan sekitar 200 ribu orang belum dapat menerima layanan MBG hingga dapur-dapur tersebut kembali dioperasikan.

Saat ini, tercatat sebanyak 781 SPPG aktif beroperasi di NTB dan mampu melayani sekitar 1,8 juta penerima manfaat. Untuk wilayah terpencil, jumlah SPPG diperkirakan telah melampaui 100 unit, dengan cakupan layanan yang relatif kecil, berkisar 200 hingga kurang dari 1.000 penerima manfaat per unit.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, BGN memberikan ruang bagi sekolah untuk memberikan masukan terkait menu makanan. Selain itu, inovasi dalam penyajian seperti sistem prasmanan juga diperbolehkan selama tetap memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).

BGN juga mengakomodasi siswa yang memilih tidak menerima MBG dengan memberikan opsi penyampaian keputusan kepada sekolah atau SPPG, guna menghindari pemborosan makanan.

Masalah limbah makanan (food waste) turut menjadi perhatian. BGN telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendorong Gerakan Selamatkan Pangan sebagai langkah mengurangi pemborosan, sekaligus memperkuat evaluasi distribusi dan variasi menu.

Ke depan, BGN mendorong setiap SPPG memiliki tenaga koki bersertifikat serta pengawas gizi profesional guna menjamin kualitas rasa, tampilan, dan kandungan gizi makanan.

“Di dalam juknis kita itu wajib memiliki chef bersertifikat. Penerima manfaatnya bisa sampai 3.000 orang. Kita dorong semua SPPG agar ada jaminan menu MBG lebih menarik,” pungkas Eko. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Operasional 234 SPPG di NTB Dibuka Kembali

Kasus Campak, NTB Tempati Posisi Delapan di Indonesia

Mataram (globalfmlombok.com) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam daftar daerah dengan kasus campak tertinggi selama triwulan pertama tahun 2026. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) NTB berada di urutan ke delapan dengan total kasus campak selama bulan Januari-Maret 2026 sekitar 1.243.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengatakan pada bulan April ini, suspek campak semakin bertambah di NTB. Hingga dengan 16 April 2026, terdata sekitar 1.786 kasus campak yang terjadi di tiga wilayah yaitu Kabupaten dan Kota Bima, serta Dompu.

“Peningkatan kasus dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain masih adanya kelompok anak yang belum mendapatkan imunisasi campak-rubela (MR) lengkap,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, imunisasi yang belum merata menjadi penyebab merebaknya kasus campak di NTB. Selain itu, tingginya mobilitas penduduk di awal tahun juga turut menyumbang perkembangan kasus campak di daerah. “Keterlambatan deteksi dan respons awal, serta faktor lingkungan dan perilaku menjadi penyebab peningkatan kasus,” sambungnya.

Campak rata-rata menyerang anak usia 5 tahun yang jarang bahkan belum pernah melakukan imunisasi. Adanya kondisi ini menunjukkan bahwa imunisasi menjadi salah satu faktor utama penyakit menular tersebut.

Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota telah mengambil langkah dengan melakukan penguatan surveilans aktif dan pelacakan kontak di tingkat desa dan puskesmas, pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) pada seluruh Puksesmas di Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu, dengan prioritas ORI diberikan bagi bayi dan balita berusia 9 sampai dengan 59 bulan.

“Langkah penanganan juga dilakukan dengan pemberian vitamin A pada kasus campak untuk mencegah komplikasi dan menurunkan risiko kematian, penguatan edukasi masyarakat mengenai gejala campak,” sambungnya.

Perlu juga imunisasi lengkap, dan segera berobat ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala demam disertai batuk/pilek dan ruam, menjamin ketersediaan logistik KLB, termasuk vaksin, vitamin A, serta dukungan tata laksana klinis di fasilitas pelayanan kesehatan.

Termasuk penguatan triase isolasi campak di fasyankes yang fokus pada pemisahan cepat suspek (demam, ruam, batuk/pilek) di IGD/rawat jalan, penyediaan area isolasi khusus (infeksius/pediatri), serta penanganan segera pasien dengan komplikasi (sesak/diare/sulit makan) untuk mencegah penularan intensif, terutama saat lonjakan kasus/KLB.

Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan monitoring dan evaluasi berkala hingga situasi dinyatakan terkendali.

“Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta berperan aktif dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal guna memutus rantai penularan campak,” pungkasnya. (era)

Dari Emisi ke Rupiah: Peluang Ekonomi Baru Lewat Perdagangan Karbon

Mataram (globalfmlombok.com)—

Upaya pengendalian emisi dan pelestarian lingkungan kini tidak hanya berdampak pada keberlanjutan ekosistem, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Emisi karbon yang berhasil ditekan dapat dikonversi menjadi aset yang diperdagangkan melalui skema perdagangan karbon.

Hal tersebut mengemuka dalam sosialisasi dan diskusi bertajuk “Dari Emisi ke Insentif: Memahami Perdagangan Karbon untuk Masa Depan yang Lebih Hijau” yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa (21/4/2026).

Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan, NTB memiliki potensi besar untuk terlibat dalam pasar karbon, baik skema sukarela maupun wajib. Potensi tersebut berasal dari sektor kehutanan, mangrove, pertanian, peternakan, hingga kawasan pesisir.

“Kita memiliki berbagai sumber daya yang dapat dikonversi menjadi nilai pengurangan emisi karbon. Ini menjadi peluang ekonomi baru jika dikelola dengan baik,” ujar Aryadi.

Ia menekankan perlunya langkah percepatan, antara lain melalui pemetaan potensi, pembangunan basis data karbon, pelaksanaan proyek percontohan, perluasan jaringan, serta penguatan pembiayaan.

Dalam forum tersebut, akademisi Dr Eng Apip Amrullah menyoroti pentingnya mitigasi emisi di sektor energi, transportasi, dan pertanian. Ia menilai integrasi data antara pemerintah daerah dan pusat menjadi syarat utama agar klaim penurunan emisi dapat diakui secara nasional maupun internasional.

Sementara itu, Senior Provincial Coordinator Low Carbon Development Indonesia (LCDI), Yofianus Toni Sakera, menegaskan bahwa perdagangan karbon memerlukan validasi data yang kuat melalui sistem inventarisasi dan pencatatan capaian mitigasi.

Ia menyebut sektor kehutanan NTB menjadi penyumbang utama penyerapan karbon dengan status net sink. Namun, masih terdapat kesenjangan data pada sektor energi dan limbah yang perlu segera diperbaiki agar perhitungan emisi lebih akurat.

Dari sisi mekanisme pasar, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menjelaskan bahwa pelaku usaha di NTB kini dapat memanfaatkan platform perdagangan karbon nasional. Melalui sistem tersebut, unit karbon yang telah terdaftar dapat diperjualbelikan secara resmi.

“Perdagangan karbon ini memberikan insentif bagi pelaku usaha yang berhasil menekan emisi, sekaligus menjadi disinsentif bagi yang melampaui batas,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, BRIDA NTB menggelar rapat koordinasi untuk mengonsolidasikan data hasil riset daerah. Forum ini mendorong penerapan kebijakan berbasis data dengan konsep “satu kebijakan berbasis satu riset”.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap perdagangan karbon dapat menjadi instrumen yang tidak hanya mendukung pengendalian perubahan iklim, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(r)