BerandaBerandaKloter 3 Embarkasi Lombok Berangkat Jumat Siang, Satu Orang Ditunda karena Sakit

Kloter 3 Embarkasi Lombok Berangkat Jumat Siang, Satu Orang Ditunda karena Sakit

Mataram (globalfmlombok.com)

Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj NTB, Ali Sahbana mengatakan, sebanyak 393 calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter LOP 3 Embarkasi Lombok asal Kabupaten Lombok Barat dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada Jumat (24/4/2026) pukul 14.05 WITA dengan nomor penerbangan GIA 5103.

Ia  menjelaskan bahwa ratusan jemaah tersebut telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok pada Kamis (23/4/2026) pukul 14.05 WITA untuk menjalani proses persiapan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Jemaah Kloter 3 telah tiba di asrama hari ini pukul 14.05 WITA. Secara keseluruhan kondisi jemaah stabil, meski terdapat dinamika pada aspek kesehatan yang harus kami tangani secara cepat sesuai prosedur,” ujarnya di hadapan awak media, Kamis malam 23 April 2026.

Berdasarkan data, jumlah jemaah terdiri atas 393 orang, dengan rincian 95 orang tergolong lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas, dan 298 orang non-lansia. Dari sisi jenis kelamin, terdapat 194 jemaah perempuan dan 199 jemaah laki-laki.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, Kloter LOP 3 juga didampingi oleh enam petugas, yang terdiri atas satu orang Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI), satu orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), satu dokter, satu tenaga paramedis, serta dua Petugas Haji Daerah (PHD).

Dari hasil pemeriksaan kesehatan final, Tim Kesehatan PPIH Embarkasi melaporkan dua kasus menonjol. Ahmad Baihaqi (56), yang sebelumnya didiagnosis menderita hepatitis, kini telah dinyatakan sembuh dan memenuhi syarat istita’ah kesehatan untuk terbang.

Namun, satu jemaah lainnya atas nama Sri Banun (68) dinyatakan tidak istita’ah sementara sehingga tidak layak untuk diberangkatkan bersama Kloter 3.

“Untuk kursi yang kosong, kami sudah menyiapkan jemaah pengganti dari kloter berikutnya yang berasal dari daerah yang sama. Hal ini kami lakukan guna menjaga kenyamanan komunikasi antarjemaah, mengingat banyak jemaah kita yang lebih fasih menggunakan bahasa daerah,” tambah Ali.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI