BerandaBerandaKenaikan Harga Tiket Pesawat Belum Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke NTB

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Belum Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah pusat resmi menaikkan harga tiket pesawat domestik hingga sekitar 9-13 persen. Hal ini menyusul lonjakan harga bahan bakar avtur yang lebih dari 70 persen akibat perang di kawasan teluk.

Meski harga tiket mengalami kenaikan, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengaku tidak terlalu berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Bahkan, NTB berencana membuka dua penerbangan baru ke Jakarta. Dan akan membuka penerbangan langsung ke beberapa destinasi-destinasi lainnya.

“Belum terlalu berdampak pada jumlah kunjungan sejauh ini,” ujarnya di Mataram, Rabu, 22 April 2026.

Ia menilai, tingginya harga tiket pesawat tidak mengganggu realisasi salah satu program prioritasnya, yaitu pengembangan pariwisata berkelas dunia. Pun menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir seluruh negara merasakan hal yang sama. Bahkan, negara lain naik jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Indonesia.

“Saya kira sampai sekarang kita reviu, sejauh ini belum terlalu signifikan dampaknya. Kalau orang mau liburan, yaa liburan dengan perbedaan Rp100-200 ribu mudah-mudahan tidak menjadi persoalan wisatawan,” katanya.

Dia mengaku, kenaikan tiket pesawat malah tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan terhadap NTB. Hal ini karena masih banyaknya pembukaan penerbangan langsung dari dan menuju provinsi ini. Beberapa penerbangan juga meminta agar adanya penerbangan langsung ke NTB, termasuk dari luar negeri.

“Termasuk destinasi luar negeri tetap on. Tidak ada pembatalan pembukaan penerbangan. Pasti sudah kita hitung-hitung, kita tidak usah berspekulasi akan panjang atau tidak, tetapi mitigasi risiko sudah kita siapkan,” jelasnya.

Terpisah, Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB menyebut, lonjakan harga tiket membuat biaya perjalanan ke Lombok dan daerah wisata lain di NTB semakin mahal, bahkan berpotensi mengurangi jumlah wisatawan.

Ketua Astindo NTB, Sahlan M Saleh mengatakan komponen tiket pesawat kini menjadi beban terbesar dalam perjalanan wisata. Ia mencontohkan harga tiket penerbangan dari Lombok ke Jakarta yang sudah mencapai jutaan rupiah.

“Saya akan berangkat Jumat ke Jakarta, itu sudah Rp 3,7 juta harga tiketnya. Komponen tiket ini menjadi komponen yang sangat besar terhadap pertumbuhan wisata,” katanya.

Menurut Sahlan, kenaikan harga tiket pesawat tidak semata-mata disebabkan oleh naiknya harga avtur. Ia menilai ada banyak komponen biaya lain yang justru lebih besar dan dibebankan kepada masyarakat melalui harga tiket. Sejumlah komponen yang ikut membebani harga tiket, antara lain Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biaya garbarata, landing fee, handling, hingga biaya parkir pesawat di bandara. (era)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI