Beranda blog Halaman 87

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Emas Palsu di Lombok Utara, Tiga Pelaku Diamankan

Tanjung (globalfmlombok.com)-

Tim Puma Satreskrim Polres Lombok Utara berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan dengan modus penjualan emas palsu yang terjadi di wilayah Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang perempuan yang diduga sebagai pelaku, yakni S (46), M (56), dan MA (45), yang seluruhnya berasal dari wilayah Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Utara IPTU I Komang Wilandra, S.H., M.H., membenarkan pengungkapan kasus tersebut.

“Benar, kami telah mengamankan tiga orang terduga pelaku tindak pidana penipuan dengan modus menjual emas palsu kepada korban di wilayah Bayan,” ungkap IPTU I Komang Wilandra.

Kasus ini bermula dari laporan korban yang mengalami kerugian setelah membeli cincin emas dari seseorang yang tidak dikenal pada Selasa (21/4/2026). Saat itu, korban melalui istrinya membeli cincin tersebut seharga Rp2.850.000, lengkap dengan nota yang diduga asli.

Namun, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, cincin tersebut diketahui merupakan emas palsu. Beberapa hari kemudian, pelaku kembali datang ke toko korban untuk menjual emas dengan modus serupa. Menyadari hal tersebut, korban langsung mengamankan pelaku dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan pengaduan dari masyarakat terkait penipuan emas tersebut, tim Puma Polres Lombok Utara langsung melakukan serangkaian penyelidikan.

“Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan pelaku lainnya di wilayah Narmada, Kabupaten Lombok Barat, dengan bantuan Unit Reskrim Polsek Narmada dan Bhabinkamtibmas setempat,” jelasnya.

Dari tangan para pelaku, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima buah cincin emas palsu, nota pembelian palsu dari toko emas, serta sejumlah perlengkapan yang digunakan untuk melancarkan aksi penipuan.

Dalam pemeriksaan awal, para pelaku mengakui perbuatannya yang telah melakukan penipuan dengan cara menjual emas palsu disertai nota untuk meyakinkan korban.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain maupun jaringan yang lebih luas.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli emas, serta memastikan keaslian barang sebelum melakukan pembelian,” tegasnya.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penipuan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda maksimal Rp.500 juta rupiah.

Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Mapolres Lombok Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.(ris/r)

Diduga Sebar Foto Pacar Usai Cekcok, Pemuda Loteng Dilaporkan ke Polisi

Praya (globalfmlombok.com)– Seorang pemuda asal Lombok Tengah (Loteng) berinisial DADS dilaporkan ke polisi setelah diduga menyebarkan foto tidak senonoh milik pacarnya ke media sosial. Akibat perbuatannya, terduga pelaku kini terancam jerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Laporan tersebut diajukan oleh korban berinisial RSS ke Polres Lombok Tengah. Korban mengaku foto pribadinya yang bersifat tidak senonoh telah disebarkan tanpa izin oleh terduga pelaku.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, Selasa (28/4/2026), membenarkan adanya laporan tersebut.

“Ya benar, kami sudah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran UU ITE, yakni berupa penyebaran konten tidak senonoh di salah satu media sosial,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan lebih rinci lantaran kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Saat ini, penyidik tengah mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut bermula dari perselisihan antara korban dan terduga pelaku yang diketahui memiliki hubungan asmara. Cekcok yang dipicu persoalan pribadi diduga berujung pada penyebaran foto korban ke media sosial oleh pelaku.

Polisi memastikan akan menangani perkara tersebut secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika terbukti bersalah, pelaku dapat dijerat pasal dalam UU ITE terkait distribusi konten yang melanggar kesusilaan.

“Laporan sudah diterima dan kami tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara terang peristiwa yang terjadi,” kata Brata.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyalahgunakan teknologi yang dapat merugikan orang lain.

“Setiap perbuatan yang melanggar hukum tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Mari bijak dalam menggunakan media sosial,” tegasnya. (kir)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ”Diduga Sebar Foto Pacar ke Medsos Usai Cek Cok, Pemuda Asal Loteng Dilaporkan ke Polisi”

Lagi, Terdakwa Korupsi Pokir DPRD Lobar Titip Uang Pengganti Kerugian Negara

Temui Mensos, Bupati Lotim Soroti Sekolah Rakyat dan Kepesertaan JKN

Selong (globalfmlombok.com)– Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) H. M. Juaini Taofik menemui Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan strategis di daerah, mulai dari keberlanjutan program Sekolah Rakyat hingga penonaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Lotim, Ek Raufan Pradita, dalam keterangannya menjelaskan bahwa Bupati Haerul Warisin terlebih dahulu menyoroti pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Lombok Timur.

Menurutnya, program yang telah berjalan sekitar dua tahun itu masih menghadapi kendala utama pada aspek ketersediaan lahan dan fasilitas. Saat ini, sebanyak 100 siswa setara sekolah dasar masih menumpang di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lenek, sementara 125 siswa setara sekolah menengah atas menumpang di eks Akademi Keperawatan (Akper) Sakra.

Pemkab Lotim, lanjutnya, telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare sesuai rencana awal pembangunan. Namun, kebutuhan lahan kemudian berkembang menjadi 7 hektare untuk pengembangan fasilitas pendidikan tersebut.

“Bupati tetap berkomitmen untuk keberlangsungan program ini,” ujar Raufan.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan persoalan penonaktifan kepesertaan JKN yang dialami sekitar 130.000 warga Lombok Timur. Kondisi ini dinilai berdampak signifikan terhadap pembiayaan kesehatan daerah.

Pemerintah daerah, kata dia, telah mengalokasikan sekitar Rp90 miliar pada tahun 2026 untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan masyarakat, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp80 miliar. Namun, jika data warga yang dinonaktifkan tidak diambil alih pemerintah pusat, Pemkab Lotim harus menambah anggaran sekitar Rp50 miliar.

“Meski pendapatan daerah meningkat, angka itu sangat berat bagi APBD,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati juga melaporkan bahwa penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Lombok Timur relatif berjalan baik dan tidak mengalami kendala berarti.

Menanggapi hal tersebut, Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pelaksanaan program Sekolah Rakyat harus dijalankan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, baik dalam aspek pelaksanaan maupun pengawasan.

Terkait JKN, Mensos menjelaskan bahwa dari 130.000 warga yang dinonaktifkan, sekitar 70.000 di antaranya tidak masuk dalam kriteria penerima berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, sekitar 72.000 jiwa telah diaktifkan kembali setelah dilakukan verifikasi ulang.

Ia menegaskan, kebijakan penonaktifan dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan pemerintah.

“Yang tidak tertanggung pusat, silakan daerah mengambil alih. Data yang sudah ditanggung pusat jangan mendapat jatah dari daerah lagi,” kata Saifullah Yusuf. (rus)

Kenaikan BBM Tekan Operasional Sampah, DLH Mataram Butuh Tambahan Anggaran Rp1,4 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memperkirakan anggaran bahan bakar minyak (BBM) yang tersedia saat ini hanya mampu menopang kegiatan operasional hingga pertengahan November 2026. Di sisi lain, kenaikan harga BBM jenis Dexlite mulai berdampak signifikan terhadap operasional pengelolaan sampah di Kota Mataram.

Mengantisipasi kondisi tersebut, DLH mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp1,4 miliar melalui Perubahan APBD 2026.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengungkapkan bahwa lonjakan harga Dexlite sejak April 2024 menjadi faktor utama yang menekan anggaran operasional. Harga Dexlite yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.200 per liter kini meningkat hingga sekitar Rp24 ribu per liter atau naik hampir 85 persen.

“Dengan kondisi kenaikan harga Dexlite seperti sekarang, alokasi anggaran BBM untuk operasional penanganan sampah kemungkinan hanya bisa bertahan sampai pertengahan November. Karena itu, kami mengupayakan adanya penambahan anggaran,” ujarnya, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan, usulan penambahan anggaran operasional tersebut akan diajukan melalui Perubahan APBD 2026 yang dijadwalkan pada Agustus mendatang. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota Mataram, termasuk Sekretaris Daerah dan para asisten, terkait kebutuhan tambahan anggaran tersebut.

DLH memperkirakan kebutuhan tambahan anggaran mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Sebelumnya, alokasi anggaran BBM setiap tahun berada pada kisaran Rp9 miliar hingga Rp10 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan operasional, tidak hanya pengangkutan sampah, tetapi juga perawatan ruang terbuka hijau (RTH), penyiraman taman, hingga operasional penebangan pohon yang menggunakan kendaraan berbahan bakar.

“Secara keseluruhan anggaran BBM kita sekitar Rp10 miliar. Dari hasil kajian, kebutuhan itu berpotensi meningkat menjadi sekitar Rp11,4 miliar. Kami tetap melihat perkembangan harga ke depan. Jika harga turun, tentu akan sangat membantu,” jelasnya.

Nizar menegaskan, penghematan pada sektor operasional persampahan bukanlah pilihan yang realistis. Ritase pengangkutan sampah telah disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pengurangan operasional berisiko menimbulkan penumpukan sampah di sejumlah titik.

“Tidak bisa kita melakukan penghematan di sektor operasional seperti ini, karena ritase pengangkutan sudah ditetapkan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika penghematan tetap dipaksakan, maka potensi penumpukan sampah di berbagai lokasi tidak dapat dihindari.

DLH berharap harga BBM dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani anggaran daerah. Namun, jika harga tetap berada pada level saat ini, penambahan anggaran dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan layanan kebersihan di Kota Mataram tetap berjalan optimal. (pan)

Kejati NTB Kantongi Bukti Dugaan Aliran Dana ke Tiga Oknum Jaksa

Mataram (globalfmlombok.com)– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengantongi bukti dugaan penyerahan uang oleh Camat Pajo, Imran kepada tiga oknum jaksa. Penanganan kasus tersebut kini ditingkatkan ke tahap inspeksi oleh Bidang Pengawasan.

Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati NTB, I Wayan Eka Widdyara, Selasa (28/4/2026) mengatakan, fakta adanya penyerahan uang diperkuat dari hasil pemeriksaan sejumlah pihak.

“Faktanya memang ada pemberi. Itu alat bukti kita. Jadi pemberinya (Imran) memang mengakui,” ujarnya.

Namun, tiga oknum jaksa yang diduga menerima uang tersebut hingga kini belum secara terbuka mengakui adanya penerimaan. Pemeriksaan terhadap mereka masih terus berlangsung.

“Sementara masih kami periksa. Baru meneliti dua jaksa, satu masih kami pelajari,” katanya.

Pada tahap inspeksi kasus ini, Bidang Pengawasan masih melakukan pendalaman guna memperkuat alat bukti yang telah dikumpulkan. Penanganan difokuskan pada aspek disiplin dan etik aparatur.

Eka menegaskan, hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada pimpinan di pusat untuk menentukan sanksi terhadap ketiga oknum jaksa tersebut. Mereka berpotensi dijatuhi hukuman berat, termasuk Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

“Kami hanya menyajikan bukti, nanti pimpinan di Jakarta (Kejaksaan Agung) yang akan menentukan sikap,” ujarnya.

Terkait kemungkinan pengembangan perkara ke ranah pidana, pihaknya belum dapat memastikan. Ia juga enggan menyebut kasus ini sebagai pemerasan.

Menurutnya, penyerahan uang tersebut terjadi atas kesepakatan antara Imran dan oknum jaksa, dengan tujuan agar Imran tidak ditahan dalam perkara yang menjeratnya.

“Karena uang itu diberikan Imran agar ia tidak ditahan dalam perkara yang menjeratnya,” katanya.

Sementara itu, Imran mengaku ada tiga oknum jaksa yang diduga memintai dirinya uang, yakni mantan Kepala Seksi Intelijen berinisial J, mantan Kepala Seksi Pidana Umum berinisial K, dan mantan Kepala Seksi Pidana Khusus berinisial IS. Ketiganya saat ini telah berpindah tugas dari Kejaksaan Negeri Dompu.

Dalam pengakuannya, Imran menyebut dimintai uang sebesar Rp30 juta dengan dalih dapat meringankan hukuman dalam perkara penganiayaan yang menjeratnya. Namun, ia hanya mampu menyerahkan Rp20 juta yang diberikan langsung di kantor Kejari Dompu.

Ia juga mengaku telah menempuh upaya damai dengan korban dan mengira perkara tersebut telah selesai. Namun proses hukum tetap berjalan hingga dirinya menjalani penahanan.

Kasus ini turut menjadi perhatian Komisi III DPR RI. Dalam kunjungan kerja ke NTB, Rabu (22/4/2026), anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, meminta agar dugaan tersebut diusut secara transparan.

“Kita minta agar dugaan pemerasan oleh oknum jaksa di Dompu diusut secara transparan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum serta memperkuat pengawasan internal.

“Kepercayaan publik harus dijaga, pengawasan internal harus diperbaiki,” ujarnya. (mit)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul Kejati NTB Kantongi Bukti Dugaan Penyerahan Uang ke Tiga Oknum Jaksa”

Chef Hotel dan Restoran Beralih ke Dapur MBG

Mataram (globalfmlombok.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak signifikan terhadap industri kuliner dan perhotelan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu fenomena yang mencuat adalah berpindahnya tenaga juru masak (chef) dari hotel dan restoran ke dapur-dapur mitra MBG.

Ketua Asosiasi Chef Indonesia (ACI) Provinsi NTB, Anton Sugiono, membenarkan adanya pergeseran tenaga kerja tersebut. Ia menyebut, kebutuhan tenaga profesional di dapur MBG yang terus meningkat menjadi faktor utama.

“Betul, banyak yang join ke dapur MBG. Memang ada perpindahan tenaga kerja ke sana,” ujar Anton, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, meningkatnya permintaan chef profesional tidak lepas dari tuntutan standar keamanan pangan yang semakin ketat. Sejumlah kasus keracunan makanan di berbagai daerah membuat mitra penyelenggara MBG lebih berhati-hati.

“Karena banyak kejadian keracunan makanan, mitra MBG tidak mau ambil risiko. Makanya mereka mencari tenaga profesional, yaitu chef,” katanya.

Meski demikian, Anton menegaskan industri hotel dan restoran di NTB belum mengalami kekurangan tenaga kerja secara signifikan. Perpindahan tenaga kerja, kata dia, lebih banyak terjadi pada level menengah seperti Chef de Partie (CDP) dan level di bawahnya.

“Kalau kekurangan besar-besaran tidak juga. Tapi yang banyak bergabung ke dapur MBG itu level-level CDP, bukan executive chef,” jelasnya.

Ia menambahkan, chef pada level manajerial seperti Sous Chef dan Executive Chef masih cenderung bertahan di sektor perhotelan dan restoran. Selain faktor jenjang karier, tingkat pendapatan di posisi tersebut dinilai masih lebih tinggi.

“Kalau level Sous Chef atau Executive Chef, tentu penghasilannya masih lebih besar di hotel atau restoran,” ujarnya.

Di sisi lain, dapur MBG dinilai menawarkan penghasilan yang cukup kompetitif bagi tenaga dapur level menengah. Bahkan, pada posisi tertentu, pendapatan yang ditawarkan bisa lebih menarik dibandingkan di hotel.

“Kalau untuk level yang sama, misalnya CDP, gaji di dapur MBG memang lebih sehat atau lebih besar dibanding di hotel,” katanya.

Kondisi ini menjadikan dapur MBG sebagai alternatif baru bagi tenaga kerja kuliner, khususnya chef muda yang ingin memperoleh pendapatan lebih baik.

Anton juga menilai kehadiran program MBG membuka peluang kerja baru di sektor kuliner. Permintaan tenaga chef profesional meningkat, terutama di wilayah NTB bagian timur seperti Sumbawa dan Bima.

“Peluang kerja chef sekarang semakin terbuka. Di wilayah timur seperti Sumbawa dan Bima, kebutuhan tenaga profesional sangat tinggi,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui masih banyak dapur mitra MBG yang kekurangan sumber daya manusia dengan standar industri. Karena itu, ACI NTB kini aktif memberikan pelatihan kepada para tenaga dapur.

Pelatihan tersebut berlangsung selama satu minggu hingga 10 hari, meliputi teknik memasak, higienitas, sanitasi, serta manajemen dapur.

“Kami sedang gencar memberi pelatihan ke dapur mitra MBG, karena banyak tenaga mereka berasal dari relawan atau tukang masak biasa, bukan chef profesional,” jelasnya.

Selain berdampak pada tenaga kerja, program MBG juga mulai memengaruhi rantai pasok bahan pangan. Hotel dan restoran kini harus bersaing dengan dapur MBG dalam memperoleh bahan baku.

“Kita sekarang rebutan bahan baku dengan MBG. Kadang hotel mau beli barang yang dibutuhkan, stoknya sudah habis diborong dapur MBG,” katanya.

Ia menilai tingginya daya serap bahan pangan oleh MBG menjadi sisi positif bagi petani dan produsen lokal. Namun di sisi lain, kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga.

“Daya serap dari petani dan peternak memang bagus sekali, tapi di sisi lain harga juga pasti ikut naik,” ujarnya.

Terkait kondisi pariwisata NTB, Anton mengakui adanya perlambatan. Meski demikian, situasi tersebut belum memicu perpindahan besar-besaran tenaga chef dari hotel ke dapur MBG.

“Kalau dibilang lesu, memang ada penurunan. Tapi tidak sampai eksodus besar-besaran. Yang bertahan itu level atas, sedangkan level bawah lebih banyak pindah ke MBG,” katanya. (bul)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ”Juru Masak Hotel dan Restoran Eksodus ke Dapur MBG”

Inflasi NTB Lampaui Nasional, DPRD Desak BI dan TPID Ambil Langkah Konkret

Mataram (globalfmlombok.com)– Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Wirajaya, meminta Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah pengendalian inflasi agar tidak melampaui angka nasional.

Menurut Wirajaya, tingginya inflasi akan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah konkret dan terukur di lapangan guna menekan kenaikan harga.

“Kami berharap BI dan TPID segera melakukan upaya pengendalian yang terukur supaya inflasi di NTB tidak melampaui nasional. Kasihan masyarakat, karena beban kenaikan harga akan dirasakan langsung,” ujar Wirajaya, Selasa (28/4/2026).

Politisi Partai Gerindra tersebut menilai pengendalian inflasi perlu diperkuat melalui berbagai strategi, termasuk melakukan studi komparasi ke daerah lain yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga.

“Kita tidak perlu malu belajar dari daerah lain yang pengendalian inflasinya baik. Program-program yang berhasil bisa diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi NTB,” katanya.

Ia juga menegaskan, BI dan TPID NTB sejatinya telah memiliki sejumlah program pengendalian inflasi pada tahun-tahun sebelumnya yang dapat dijadikan rujukan. Program tersebut diharapkan tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga dikembangkan dengan inovasi baru.

“Saya kira sudah ada program dari kepemimpinan sebelumnya yang bisa dicontoh. Pimpinan BI sekarang diharapkan bisa melanjutkan bahkan lebih kreatif lagi agar program pengendalian inflasi semakin efektif,” ujarnya.

Sejumlah program yang telah dijalankan TPID NTB di antaranya TANCABKAN GAS (Tanam Cabai Kendalikan Harga), operasi pasar murah, penguatan kerja sama antar daerah, pengembangan agribisnis terpadu, hingga gerakan menanam tanaman pangan cepat panen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi NTB dalam dua bulan terakhir tercatat lebih tinggi dibandingkan nasional. Pada Maret 2026, inflasi tahunan (year on year/yoy) NTB mencapai 4,09 persen, lebih tinggi dari nasional sebesar 3,48 persen.

Sementara pada Februari 2026, inflasi NTB tercatat 5,37 persen (yoy), juga melampaui angka nasional sebesar 4,76 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup tinggi pada awal tahun 2026.

Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi NTB pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,81 persen. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, kubis, serta sigaret kretek mesin. Adapun penyumbang inflasi bulanan di antaranya cabai rawit, kubis, dan daging ayam ras.

Meski demikian, Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan keempat April 2026 tercatat minus 1,81 persen, yang dipengaruhi penurunan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan daging sapi.

Dalam Laporan Perekonomian Provinsi NTB Februari 2026, Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi di NTB masih akan berlanjut sepanjang tahun ini. Meski demikian, inflasi diproyeksikan tetap dalam kondisi terkendali.

Peningkatan inflasi antara lain dipicu oleh potensi kenaikan permintaan pangan serta volatilitas harga komoditas global. BI bersama TPID disebut terus memperkuat sinergi melalui berbagai program, termasuk Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), guna menjaga stabilitas harga di daerah. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ”Inflasi NTB Melampaui Nasional, DPRD Minta Langkah Konkret BI dan TPID”

Gubernur Iqbal Berbaur Tanpa Jarak dalam ‘Ngopi Alumni’ Bikin Para Alumni UMY Terharu

Mataram (globalfmlombok.com)

Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam kegiatan Ngopi Alumni UMY yang digelar di Museum NTB, Minggu (26/4/2026). Ratusan alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lintas generasi tampak larut dalam kebersamaan, terlebih dengan kehadiran Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal yang berbaur tanpa sekat bersama para alumni.

Kehadiran Lalu Muhammad Iqbal yang juga merupakan alumni UMY menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya hadir secara formal, ia terlihat santai duduk bersama peserta, berbincang ringan, dan sesekali bercanda layaknya reuni biasa. Sikap tersebut membuat banyak alumni merasa terharu dan bangga.

Salah seorang alumni Rian mengungkapkan rasa harunya melihat sosok gubernur yang tetap sederhana dan dekat dengan sesama alumni. “Kami merasa tidak ada jarak. Beliau benar-benar hadir sebagai bagian dari keluarga besar UMY, bukan sebagai pejabat. Beliau sangat bersahaja, kami bangga” ujarnya.

Momen kebersamaan ini semakin memperkuat ikatan emosional antar alumni. Dalam suasana santai di meja kopi, diskusi ringan hingga obrolan penuh makna mengalir tanpa sekat, menciptakan ruang silaturahmi yang hangat dan membekas.

Ketua KAUMY NTB Arief Rachman,S.IP, M.Sos menilai bahwa kebersamaan seperti ini menjadi kekuatan besar dalam membangun solidaritas alumni. Menurutnya, pendekatan yang cair dan tanpa jarak mampu mempererat hubungan serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

“Ini bukan sekadar reuni, tapi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan. Ketika tidak ada sekat, komunikasi menjadi lebih terbuka dan ide-ide pun lebih mudah lahir,” jelas Arief Rachman.

Ketua KAUMY NTB yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Lobar ini menambahkan Ngopi alumni ini menjadi momentum yang tepat untuk menguatkan jejaring alumni dalam mendukung pembangunan bangsa dan negara. Menurutnya alumni diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah dalam mewujudkan visi Makmur Mendunia “Tentu melalui momentum ini kita semua menguatakan komitmen untuk mendukung pembangunan bangsa dan negara serta daerah”ujarnya.

Kegiatan Ngopi Alumni UMY yang mengusung tema “Kangen, Tidak Selesai di Wirobrajan” ini pun berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Momen kebersamaan antara alumni dan Gubernur NTB menjadi salah satu kenangan yang paling berkesan, sekaligus mempertegas bahwa kedekatan dan kesederhanaan adalah kunci dalam membangun kebersamaan.(ris/r)

Ambil Bola di Sungai, Remaja 13 tahun di Kuripan Hanyut Terseret Arus

Giri Menang (globalfmlombok.com)—

Kantor SAR Mataram menerima laporan kecelakaan yang membahayakan manusia (KMM) pada Selasa (28/4/2026) sore. Seorang remaja bernama Umbuh (13) dilaporkan hanyut terbawa arus sungai di kawasan Perumahan Griya Menang Asri, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 WITA. Berdasarkan informasi di lapangan, korban awalnya bermain bola bersama teman-temannya di bantaran sungai. Saat hendak mengambil bola yang terjatuh, korban terpeleset dan terperosok ke dalam aliran sungai. Arus yang cukup deras membuat tubuh korban terseret hingga hilang dari pandangan.

Menerima laporan dari Damkarmat Lombok Barat, Kantor SAR Mataram segera mengerahkan satu tim penyelamat lengkap dengan peralatan evakuasi air. Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya tim rescue SAR Mataram, Polsek Kuripan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, Damkarmat dan BPBD Lombok Barat, serta masyarakat sekitar.

Koordinator lapangan, Dewa Gede Kerta, yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan pencarian difokuskan di beberapa titik krusial.

“Fokus awal kami melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian atau titik jatuh, serta menyusuri sepanjang aliran sungai searah arus,” ujar Dewa di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai di kawasan Griya Menang Asri.(ris/r)