Beranda blog Halaman 64

Desain Publikasi MTQ XXXI NTB 2026 Diluncurkan

Praya (globalfmlombok.com) – Sebulan jelang gelaran Musabbaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB tahun 2026, desain spanduk, baliho, dan flyer media sosial untuk ajang dua tahunan tersebut resmi diluncurkan. Peluncuran desain resmi publikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar dan gaung pelaksanaan MTQ XXXI NTB yang tahun ini digelar di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai dari tanggal 9 sampai 15 Juni 2026 mendatang.

“Desain baliho dan spanduk tersebut sudah disiapkan bisa diakses secara terbuka melalui tautan https://bit.ly/Baliho_MTQ_2026,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng Drs. H. L. Herdan, M.Si., dalam keteranganya, Sabtu (9/5).

Penangguang jawab Seksi Informasi, Dokumentasi dan Publikasi (IDP) MTQ XXXI NTB ini, menegaskan, bahwa peluncuran desain publikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar dan gaung MTQ NTB agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Tidak hanya masyarakat Loteng saja, tapi masyarakat NTB secara lebih luas lagi.

Dan, diharapkan agar seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi mempromosikan pelaksanaan MTQ kali ini. “Kami sudah menyiapkan materi baliho, spanduk, dan flyer media sosialnya dan dapat diakses oleh semua pihak sebagai bahan publikasi agar syiar MTQ pada Juni mendatang semakin besar,” ujarnya.

Tidak hanya masyarakat, pihaknya juga mengajak seluruh instansi pemerintah, lembaga, komunitas, untuk turut memasang baliho dan spanduk di lingkungan masing-masing. Sekaligus ikut serta membagikan flyer melalui media sosial sebagai bentuk dukungan menyukseskan MTQ XXXI NTB yang dipusatkan di Bencingah Masmira Loteng.

Dengan keterlibatan berbagai pihak dalam penyebarluasan informasi dan publikasi tersebut, diharapkan pelaksanaan MTQ XXXI NTB Tahun 2026 ini di Kabupaten Lombok Tengah dapat berlangsung meriah, sukses, dan memberikan dampak positif bagi syiar Islam serta promosi daerah.

Persiapan Dimatangkan

Sementara itu persiapan jelang MTQ NTB tahun ini terus dilakukan oleh Pemkab Loteng. Selain persiapan venue yang akan digunakan, persiapan fasilitas pendukung juga terus dimatangkan. Salah satunya, penataan fasilias Penerang Jalan Umum (PJU) di area venue dan jalan menuju venue MTQ. Supaya pada pelaksanaanya MTQ nantinya area tersebut bisa terang, sehingga bisa memberikan rasa nyaman bagi peserta maupun pengunjung.

“Untuk penataan PJU sekarang kita sedang fokus di Kota Praya sebagai bagian dari upaya mendukung gelaran MTQ NTB tahun 2026 ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng Bq. Yanti Wiradarma, sebelumnya. (kir)

Banjir Simpati Warga untuk Suhaili

Praya (globalfmlombok.com)  – Mantan Bupati Lombok Tengah (Loteng) dua periode H.M. Suhaili, F.T., resmi menjalani hukuman penjara setelah terlibat kasus pidana penipuan, sejak Kamis (7/5). Pasca-penahanan tersebut, simpati dari masyarakat Loteng bahkan luar Loteng mulai mengalir.

Ungkapan simpati disampaikan masyarakat melalui unggapan media sosial (medsos) sebagai dukungan moral kepada tokoh yang dinilai sebagai Bapak Pembangunan Loteng tersebut.
Dalam berbagai unggahan, warganet lebih banyak menyampaikan berbagai prestasi H. M. Suhaili selama memimpin Bumi Tatas Tuhu Trasna. Beberapa di antaranya juga mengungkapkan kepribadian dan sikap mantan Ketua DPRD NTB tersebut yang dikenal sebagai sosok yang merakyat. Ketimbang menyinggung kasus pidana yang menjeratnya.

Tidak hanya masyarkat umum, kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Loteng juga tidak ketinggalan memberikan dukungan moral. Dengan memberikan tanggapan positif selama dipimpin oleh H.M. Suhaili dalam unggapan di media sosialnya. Tidak sedikit pula yang kembali mengenang gaya serta cara H.M. Suhaili berinteraksi dengan para ASN di Loteng.

Tidak cukup sampai di situ saja, beberapa warganet menawarkan penggalangan donasi untuk menutup kerugian yang timbul akibat dari kasus pidana yang menjerat H.M. Suhaili. Sembari memanjatkan doa keselamatan dan ketabahan bagi H.M. Suhaili yang saat ini sudah resmi menjadi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Praya.

“Sehat selalu Abah – H.M. Suhaili,” tulis warganet Ivan Dagoel di unggapan Roky Rohmana Afwa.
“Tiang (saya) masyarakat akar rumput di BKU (Batukliang Utara) sangat merasakan hasil nyata pemerataan pmbangunan di utara terutama infrastruktur jalan yang mulus sewaktu beliau (H.M. Suhaili menjadi Bupati (Loteng). Saya ikut merasakan apa yang beliau rasakan saat ini. Semoga Abah Uhel–sapaan akrab H.M. Suhaili, selalu sehat dan tabah menghadapi ujian dunia saat ini. Andai ada yang buka donasi tiang siap untuk mendonasikan rizki untuk beliau,” tulis Lukman Hakim, warganet lainnya.

Ramainya simpati masyarakat tersebut menurut Kuasa Hukum H.M. Suhaili, Abdul Hanan, S.H., secara pribadi sosok H.M. Suhaili merupakan orang baik. Simpati yang diberikan pun begitu masif disampaikan oleh masyarakat di daerah ini. “Jadi di media sosial hampir semuanya memberikan simpati dan kesan positif kepada H.M. Suhaili,” ujarnya, Minggu (10/5).

Pihaknya pun menduga ada pihak tertentu yang tidak puas dengan H.M. Suhaili. Sehingga mempolitisir kasus pidana yang menjerat H.M. Suhaili. Padahal sejak awal pihaknya sudah sanggup dan bersedia menyelesaikan persoalan yang ada secara baik. Dengan bersedia mengembalikan kerugian yang menjadi penyebab munculnya kasus tersebut.

“Kita menduga ada upaya pembunuhan karakter terhadap H.M. Suhaili sebagai salah satu tokoh di daerah ini,” imbuhnya.

Disinggung apakah ada upaya hukum lainnya yang akan ditemuh pasca vonis hukum H.M. Suhaili, ia menegaskan masih akan dikonsultasikan dengan pihak keluarga. “Soal langkah hukum selanjutnya, kita akan konsultasikan dengan klien,” tegas Abdul Hanan. (kir)

BMKG: NTB Masih Berpotensi Diguyur Hujan Saat Peralihan ke Musim Kemarau

Mataram (globalfmlombok.com)

Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau, wilayah Nusa Tenggara Barat diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan dalam intensitas sedang hingga tinggi pada 10 hari ke depan. Kondisi tersebut disampaikan BMKG dalam laporan iklim dasarian II Mei 2026.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Made Budi Setiawan dalam keterangan tertulisnya mengatakan, BMKG mencatat curah hujan di NTB pada dasarian I Mei 2026 secara umum berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni berkisar 0-150 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, dengan intensitas mencapai 115 milimeter per dasarian.

Sifat hujan di berbagai wilayah NTB pada periode tersebut bervariasi, mulai kategori bawah normal hingga atas normal. Sementara itu, monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di NTB secara umum masih berada pada kategori sangat pendek hingga menengah, yakni antara satu hingga 20 hari.

BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer saat ini masih mendukung peluang terjadinya hujan di NTB. Hasil pemantauan menunjukkan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral dengan indeks minus 0,117, namun diprediksi bergerak menuju fase positif mulai Mei 2026.

Di sisi lain, anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 menunjukkan kondisi El Nino lemah dengan indeks plus 0,93. Fenomena tersebut diperkirakan berkembang menjadi El Nino moderat pada periode Mei-Juni-Juli 2026.

Secara umum, aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin timuran. Suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia berada pada kondisi normal hingga hangat, sedangkan perairan selatan Jawa, Bali, dan NTB tercatat lebih dingin.

Untuk dasarian II Mei 2026 atau periode 11-20 Mei, BMKG memperkirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian mencapai 40 persen hingga di atas 90 persen dan berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah NTB.

Bahkan, peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian diperkirakan mencapai 70 persen hingga lebih dari 90 persen di Kota Mataram, sebagian Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.

Sementara itu, hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian juga berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah dengan peluang mencapai 70 persen hingga lebih dari 90 persen.

Meski demikian, BMKG menyatakan belum mengeluarkan peringatan dini terkait curah hujan tinggi maupun kekeringan meteorologis di NTB.

BMKG tetap mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor, terutama di wilayah yang masih berada pada masa transisi musim hujan menuju musim kemarau.

Selain itu, masyarakat juga diminta memanfaatkan hujan yang masih terjadi untuk mengantisipasi potensi kekeringan saat musim kemarau berlangsung, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperhatikan kondisi saluran dan debit air di sekitar tempat tinggal.(ris/r)

Dongeng “Kiara Penjaga Hutan”, Cara Gubernur Iqbal Edukasi Anak-anak Lunyuk

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) –

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengajak anak-anak di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, untuk mencintai lingkungan, menjaga kelestarian hutan, dan berani meraih cita-cita sejak usia dini.

Pesan tersebut disampaikan Iqbal saat berdialog dan mendongeng bersama puluhan anak di Masjid Jami Al-Ihsan, Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk Sabtu (9/5/2026), usai meninjau progres penanganan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, anak-anak tampak antusias menyimak dongeng interaktif yang dibawakan langsung oleh gubernur. Melalui kisah berjudul “Kiara Penjaga Hutan”, Iqbal menggambarkan perjuangan seorang anak menjaga hutan Lunyuk dari kerusakan akibat penebangan liar.

Dengan bahasa sederhana, ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang.

“Kalau alam tidak dijaga, nanti rusak. Kalau rusak, yang merasakan dampaknya adalah kita semua,” ujar Iqbal di hadapan anak-anak.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga satwa dan ekosistem pesisir, termasuk penyu dan kura-kura yang hidup di kawasan pantai sekitar Lunyuk.

“Jangan diambil semua telurnya dan jangan diganggu. Mereka juga butuh tempat hidup seperti kita,” katanya.

Iqbal turut mengenang kondisi Lunyuk saat pertama kali ia kunjungi pada awal 1990-an. Menurut dia, kawasan tersebut dahulu masih dipenuhi hutan lebat dan satwa liar.

“Dulu sepanjang perjalanan ini hijau semua. Karena itu sekarang tugas kita bersama menjaga supaya alamnya tetap lestari,” ujarnya.

Selain menyampaikan pesan tentang lingkungan, gubernur juga mendorong anak-anak untuk memiliki semangat belajar dan keberanian meraih cita-cita. Dalam dialog tersebut, sejumlah siswa menyampaikan impian mereka menjadi guru, atlet, hingga pemimpin daerah.

“Mau jadi apa pun nanti, jadilah anak yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan daerahnya,” kata Iqbal.

Dalam kesempatan itu, seorang siswi SMP Islam Terpadu Hamzanwadi Lunyuk, Naura Fadila, menanyakan soal kesetaraan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta. Menanggapi pertanyaan tersebut, Iqbal menegaskan seluruh anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.

Ia menyebutkan berbagai program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan revitalisasi sekolah, diperuntukkan bagi seluruh siswa tanpa membedakan status sekolah.

“Negeri maupun swasta, semuanya harus mendapatkan perhatian yang sama. Yang penting anak-anak NTB bisa tumbuh sehat, cerdas, dan punya masa depan yang baik,” tegasnya.(ris/r)

Perbankan NTB di Triwulan I 2026 Tetap Solid, BI Ingatkan Risiko Kualitas Kredit

Mataram (globalfmlombok.com) –

Sektor perbankan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Triwulan I 2026 dinilai masih berada dalam kondisi solid meskipun mulai menghadapi tekanan pada kualitas kredit di sejumlah sektor usaha. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tetap positif di tengah meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada sektor-sektor utama seperti konstruksi dan pertanian.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan berdasarkan lokasi proyek, kredit perbankan di NTB pada Triwulan I 2026 tumbuh 14,32 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, kredit berdasarkan lokasi bank tercatat tumbuh 5,91 persen.

“Kinerja perbankan NTB tetap terjaga dengan kredit yang masih tumbuh positif. Namun demikian, tekanan kualitas kredit perlu menjadi perhatian karena NPL mulai meningkat di beberapa sektor utama,” ujar Hario dalam acara bincang bersama media di Mataram, Jumat (8/5/2026).

Total nominal kredit berdasarkan lokasi proyek pada periode tersebut mencapai Rp120,51 triliun. Di sisi lain, rasio NPL masih berada pada level yang relatif terjaga, yakni 1,91 persen. Meski demikian, penyaluran kredit dinilai cukup ketat dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) mencapai 255,11 persen.

Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, DPK perbankan NTB tercatat tumbuh 4,38 persen secara tahunan. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp50,69 triliun. Angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan di NTB masih tetap kuat.

Secara sektoral, pertumbuhan kredit terbesar ditopang sektor pertambangan yang tumbuh hingga 45,03 persen. Sementara itu, sektor pertanian tumbuh 3,14 persen. Adapun sektor perdagangan justru mengalami kontraksi sebesar 4,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hario menilai kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi NTB masih bergerak positif, terutama ditopang sektor-sektor unggulan. Namun, ia mengingatkan agar industri perbankan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.(ris)

Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Sepanjang 61 KM Tuntas Akhir Mei

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) –

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan di NTB ke depan harus berbasis mitigasi risiko dan perlindungan konektivitas ekonomi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau langsung progres penanganan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa, Sabtu (9/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur melihat langsung kondisi badan jalan, titik rawan longsor, sistem drainase, hingga proses penguatan lereng yang masih berlangsung di sejumlah titik. Ruas Lenangguar–Lunyuk merupakan salah satu jalur strategis penghubung wilayah selatan Kabupaten Sumbawa yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian antarwilayah.

Di lapangan, sejumlah alat berat tampak melakukan penataan badan jalan, pembersihan material longsor, pemasangan bronjong, serta pembangunan saluran drainase pada titik-titik yang dinilai rawan pergeseran tanah.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan seluruh proses penanganan harus dipercepat dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.

“30 Mei ini harus bisa selesai semua. Jangan sampai lewat lagi. Kalau bisa akhir bulan ini sudah siap,” tegasnya.

Saat meninjau salah satu titik longsor, Miq Iqbal menyoroti kondisi lereng yang labil sebagai penyebab utama kerusakan badan jalan di sejumlah lokasi.

“Kalau melihat struktur jalan di sini, persoalan utamanya ada pada lereng yang labil. Longsor menimbun badan jalan dan mengganggu akses masyarakat. Karena itu titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani lebih dulu,” ujarnya.

Menurut Miq Iqbal, pembangunan jalan tidak lagi cukup hanya berfokus pada pengaspalan badan jalan, tetapi harus memperhitungkan aspek mitigasi bencana, sistem drainase, dan karakter geografis wilayah.

Ia menilai banyak kerusakan jalan selama ini terjadi akibat minimnya saluran air dan lemahnya antisipasi terhadap potensi longsor.

“Sekarang ini drainase wajib dalam desain jalan. Jangan hanya membangun badan jalannya saja, tetapi juga harus menghitung aliran air, kondisi lereng, dan risiko longsor di sekitarnya,” katanya.

Ia juga meminta pengawas jalan tidak hanya memantau kondisi permukaan jalan, tetapi ikut menghitung potensi kerusakan di sisi kiri dan kanan ruas jalan yang dapat membahayakan masyarakat.

“Kalau kerusakan ditangani sejak awal, biayanya tidak besar. Tapi kalau dibiarkan sampai parah, anggarannya bisa ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ujarnya.

Selain fokus pada aspek mitigasi, Miq Iqbal menegaskan bahwa keberadaan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian dari wilayah selatan Sumbawa.

Ia bahkan meminta percepatan penanganan pada salah satu titik badan jalan yang dinilai membahayakan kendaraan pengangkut hasil panen masyarakat.

“Ini berbahaya untuk pengendara, apalagi saat panen raya ketika truk pengangkut hasil pertanian melintas. Kalau bisa besok sudah mulai persiapannya dan minggu depan mulai dikerjakan,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, jajaran teknis Dinas PUPR NTB memastikan percepatan pekerjaan terus dilakukan di lapangan sesuai target penyelesaian akhir Mei 2026.

Selain percepatan penanganan, Gubernur juga menegaskan komitmennya memperkuat sistem pemeliharaan jalan provinsi melalui dukungan anggaran dan pengadaan alat pemeliharaan secara bertahap.

Menurutnya, anggaran pemerintah seharusnya lebih banyak digunakan untuk membuka konektivitas baru dan memperkuat akses ekonomi masyarakat, bukan terus-menerus habis untuk memperbaiki kerusakan yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

“Lebih baik anggaran kita dipakai membuka keterhubungan wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian,” katanya.

Ruas Lenangguar–Lunyuk merupakan bagian dari proyek long segment jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa dengan panjang penanganan sekitar 61 kilometer. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi NTB senilai sekitar Rp19 miliar dan ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.(ris/r)

Desa di Pesisir Lotim Selatan Masih Minim Akses Air Bersih

Selong (globalfmlombok.com) – Kantong-kantong kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir selatan Lombok Timur (Lotim) masih menghadapi persoalan mendasar: keterbatasan akses air bersih. Padahal kebutuhan dasar ini menjadi salah satu indikator kesejahteraan masyarakat.

Direktur Fitra NTB, Ramli Ernanda, mengungkapkan, sejumlah desa pesisir di Lotim selatan belum tersentuh program penyediaan air bersih, baik dari proyek Tutuk Jerowaru maupun Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan.

“Desa-desa pesisir ini merupakan kantong kemiskinan ekstrem. Hampir separuhnya masuk dalam kategori miskin ekstrem. Persoalan paling mendasar adalah air minum,” ujar Ramli dalam diskusi tentang isu strategis di desa pesisir yang digelar Fitra NTB di Jerowaru, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Ramli, komitmen pemerintah daerah sebenarnya sudah kuat dan tertuang dalam RPJMD. Namun, implementasi di lapangan masih timpang. Tahun 2026, target penanganan justru menurun dibanding periode sebelumnya.

“Dulu sempat menembus Rp1,4 miliar pertahun untuk penanganan tahun 2019-2023. Sekarang perencanaan dan anggaran tidak nyambung,” tegasnya.

Sumber pendanaan mayoritas berasal dari Transfer Keuangan Daerah (TKD). Namun, saat ini terjadi pemotongan pada DAK Air Minum dan Sanitasi. Pemerintah daerah mencoba diversifikasi melalui PAD dan DAU, tetapi DAU diarahkan seperti DAK, yang menjadi tantangan tersendiri.

Serapan anggaran untuk air minum pada tahun 2023 sangat rendah. Realisasi belanja tidak mencapai 100 persen. “Pemda perlu melakukan pengendalian anggaran, meskipun nilai anggarannya kecil. Kualitas belanja harus dikendalikan, buka ruang pemantauan dalam pengadaan barang dan jasa,” ujar Ramli.

Pada tahun 2025 lalu, Pemerintah Lotim melalui PDAM melaksanakan proyek Sambungan Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) senilai Rp14 miliar. Namun, proyek tersebut belum mampu menjangkau seluruh wilayah pesisir Lotim selatan.

“Banyak warga di selatan yang tidak mendapatkan akses air bersih. Kami temukan juga persoalan teknis di lapangan, misalnya sambungan SR untuk MBR di Desa Wakan, penempatan pipa tidak ditanam di berangkutan. Seharusnya dilakukan secara partisipatif agar warga memahami situasi,” kritik Ramli.

Ia menambahkan bahwa proses ruang partisipasi dalam perencanaan DAK sangat penting. “Kesan kami, asal belanja saja,” tegasnya.

Ramli mendorong skema penyediaan armada tangki air bersih. Usulan ini sebelumnya juga disampaikan oleh perempuan pesisir dalam berbagai forum. Model penyediaan tangki dinilai lebih mendekatkan air ke masyarakat.

Selain itu, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk desalinasi perlu dilirik. “Di tengah keterbatasan fiskal, desalinasi bisa menjadi solusi. Beberapa investor sudah menunjukkan minat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kapasitas debit air yang masih terbatas. “Debit air hanya 100 liter per detik pada malam hari. Itu belum mampu menjangkau seluruh pesisir. Pastikan 100 liter itu tidak hanya dinikmati oleh angin saja. Harapannya bisa dinaikkan,” ujarnya.

Lokasi-lokasi seperti Sunut dan Telone harus mendapatkan perhatian serius. “Jangan sampai alasan kesulitan geografis menghalangi. Pasti ada solusi. RPJMD targetnya tinggi, kita dorong agar realisasinya sesuai,” pungkas Ramli.

Pelaksana Tugas Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur, Sopyan Hakim, kepada Suara NTB mengungkapkan, pada tahun 2025 pihaknya telah merealisasikan anggaran sebesar Rp14 miliar untuk penambahan jaringan distribusi. Program ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan SPAM Pantai Selatan yang dikelola operator SPAM Kota Raja.

Menurut Sopyan, penambahan jaringan difokuskan pada wilayah yang sebelumnya belum terlayani air bersih, khususnya di kawasan Ekas dan sekitarnya. “Sebelumnya pada 2024, jaringan dari reservoir di Ekas belum tersambung ke perkampungan. Dari anggaran Rp14 miliar itu, kami gunakan untuk membangun jaringan ke Ekas, Seriwe, Batu Nampar Selatan, dan wilayah sekitar hingga tuntas,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Dari program tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kini mulai menikmati akses air bersih secara gratis melalui sambungan rumah (SR). Total sambungan yang telah terpasang mencapai 3.400 SR.

Rinciannya, sekitar 300 sambungan terpasang di Ekas dan 450 sambungan di Seriwe. Data penerima manfaat tersebut diusulkan oleh pemerintah desa, dengan sekitar 80 persen merupakan warga berpenghasilan rendah yang sangat membutuhkan layanan air bersih.

Selain memperluas jaringan, PDAM juga meningkatkan kapasitas debit air untuk menunjang distribusi. Jika sebelumnya debit hanya 50 liter per detik, kini meningkat menjadi 100 liter per detik.
“Dengan penambahan debit ini, distribusi air menjadi lebih optimal. Saat ini kapasitas tersebut mampu menjangkau sekitar 7.000 hingga 10.000 kepala keluarga. Namun dari 3.400 sambungan baru, masih ada sekitar 6.600 KK yang belum terlayani,” jelasnya. (rus)

DPRD NTB akan Legalkan Pungutan Sumbangan Pendidikan di Tingkat SMA/SMK

Mataram (globalfmlombok.com) – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sumbangan Dana Pendidikan menjadi salah satu yang regulasi yang diusulkan oleh DPRD NTB dari lima raperda inisiatif. Raperda tersebut dinilai menjadi angin segar bagi sekolah, terutama yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi seperti SMA, SMK, dan SLB dalam menggalang pendanaan dari masyarakat.

Anggota Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan pendidikan, H. Didi Sumardi menyampaikan bahwa regulasi tersebut disiapkan sebagai jalan tengah untuk membantu kebutuhan operasional sekolah, di tengah keterbatasan anggaran pendidikan dan pascamoratorium pungutan sumbangan yang sebelumnya diberlakukan oleh Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Kebijakan moratorium itu sempat membuat sejumlah sekolah kesulitan menutup kebutuhan operasional kegiatan, yang tidak dapat tercover oleh dana BOS maupun APBD. Sehingga regulasi ini lahir dari aspirasi masyarakat dan para pemangku kepentingan pendidikan yang menilai kebutuhan pembiayaan sekolah saat ini belum sepenuhnya mampu ditopang oleh anggaran dari pemerintah.

“Itu lahir dari aspirasi masyarakat, khususnya stakeholder pendidikan yang memandang perlu ada jalan tengah untuk memenuhi kebutuhan anggaran sekolah, karena secara kalkulatif standar pembiayaan atau unit cost per siswa masih kurang memadai,” ujar Didi pada pekan kemarin.

Menurut politisi Partai Golkar itu, aturan tersebut juga memiliki dasar hukum yang jelas. Dalam peraturan perundang-undangan disebutkan bahwa sumber pembiayaan pendidikan dapat berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat.

Karena itu, kata dia, partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan dimungkinkan selama dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tidak memberatkan. “Nah bagian dari itulah kemudian terkonstruksi dalam bentuk rancangan perda tentang sumbangan dana pendidikan dari masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, skema sumbangan dalam perda ini nantinya hanya diperuntukkan bagi orang tua siswa atau masyarakat yang mampu. Sementara warga tidak mampu dipastikan tidak boleh dibebani pungutan dalam bentuk apapun.

“Bagi yang mampu saja. Untuk yang tidak mampu bebas, tidak boleh. Bahkan ada larangan secara khusus untuk tidak boleh dipungut yang bersumber dari orang tua dan atau masyarakat tidak mampu,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Raperda tentang sumbangan dana pendidikan tersebut menjadi satu paket dari lima usulan legislasi DPRD NTB tahun 2026. Selain Raperda Sumbangan Dana Pendidikan ini, legislatif juga mengusulkan perubahan Perda Bale Mediasi, perlindungan petani, pencegahan pinjaman online ilegal dan judi online, serta Perda terkait pertambangan mineral dan batubara. (ndi)

PT PCF Komitmen Selesaikan Kewajiban Pengelolaan Mataram Mall

Mataram (globalfmlombok.com) – Manajemen PT Pacific Cilinaya Fantacy (PCF) menanggapi dinamika pembahasan kontrak pengelolaan kawasan Mataram Mall dengan Pemerintah Kota Mataram. Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh kewajiban yang telah disepakati bersama pemerintah daerah.

General Manager (GM) Mataram Mall, Teddy Saputra, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi internal secara serius guna mencari formula dan solusi terbaik terkait kelanjutan kerja sama pengelolaan kawasan Mataram Mall.

“Untuk saat ini kami sedang berdiskusi secara intens dengan semua tim untuk mencari formula dan solusi yang terbaik,” ujarnya, pekan kemarin.

Menurut Teddy, konsolidasi internal tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam menjaga hubungan profesional dengan Pemerintah Kota Mataram yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Ia meyakini, dengan dukungan semua pihak, kerja sama antara PT PCF dan Pemkot Mataram ke depan dapat berjalan lebih baik serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Mataram.

Karena itu, lanjutnya, PT PCF berkomitmen untuk tetap bertanggung jawab terhadap seluruh kewajiban yang selama ini menjadi bagian dari kerja sama pengelolaan kawasan Mataram Mall.
Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Mataram atas hubungan kerja sama yang telah berlangsung selama kurang lebih 30 tahun.

“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan Bapak Wali Kota Mataram. Sebagai pengusaha, kami sudah sekitar 30 tahun mengelola kawasan Area Pertokoan dan Hotel Mataram (APHM) Cilinaya,” katanya.

Selama mengelola kawasan Mataram Mall, PT PCF disebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Kota Mataram, termasuk pelaku usaha kecil dan UMKM yang menggantungkan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, meminta PT Pacific Cilinaya Fantacy (PCF) segera menyelesaikan seluruh tunggakan kewajiban menjelang berakhirnya kontrak kerja sama pada 11 Juli 2026. Pelunasan kewajiban tersebut disebut menjadi syarat utama sebelum pemerintah membahas kemungkinan perpanjangan maupun penyusunan kontrak baru.

Mohan menjelaskan, Pemerintah Kota Mataram telah membentuk tim kajian hukum untuk menelaah seluruh aspek kerja sama, termasuk kontrak, aspek sosial, dan hal lain yang berkaitan dengan keberlangsungan pengelolaan Mataram Mall.

“Kemarin dokumennya sudah ada dan sudah saya pelajari. Intinya, kami meminta PT Pacific Cilinaya Fantacy menyelesaikan kewajiban sesuai dengan kesepakatan kontrak yang telah dituangkan sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah kewajiban yang belum dipenuhi antara lain tunggakan royalti berdasarkan hasil perhitungan appraisal. Karena itu, penyelesaian seluruh kewajiban hingga tenggat waktu 11 Juni 2026 dinilai sebagai langkah awal yang menjadi prioritas sebelum pemerintah mengambil keputusan lebih lanjut terkait status kerja sama. (pan)

Kapolda NTB Berganti, Irjen Edy Murbowo Digantikan Irjen Kalingga

Mataram (globalfmlombok.com) – Kapolda NTB mengalami pergantian. Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi terhadap Edy Murbowo dari jabatan Kapolda NTB bersama sejumlah kapolda lainnya di Indonesia.

 Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Anwar.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, Sabtu (9/5/2026) membenarkan pergantian pemimpin tertinggi di lingkungan Polda NTB itu. “Iya, benar,” ucapnya saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Ia menjelaskan, Edy Murbowo dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Polda NTB dalam rangka memasuki masa purna tugas. Posisi Kapolda NTB selanjutnya akan diisi oleh Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Polri.

 Kholid mengaku masih belum mengetahui pelaksanaan serah terima jabatan Kapolda NTB itu. “Masih menunggu jadwal sertijab di Mabes,” terangnya.

 Sebelumnya, Edy Murbowo resmi menjabat Kapolda NTB menggantikan Irjen Pol Hadi Gunawan pada Senin (29/12/2025). Pergantian tersebut berdasarkan Surat Telegram Nomor: ST/2781/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025.

 Profil Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja

 Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 2 November 1970. Ia merupakan perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian 1992 tersebut dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang sumber daya manusia dan pengawasan internal di tubuh Polri. Pengalaman itu dinilai menjadi bekal penting untuk memimpin wilayah strategis seperti NTB.

 Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda NTB, dia menjabat Kakorbinmas Baharkam Polri sejak Desember 2025. Ia juga pernah menduduki posisi Auditor Kepolisian Utama Tk II Itwasum Polri.

Di bidang SDM, Irjen Kalingga pernah dipercaya mengemban jabatan sebagai Karo SDM Polda Kepri dan Karo SDM Polda Riau.

 Pengalaman kewilayahannya pun cukup luas. Ia sempat menjabat Kapolresta Tegal dan Kapolres Klaten sebelum bertugas di tingkat Mabes Polri. Selain itu, dia juga pernah menjabat Irwasda Polda Aceh dan Irwasda Polda Jawa Barat. (mit)