Beranda blog Halaman 54

Pembahasan Royalti Mataram Mall Belum Ada Titik Temu

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama PT Pasifik Cilinaya Fantasi (PCF) dan kuasa hukum menggelar pertemuan lanjutan terkait pembayaran royalti Mataram Mall di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (13/5/2026).

Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan mengenai selisih perhitungan appraisal royalti. Bahkan, peluang dilakukannya penilaian ulang atau re-appraisal masih terbuka.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani selaku juru bicara Pemkot Mataram mengatakan, pembahasan masih berada pada tahap saling mempelajari dokumen dan data perhitungan masing-masing pihak.

“Pertemuan tadi hanya sampai pada level tukar-menukar data perhitungan. Kami belum sepakat soal besaran royalti,” ujarnya.

Terkait kemungkinan appraisal ulang, Ramadhani menilai peluang tersebut tetap ada meskipun cukup berat untuk direalisasikan. Hal itu mengingat sisa masa kontrak kerja sama yang tinggal kurang dari satu bulan.

“Saya pikir kecil kemungkinannya, walaupun tetap ada potensi,” katanya.

Meski belum ada kesepakatan, kedua belah pihak sepakat untuk kembali mengevaluasi data yang ada guna memastikan tidak terdapat kekeliruan informasi. Pertemuan lanjutan yang dinilai krusial dijadwalkan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026.

Sementara itu, penasihat hukum PT PCF, Bambang Widjojanto, enggan memberikan banyak komentar terkait hasil pertemuan tersebut. Menurutnya, terdapat kesepakatan antara pihak perusahaan dan Pemkot Mataram agar isi pembahasan tidak dipublikasikan secara rinci.

“Tadi kesepakatannya bukan untuk konsumsi publik. Saya melanggar dong kalau menjawab,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu juga memahami bahwa selama ini informasi yang berkembang di publik lebih banyak berasal dari satu pihak, yakni Pemkot Mataram. Karena itu, hasil pertemuan disepakati untuk tidak diumbar ke publik dan difokuskan pada penyelesaian internal kedua belah pihak.

“Saya tidak enak karena kesepakatan di dalam tadi diselesaikan di sana,” katanya.

Sebagai informasi, pengelolaan Mataram Mall dilakukan oleh PT PCF melalui skema bangun guna serah dengan Pemerintah Kota Mataram selaku pemilik lahan. Kerja sama tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor 8 Tahun 1996.

Kontrak kerja sama antara Pemkot Mataram dan PT PCF dijadwalkan berakhir pada 11 Juli 2026 sesuai butir kesatu perjanjian.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. Muhammad Ramayoga mengungkapkan, nilai royalti yang seharusnya disetorkan ke kas daerah mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun. Namun, pihak pengelola selama ini disebut baru menyetorkan sekitar Rp350 juta per tahun.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp850 juta per tahun yang hingga kini masih menjadi pembahasan antara kedua pihak.

“Royalti yang harus dibayar itu nilainya sekitar Rp1,2 miliar per tahun, sementara yang dibayarkan sekitar Rp350 juta. Jadi selisihnya itu yang kita bahas. Ini yang belum ada kata sepakat antara pihak perusahaan dengan hasil appraisal,” ujar Ramayoga.

Persoalan selisih royalti tersebut bukan hal baru, melainkan akumulasi selama lima tahun terakhir sejak 2021 hingga menjelang berakhirnya kontrak pada 2026. Pemkot Mataram menegaskan pemenuhan kewajiban royalti menjadi poin krusial sebelum kerja sama resmi berakhir. (pan)

Lapak Hewan Kurban di Mataram Mulai Diperiksa

Mataram (globalfmlombok.com) – Menjelang Iduladha, Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan. Pemeriksaan perdana dilakukan di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, guna memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan beberapa hewan mengalami gangguan pada bagian mata. Meski demikian, secara umum kondisi hewan kurban dinyatakan sehat dan tidak ditemukan indikasi penyakit berbahaya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Johari, mengatakan Pemerintah Kota Mataram telah membentuk tim pemeriksa yang disebar di enam kecamatan. Total terdapat 36 personel yang bertugas melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban hingga menjelang Iduladha.

“Sudah ada timnya. Kita ada enam tim dan anggotanya 36 orang,” ujarnya, Kamis (14/5).

Ia menjelaskan, tim pemeriksa tidak hanya melibatkan jajaran Pemkot Mataram, tetapi juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB dan kalangan perguruan tinggi. Salah satu institusi yang turut terlibat adalah Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma).

Menurut Johari, pemeriksaan difokuskan untuk mengantisipasi munculnya penyakit menular pada hewan ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, maupun penyakit menular lainnya. Namun hingga saat ini, pihaknya memastikan belum ada hewan kurban yang terindikasi penyakit tersebut.

“Sementara ini tidak ada, masih aman. Kita temukan yang sifatnya bisa langsung ditangani petugas,” katanya.

Selain memeriksa kondisi fisik hewan, petugas juga memastikan hewan kurban telah memenuhi syarat, mulai dari usia yang cukup, kondisi mata yang tidak berair, hingga kaki yang tidak pincang. Pemeriksaan dilakukan agar hewan yang dijual benar-benar sehat dan layak dikurbankan.

Distan Kota Mataram juga mencatat jumlah lapak penjualan hewan kurban yang telah terdata mencapai sekitar 75 lapak. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring munculnya lapak-lapak baru milik pedagang musiman.

Johari menambahkan, hewan yang telah dinyatakan sehat nantinya akan diberikan stiker atau tanda khusus sebagai bukti telah lolos pemeriksaan kesehatan dari petugas.

“Hewan yang sehat akan diberikan stiker atau tanda khusus sebagai bukti telah melewati pemeriksaan,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram itu menyebutkan pemeriksaan akan berlangsung hingga sehari sebelum Hari Raya Iduladha.

Tidak hanya pemeriksaan fisik luar, petugas juga akan melakukan pemeriksaan organ dalam hewan saat proses pemotongan kurban berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi penyakit, termasuk cacing hati.

“Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan organ dalam hewan, seperti hati. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi cacing hati,” pungkasnya. (pan)

Pengusaha Beras Lokal Terancam Bangkrut

Mataram (globalfmlombok.com) – Pengusaha beras lokal di Kota Mataram, terancam gulung tikar alias bangkrut. Kenaikkan harga gabah dan plastik menambah biaya produksi. Sementara, pemerintah tidak menaikkan harga eceran beras premium.

Salah seorang pengusaha beras lokal Kota Mataram yang enggan disebutkan identitasnya mengeluhkan, bisnis beras premium bukan menjadi hal yang menarik dikelola oleh pelaku usaha kecil dan menengah. Kebijakan pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium Rp14.900, justru tidak menguntungkan bagi pengusaha beras. Sementara, harga plastik dan gabah basah melonjak drastis, sehingga biaya produksi membengkak. “Harga gabah basah di petani Rp7.600 -Rp7.700 per kilogram. Plastik naik gila-gilaan. Kita bukannya untung malah jadi buntung,” katanya mengeluh dikonfirmasi pada, Rabu (13/5).

Beras yang dijual atau dititip di toko di bawah harga HET. Pengusaha lokal terkadang memberikan harga dengan selisih Rp400-Rp500 per kilogram. Kondisi ini justru memparah bisnis beras lokal.
Ia menuntut pemerintah merevisi HET beras premium. Kebijakan ini justru akan menguntungkan segelintiran pengusaha terutama yang memiliki penggilingan, karena bisa memainkan harga. “Jadi pengusaha beras yang punya penggilingan diuntungkan. Kalau kami pengusaha kecil justru tidak dapat apa-apa,” katanya.

Pihaknya mengkhawatirkan jika kondisi ini berlarut-larut, maka tidak saja pengusaha beras lokal yang dirugikan melainkan masyarakat. Pasalnya, beras premium tidak bisa dipasok ke toko atau supermarket.

Menurutnya, satgas pangan semestinya tidak mengintervensi atau mengontrol pengusaha kecil melainkan mengatur pengusaha skala besar. Pengusaha kecil kata dia, hanya mengikuti kebijakan pemerintah. “Kalau kami ada kenaikkan berarti kita naikkan harganya. Kalau harga turun maka kita turunkan juga harganya,” ujarnya.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, keluhan pengusaha beras lokal akan disampaikan ke Pemprov NTB. Pihaknya akan mencoba mencari benang merah dari permasalahan tersebut. Penggilingan padi lebih banyak di Lombok Tengah, sehingga diharapkan pelaku UMKM dikumpulkan untuk mencari solusi.

Jangan sampai kata Nida, beras premium lokal kosong di toko atau ritel modern. “Kita khawatirkan tidak menutupi biaya produksi,” ujarnya.

Pihaknya tidak bisa mengubah HET beras premium, karena kebijakan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. (cem)

Jelang MotoGP, Infrastruktur Kelistrikan dan Air Bersih Sirkuit Mandalika Diperkuat

Praya (globalfmlombok.com) – Jelang perhelatan akbar balap MotoGP pada Oktober 2026 mendatang, Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat sistem mitigasi risiko serta keandalan infrastruktur pendukung yang ada di Sirkuit Internasional Mandalika. Terutama infrastruktur kelistrikan serta jaringan air bersihnya.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga standar keselamatan dan kualitas event di tengah kian meningkatnya aktivitas dan intensitas penyelenggaraan ajang atau event di Sirkuit Mandalika.
“Peningkatan prasarana penunjang ini wujud komitmen ITDC dalam menjaga standar keselamatan, operational excellence serta kualitas layanan di kawasan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai aktivitas di area sirkuit,” sebut Direktur Operasi ITDC Troy Warokka, dalam keterangnya, Kamis (14/5/2026).

Keandalan infrastruktur pendukung tersebut menjadi fondasi penting dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan berbagai event di Sirkuit Mandalika. ITDC secara berkelanjutan terus meningkatkan sistem keselamatan dan utilitas kawasan. Hal ini supaya operasional event dapat berjalan lebih aman, andal dan responsif terhadap berbagai potensi risiko yang ada.

Beberapa penguatan yang dilakukan di antaranya pembangunan sistem fire protection dan kelistrikan di sejumlah titik strategis di Sirkuit Mandalika. Dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2025 lalu. Dengan rencana beroperasi mulai Agustus dan September 2026 mendatang.

Untuk antisipasi kebakaran, ITDC telah mengoptimalkan sistem perlindungan dan mitigasi keadaan darurat di area paddock, Royal Box, dan Royal Hall. Dengan memasang fire alarm, pembangunan jaringan hydrant serta penyediaan fire pump house sesuai standar keselamatan kebakaran internasional. Sistem tersebut didukung oleh pompa utama dan pompa cadangan yang bekerja secara terintegrasi untuk memastikan jaringan hydrant siap digunakan dalam kondisi darurat.

“ITDC juga membangun Ground Water Tank (GWT) yang terhubung dengan jaringan air bersih kawasan The Mandalika untuk memastikan ketersediaan pasokan air yang memadai untuk mendukung kebutuhan sistem pemadam kebakaran di area sirkuit serta fasilitas pendukung lainnya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu pihaknya juga turutu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan sirkuit agar tetap stabil. Salah satunya dengan pemasangan kubikel tegangan menengah. Kemudian pemisahan jaringan listrik antara gedung dan peralatan utama balap (race equipment) di Race Control.

Dengan dukungan UPS sirkuit, UPS PLN serta penyulang PLN dan hingga genset PLN. Sehingga pasokan listrik ke Sirkuit Mandalika bisa tetap terjaga dan stabil selama event berlangsung.

Untuk mendukung distribusi beban listrik yang lebih merata sekaligus menunjang kebutuhan operasional tim balap dan penyelenggaran event, di area paddock ITDC sudah menambahkan sumber listrik baru bertegangan tiga fase. Bersamaan dengan itu di area Royal Box kini sudah dilengkapi pasokan listrik yang mendukung layanan hospitality serta kebutuhan catering.

“Sedangkan di Royal Hall kini sudah memiliki jaringan listrik permanen untuk mempercepat proses persiapan event di kawasan sirkuit,” ujarnya seraya menambahkan, ITDC juga melengkapi seluruh panel di area sirkuit dengan power meter untuk memantau beban listrik secara real time dan menjaga kestabilan daya. (kir)

RSUD Lombok Utara Siapkan Layanan Rehabilitasi Medik

Tanjung (globalfmlombok.com) – RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan terobosan dengan menghadirkan layanan rehabilitasi medik bagi penderita penyakit stroke dan nyeri kronis. Spesialisasi kedokteran ini dibuka dengan tujuan memulihkan fungsi tubuh, meningkatkan kemampuan fisik, dan mengoptimalkan kualitas hidup pasien akibat cedera, penyakit, atau kecacatan.

Kabid Humas RSUD Lombok Utara, Okta Santika Iriani, S.Kep., Ners., mengungkapkan, spesialisasi layanan medik dibuka sebagai wujud komitmen Pemda Lombok Utara melalui rumah sakit daerah untuk terus mengembangkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Sebagai poli baru, layanan ini perlu mendapat banyak dukungan sosialisasikan baik melalui media sosial, media cetak maupun elektronik.

“Kami dari pihak manajemen akan melengkapi fasilitas apa saja yang dibutuhkan di poli fisioterapi untuk mendukung pelayanan dokter spesialis tersebut,” ujar Okta, Rabu (13/5/2026).

Ia mengatakan, pasien akan menjalani asesmen menyeluruh oleh dokter spesialis (Sp.KFR) sebelum mendapatkan program terapi yang dipersonalisasi. Fasilitas umumnya mencakup ruang terapi sensori integrasi, elektroterapi (MWD, Ultrasound), dan gym latihan fisik.

Sementara, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. M. Syairozi Hidayat, Sp.KFR., menjelaskan poli baru ini dibuka untuk tujuan fokus pelayanan pada pemulihan kemampuan pasien yang terganggu akibat berbagai kondisi, mulai dari stroke hingga nyeri kronis seperti punggung, bahu, dan lutut. Banyak pasien, kata dia, berhenti memulihkan diri di tahap pengobatan penyakit, sementara fungsi tubuhnya belum pulih optimal.

“Rehabilitasi medik ini hadir untuk menjembatani itu, agar pasien bisa kembali beraktivitas secara mandiri,” ujarnya.

Syairozi mengutarakan, layanan rehabilitasi medik di RSUD KLU ditangani oleh satu dokter spesialis dan dua fisioterapis. Kendati baru, pihak manajemen telah menyiapkan sejumlah alat fisioterapi dasar yang mendukung proses pemulihan pasien.

“Layanan ini belum terintegrasi dengan BPJS Kesehatan dan masih dalam tahap pengajuan. Akibatnya, pasien untuk sementara harus mengakses layanan dengan biaya mandiri,” tambahnya.
Pihaknya berharap, kehadiran layanan ini menjadi langkah awal yang signifikan bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Lombok Utara. RSUD KLU akan terus berupaya optimal memenuhi tuntutan akses kesehatan sehingga tercapai peningkatan kualitas harapan hidup di masyarakat. (ari)

Jelang Kenaikan Tipe, Sejumlah Pejabat Polres Loteng Digeser

Praya (globalfmlombok.com) – Polres Lombok Tengah (Loteng) dalam waktu ini akan mendapat kenaikan tipe. Dari Polres tipe B menjadi Polres tipe A (Polresta). Jelang perubahan tipelogi tersebut, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Loteng dimutasi. Masing-masing tiga Komandan Satuan (Kasat) serta dua Komandan Kepolisian Sektor (Kapolsek).

Tiga Kasat yang diganti yakni Kasat Lantas AKP Wulan Sucianur, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., digantikan AKP Edwin Isa Mahendra, S.T.K., S.I.K., M.H. Kemudian Kasat Intelkam kini dijabat AKP Abdul Haris yang sebelumnya diisi oleh Iptu I Komang Sugiarne, S.H. Terakhir, Kasat Resnarkoba Iptu Yudha Aditya Warman, posisinya digantikan oleh AKP Mulyadi.

Adapun dua jabatan masing-masing Kapolsek Batukliang Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., digantikan oleh Iptu I Nyoman Rudi Santoso dan Kapolsek Kawasan Mandalika Iptu Kadek Angga Nambara, S.H., digantikan oleh AKP Mulyadi.

“Pergantian jabatan ini murni merupakan kebutuhan organisasi,” sebut Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., saat memimpin serah terima jabatan di lapangan apel Mapolres Loteng, Rabu (13/5/2026) pagi.

Ia mengatakan, pergantian jabatan juga penting dalam rangka mendukung pengembangan karier setiap personel kepolisian. Sekaligus meningkatkan kinerja organisasi supaya tetap menampilkan performa yang optimal dalam menghadapi setiap tantangan tugas yang kian komplek.

Ia menegaskan, bagi anggota Polri, menjalankan tugas adalah bentuk pengabdian dan ibadah. Jadi harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab. Di mana pun tempat bertugas.

Maka penting bagi pejabat baru untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru. “Terus tingkat kinerja serta laksanakan tugas dengan optimal. Guna menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks,” pintanya seraya‎ memberikan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdian dan dedikasi selama bertugas di Polres Loteng. (kir)

Di Forum MPU 2026, Wagub Tegaskan Kekuatan Bali–Nusra

Semarang (globalfmlombok.com) — Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai kekuatan strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan, konektivitas wilayah, dan transisi energi berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub NTB saat menghadiri Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Hotel Tentrem, Semarang, Selasa (12/5/2026).

Rapat kerja tersebut menghasilkan kesepakatan bersama antarprovinsi anggota FKD MPU untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor pangan, energi, dan konektivitas kawasan.

Kegiatan dibuka dengan arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang disampaikan secara virtual. Dalam arahannya, Wapres menekankan bahwa wilayah anggota FKD MPU memiliki posisi strategis karena dihuni sekitar 183 juta jiwa dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Presiden menginstruksikan percepatan swasembada pangan dan energi sebagai benteng pertahanan nasional. Saya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret dan inovatif,” tegas Wapres.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wagub NTB memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam memperkuat kawasan Bali–Nusra yang meliputi Bali, NTB, dan NTT.

Menurut Wagub, NTB memiliki kapasitas besar sebagai daerah penyangga pangan nasional, termasuk dalam sektor peternakan dan perikanan.

“Beberapa komoditas kami seperti perikanan sekarang sudah bisa diekspor langsung dari NTB. Begitu juga sapi, karena sebagian kebutuhan Jabodetabek dipenuhi dari wilayah kami,” ujar Wagub.

Selain sektor pangan, NTB juga terus memperkuat investasi dan pengembangan energi terbarukan melalui potensi pertambangan dan keberadaan fasilitas smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Wagub menegaskan, kerja sama antardaerah tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, tetapi harus memiliki arah, target, dan implementasi yang terukur.

Karena itu, Pemprov NTB bersama daerah kawasan Bali–Nusra mulai melibatkan perguruan tinggi dan akademisi untuk memetakan potensi energi terbarukan dan sumber daya strategis daerah.

“Kami ingin kerja sama ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata, berbasis riset, dan memiliki dampak langsung bagi pembangunan kawasan,” jelasnya.

Langkah kolaboratif tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, yang menilai kerja sama Bali, NTB, dan NTT sebagai model kolaborasi regional yang progresif dan perlu diperkuat melalui target yang lebih konkret.

“Kerja sama Bali, NTB, dan NTT ini sangat baik. Yang dibutuhkan sekarang adalah ukuran keberhasilan yang jelas, mulai dari target energi terbarukan hingga output pembangunan yang terukur,” ujar Bima Arya.

Rapat kerja FKD MPU 2026 turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, serta perwakilan kepala daerah dari seluruh provinsi anggota FKD MPU. (r/ham)

Pertamina Patra Niaga Tambah 89 Ribu Tabung LPG 3 Kg di NTB, Siaga Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih

Mataram (globalfmlombok.com) – Pekan ini, masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmat _long weekend_ selama empat hari berturut-turut mulai Kamis 14 Mei hingga Minggu 17 Mei 2026. Kamis (14/5) merupakan momen penting bagi seluruh umat Kristiani, yakni perayaan sukacita Kenaikan Isa Almasih. Dengan adanya momen _long weekend_ ini, Pertamina Patra Niaga pastikan pasokan energi di wilayah NTB, baik BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Pertamina Patra Niaga sebagaimana disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, selama libur panjang ini, stok BBM dan LPG dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan. Pertamina juga tetap _standby_ di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan lancar.

“Pada momen libur panjang ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan _build up stock_ sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek _Quantity and Quality_ (QQ) BBM,” terang Ahad.

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 60 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 89.960 tabung untuk seluruh wilayah NTB. Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang pekan ini, sehingga masyarakat dapat menikmat _long weekend_ kali ini dengan tenang.

Ahad juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak _panic buying_ dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tutup Ahad.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, dimana LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat yang kurang mampu. Serta menggunakan LPG Non Subsidi (Brightgas) bagi masyarakat mampu.

Bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135.(bul)

 

Pemprov NTB Pelajari Strategi Mojokerto Tekan Stunting hingga 0,92 Persen

Mojokerto (globalfmlombok)—

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan studi tiru penanganan stunting ke Kota Mojokerto, Jawa Timur, setelah daerah tersebut dinilai berhasil menekan prevalensi stunting hingga 0,92 persen.

Kunjungan dipimpin Wakil Gubernur NTB sekaligus Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) NTB, Indah Dhamayanti Putri, Rabu (13/5/2026).

Rombongan BKOW NTB diterima di Pendopo Sabha Mandala Madya Kota Mojokerto oleh jajaran Pemerintah Kota Mojokerto, mulai dari wali kota, sekretaris daerah, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial P3A.

Turut hadir pula Ketua I dan Ketua II BKOW Provinsi Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto memaparkan berbagai strategi percepatan penurunan stunting yang berhasil menekan angka prevalensi stunting dari 4,84 persen pada 2021 menjadi 0,92 persen pada April 2026 berdasarkan data E-PPGBM.

Indah Dhamayanti Putri atau yang akrab disapa Umi Dinda mengatakan sejumlah pendekatan yang diterapkan Mojokerto sebenarnya juga telah dijalankan di NTB. Namun, ia menilai ada penguatan koordinasi dan pendampingan keluarga yang menarik untuk diterapkan lebih luas di NTB.

“Yang menarik di Mojokerto adalah penguatan koordinasi lintas sektor sampai menyentuh langsung keluarga. Pendampingan dilakukan secara intensif dan terukur, sehingga intervensi benar-benar sampai kepada anak dan keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan Mojokerto tidak hanya ditentukan sektor kesehatan, tetapi juga dukungan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah dan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, masyarakat, hingga Badan Amil Zakat Nasional.

Pemerintah Kota Mojokerto juga disebut memiliki fondasi regulasi yang kuat dalam percepatan penurunan stunting. Hingga kini, daerah tersebut memiliki 27 regulasi terkait pencegahan dan percepatan penurunan stunting, mulai dari peraturan daerah, peraturan wali kota, hingga keputusan kepala daerah.

Selain itu, dukungan anggaran dilakukan melalui intervensi lintas perangkat daerah dengan melibatkan 13 hingga 18 organisasi perangkat daerah setiap tahun.

Berbagai inovasi berbasis masyarakat juga diterapkan, mulai dari pemberian makanan lengkap bagi balita stunting, pendampingan ibu hamil, gerakan remaja sehat, hingga pengelolaan sampah organik untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dan Kepala Dinas Sosial P3A NTB yang turut mendampingi kunjungan tersebut menilai pendekatan Mojokerto menunjukkan pentingnya integrasi program, penguatan monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan intervensi berbasis keluarga.

Umi Dinda menilai pengalaman Mojokerto dapat menjadi referensi penting bagi NTB untuk memperkuat strategi penurunan stunting yang lebih terintegrasi dan berdampak langsung kepada masyarakat.

“Stunting tidak bisa ditangani secara sektoral. Dibutuhkan kerja kolaboratif, pendampingan yang konsisten, serta keberpihakan anggaran agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.(ris/r)

Kedepankan Transparansi dengan Audit, Ketua PMI Lombok Barat Bantah Tudingan Selewengkan Anggaran

Mataram (globalfmlombok.com)—

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat, Haris Karnain, membantah tuduhan dugaan penyelewengan dana sebesar Rp 150 juta yang ramai diperbincangkan di ruang publik.

Meski demikian, Haris mengaku tetap menghormati proses hukum yang tengah berjalan di Kejaksaan Negeri Mataram dan meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan tersebut.

“Dalam hal ini kami memang dipanggil Kejari terkait permintaan informasi karena adanya laporan masyarakat. Tentunya kami sangat menghormati aparat penegak hukum,” ujar Haris, Rabu (13/5/2026).

Menurut Haris, pemanggilan tersebut masih sebatas klarifikasi atas laporan masyarakat. Hingga kini, PMI Lombok Barat mengaku belum mengetahui secara rinci substansi dugaan yang dilaporkan, termasuk sumber dana yang disebut mencapai Rp 150 juta.

Ia juga mengatakan identitas pelapor belum diketahui pihaknya.

“Kami tidak memahami esensi dari dana yang disebut dikorupsi itu. Dari mana sumbernya, siapa pelapornya, kami belum tahu. Karena itu kami sangat terbuka untuk duduk bersama dan melakukan klarifikasi,” katanya.

Haris meminta media dan masyarakat mengedepankan asas praduga tak bersalah. Menurut dia, opini yang berkembang tanpa dasar jelas berpotensi merugikan organisasi maupun individu yang terlibat.

Lebih lanjut, ia menegaskan sepanjang tahun 2025 PMI Lombok Barat tidak menerima dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Seluruh kegiatan organisasi, kata dia, dijalankan dengan koordinasi bersama PMI tingkat provinsi hingga pusat.

“Setiap langkah kami laporkan. Jadi kami yakin tidak melakukan apa yang didugakan,” ujarnya.

Ia juga menyebut PMI Lombok Barat selama ini mengedepankan prinsip transparansi dalam tata kelola organisasi, termasuk melalui audit internal yang melibatkan auditor eksternal.

Sebagai bentuk keterbukaan kinerja, Haris memaparkan sejumlah capaian PMI Lombok Barat, salah satunya peningkatan pelayanan donor darah. Jika sebelumnya hanya sekitar 500 kantong darah per bulan, kini jumlahnya mencapai sekitar 2.000 kantong dalam waktu singkat.

“Dampaknya nyata, masyarakat yang membutuhkan darah di rumah sakit tidak lagi kesulitan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi NTB, Lalu R. Doddy Setiawan, menilai dugaan korupsi yang diarahkan kepada PMI Lombok Barat masih terlalu dini disimpulkan sebagai tindak pidana korupsi.

“Kalau kita bicara indikasi korupsi, ini masih terlalu jauh. Karena dalam rumusan tipikor harus ada kerugian negara. Pertanyaannya, apakah ada anggaran negara yang digunakan oleh PMI Lombok Barat? Ini yang perlu dibuktikan,” ujarnya.

Doddy menjelaskan tata kelola organisasi PMI di seluruh tingkatan telah diatur melalui AD/ART dan berbagai mekanisme internal, termasuk audit berkala.

Menurut dia, audit internal terhadap PMI Lombok Barat telah dilakukan sejak Juni 2025. Hasil audit tersebut, lanjutnya, akan segera dipublikasikan dalam waktu dekat.

PMI Provinsi NTB juga berencana menggelar rapat pleno diperluas bersama jajaran PMI Lombok Barat untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka.

“Kami akan kawal proses ini agar tetap on the track. Pekan depan akan dilakukan rapat pleno diperluas agar semua pihak memahami kondisi yang sebenarnya,” kata Doddy.(ris)