BerandaBerandaPenyakit Jantung Dominasi Kasus Rujukan CJH Embarkasi Lombok Tahun Ini

Penyakit Jantung Dominasi Kasus Rujukan CJH Embarkasi Lombok Tahun Ini

Mataram (globalfmlombok.com)-

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram mencatat tren peningkatan penyakit jantung pada jemaah calon haji (CJH) Embarkasi Lombok pada musim haji 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena cuaca panas di Arab Saudi dinilai berisiko terhadap gangguan kesehatan jemaah, terutama yang masuk kategori risiko tinggi (risti).

Ketua Tim Kerja 4 BKK Kelas I Mataram, dr. Ferry Wardhana, mengatakan penyakit jantung menjadi penyebab utama jemaah dirujuk ke rumah sakit selama proses embarkasi. Selain penyakit jantung, anemia dan penyakit lainnya juga menjadi kasus yang cukup banyak ditemukan.

“Yang dirujuk pertama karena jantung, kedua anemia, kemudian penyakit lainnya seperti gangguan irama jantung. Ada sekitar 18 persen CJH dari kelompok risiko tinggi yang kami rujuk ke rumah sakit karena penyakit jantung,” kata dr.Ferry saat berbicara kepada media, Minggu (10/5/2026) malam.

Ia menjelaskan, salah satu jemaah bahkan harus dipasangi alat pacu jantung setelah diketahui mengalami gangguan irama jantung berat. Jemaah tersebut kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut sebelum keberangkatan.

Menurut Ferry, kondisi itu masih dapat ditangani dengan baik karena jemaah berada di kelompok terbang (kloter) tengah sehingga memiliki waktu cukup untuk menjalani perawatan sebelum diberangkatkan ke tanah suci.

Ferry mengingatkan bahwa saat ini Arab Saudi tengah memasuki periode peningkatan suhu udara yang cukup ekstrem. Cuaca panas, kata dia, sangat berbahaya bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit jantung karena dapat memicu dehidrasi dan meningkatkan kerja jantung.

“Orang lebih cenderung mengalami dehidrasi saat cuaca panas. Dehidrasi akan memacu denyut jantung, dan ini bisa membuat penyakit jantung semakin berat,” ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau para jemaah untuk memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi. Selain itu, jemaah diminta tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kesehatan masing-masing.(ris)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI