BerandaBerandaDuka di Tengah Lebaran, Tiga Kecamatan di Bima Diterjang Banjir

Duka di Tengah Lebaran, Tiga Kecamatan di Bima Diterjang Banjir

Bima (globalfmlombok.com) –

Banjir akibat hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Bima, pada Sabtu (21/3/2026) siang. Bencana hidrometeorologi tersebut berdampak pada permukiman warga, infrastruktur, serta lahan pertanian di Kecamatan Soromandi, Wera, dan Woha.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Ruslan, S.Sos., menyampaikan hujan terjadi mulai pukul 13.50 Wita hingga sekitar pukul 16.00 Wita. Kondisi tersebut memicu meluapnya sejumlah sungai dan drainase di wilayah terdampak.

Di Kecamatan Soromandi, banjir terjadi di Desa Sai sekitar pukul 15.00 Wita. “Air sungai meluap akibat tingginya debit air dari gunung, sehingga merendam permukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian. Selain itu, bronjong penahan sungai di jembatan limpasan mengalami kerusakan,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Kerusakan bronjong tersebut menyebabkan hilangnya struktur pelindung tebing sungai. “Kondisi ini berpotensi memicu longsor susulan, erosi tanah, serta meluapnya air ke permukiman warga di sekitar bantaran sungai,” sebutnya.

Banjir juga berdampak pada akses jalan provinsi lintas Sai-Sampungu. Arus lalu lintas sempat terganggu karena kendaraan tidak dapat melintas akibat derasnya arus air. “Saat ini, air banjir mulai berangsur surut, sementara pendataan terhadap lahan pertanian dan infrastruktur masih berlangsung,” katanya.

Di Kecamatan Wera, banjir terjadi di Desa Bala pada waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 15.00 Wita. Banjir dipicu oleh meluapnya drainase yang tidak mampu menampung debit air dari gunung.

“Ketinggian air di Desa Bala bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter. Selain disebabkan kapasitas drainase yang terbatas, kondisi diperparah oleh adanya sampah yang menyumbat saluran air,” tuturnya.

Dampak banjir di Desa Bala menyebabkan tiga kepala keluarga atau 11 jiwa terdampak. Satu unit rumah beserta peralatan perbengkelan mengalami kerusakan, sementara dua unit rumah lainnya terendam banjir.

“Selain itu, satu kepala keluarga yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut. Ruas jalan di Dusun Bala, RT 001/RW 001, juga tergenang air sehingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Tapi saat ini banjir telah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta sampah,” urainya.

Sementara itu, di Kecamatan Woha, banjir terjadi di Desa Talabiu sekitar pukul 15.30 Wita. Tingginya debit air sungai menyebabkan kerusakan pada sayap Bendung La Nonu.

BPBD Kabupaten Bima memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir di tiga kecamatan tersebut. Namun, dampak terhadap lahan pertanian dan infrastruktur masih dalam proses pendataan.

“Tim BPBD melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait terdampak dan melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak,” ujarnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.

BPBD Kabupaten Bima juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi terdampak. “Kebutuhan tersebut meliputi bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan, serta alat berat berupa excavator untuk menggali sedimen di jembatan limpasan Desa Sai, Kecamatan Soromandi,” tutupnya. (hir)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI