Dompu (globalfmlombok.com) – Balai Taman Nasional Tambora (TNT) berhasil menangani dan memastikan sudah tidak lagi menemukan titik panas maupun kobaran api di kawasan Lereng Utara Tambora sejak Jumat (10/7) pekan kemarin. Tim dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Jabalnusra, akhirnya memutuskan kembali ke Mataram setelah membantu proses pemadaman api.
Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, M.Si., kepada Suara NTB, Minggu (12/7), mengatakan meski api sudah tidak ditemukan, pihaknya tetap melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
Balai TNT terus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan maupun para pengunjung, agar tidak membuang puntung rokok, menyalakan api sembarangan, atau melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Luas kebakaran 1.956 hektare, tidak ada penambahan,” ungkap Abdul Azis.
Ia menjelaskan, luas kawasan yang terdampak kebakaran di Lereng Utara Tambora mencapai 1.956 hektare dan hingga saat ini tidak bertambah. Dengan tidak ditemukannya lagi titik api sejak Jumat, tim dari Balai Dalkarhut Jabalnusra yang sebelumnya diterjunkan untuk membantu pemadaman telah kembali ke Mataram pada Sabtu.
Meski kondisi kebakaran telah terkendali, Balai Taman Nasional Tambora tetap mengimbau masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat kawasan hutan sangat rentan terbakar, sehingga diperlukan peran aktif seluruh pihak untuk mencegah munculnya kebakaran baru. (ula)


