BerandaBerandaJaspel Nakes RSUD NTB Naik

Jaspel Nakes RSUD NTB Naik

Mataram (globalfmlombok.com) – Jasa Pelayanan (Jaspel) sebanyak 2.600 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB naik bertahap. Setelah mengalami pemotongan antara 30-50 persen karena rumah sakit harus melunasi utang, kini rumah sakit kembali menaikkan Jaspel sebesar 2,5 persen. Sehingga, total Jaspel yang diterima oleh nakes sekitar 27,5 persen.

Demikian disampaikan Direktur RSUD NTB, Asrul Sani belum lama ini. Pihak rumah sakit, katanya sudah mulai menaikkan Jaspel pada bulan Juni kemarin. Mulanya Jaspel yang diterima oleh nakes sebesar 25 persen, kini naik menjadi 27,5 persen.

“Cuma secara umum tadi, jasanya sudah meningkat dari kemarin 25 persen menjadi 27,5 persen,” ujarnya.

Menurutnya, besaran dana yang dialokasikan untuk pembayaran Jaspel bergantung pada jumlah pasien dan nilai klaim yang diterima rumah sakit setiap bulan. Semakin tinggi pendapatan klaim, maka nilai jasa pelayanan yang diterima pegawai juga akan meningkat.

Ia menyebutkan rata-rata anggaran pembayaran jaspol dapat mencapai sekitar Rp9 miliar per bulan untuk sekitar 2.600 pegawai.

Adapun alasan kenaikan Jaspel dilakukan secara bertahap meski RSUD telah melunasi utangnya. Mantan Kadis Dispora Lotim itu mengaku pihaknya tetap mengacu pada regulasi yang membatasi porsi jasa pelayanan maksimal sebesar 40 persen.

“Kami harus menjaga keseimbangan. Jangan sampai jasa pelayanan naik, tetapi biaya operasional rumah sakit justru terganggu. Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” katanya.

Selain membahas jasa pelayanan, manajemen juga menyinggung kondisi sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit. Secara jumlah, pegawai dinilai relatif mencukupi, namun masih terdapat kekurangan pada sejumlah tenaga kesehatan tertentu, terutama dokter spesialis, dokter subspesialis, dan tenaga keperawatan.

Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD NTB, Baiq Nelly Kusumawati mengatakan pihaknya tetap memperhatikan kesejahteraan para tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD NTB. Namun, untuk mengembalikan nominal jaspel dalam waktu dekat dinila tidak memungkinkan. Hal ini karena meski nilai kenaikan jaspel tidak terlalu tinggi, namun diberikan kepada ribuan pegawai, sehingga tetap membutuhkan anggaran besar.

Ditambah lagi, jaspel masuk dalam anggaran belanja pegawai. Dengan membengkaknya belanja pegawai NTB hingga 33 persen lebih, ditambah lagi adanya tekanan dari pusat untuk menekan hingga 30 persen di akhir tahun 2026 menjadikan RSUD NTB masih memikirkan formula terbaik pengembalian nominal jaspel kepada pegawai.

“Jumlah pegawainya kan 2600 an. Semuanya akan dinaikkan. Jadi sekarang formulanya masih kita hitung,” ujarnya.

Sebagai Wakil Direktur, Nelly mengaku pegawai merupakan faktor utama pelayanan dalam rumah sakit. Untuk itu, pihaknya memastikan para pekerja di RSUD NTB mendapatkan gaji yang sesuai dengan pelayanan yang mereka berikan.

“Jadi insyaAllah semuanya sudah kita pikirkan. Kita menuntut pelayanan yang baik atau kita menuntut mereka bekerja sesuai dengan tanggung jawab. Kita juga akan memberikan hak sesuai dengan kinerja mereka,” katanya.

Jaspel RSUD NTB, lanjut mantan Inspektur Kota Mataram itu maksimal 40 persen. Saat ini, jaspel untuk pegawai dialokasikan sekitar 25 persen. Namun, untuk total nominal dari alokasi 25 persen itu, Nelly mengaku belum mengetahui pasti, sebab perlu dihitung melalui aplikasi.

Di lain sisi, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Nursalim memastikan jaspel pegawai RSUD akan meningkat seiring dengan lunasnya utang rumah sakit tersebut. Besaran pemotongan jaspel, katanya berkisar antara 30-50 persen. Dengan positifnya tata kelola keuangan di RSUD, tidak menutup kemungkinan di awal tahun nanti, para pegawai menerima jaspel sesuai nominal awal. “Nanti kalau 2027 bagus keuangannya, bisa kembali lagi,” katanya. (era)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI