Dompu (globalfmlombok.com) – Ruang sidang utama DPRD Kabupaten Dompu yang menjadi lokasi perusakan saat aksi massa beberapa hari lalu kini dipasangi garis polisi. Hal ini berdampak pada rapat paripurna pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025, terpaksa dipindahkan ke Aaula Dinas Dikpora Dompu pada Rabu (1/7).
Sebelum rapat dimulai, Wakil Ketua DPRD Dompu, Kurnia Ramadhan, SE., ME., yang memimpin menyampaikan permohonan maaf kepada unsur Forkopimda, Wakil Bupati Dompu, anggota DPRD, serta pimpinan perangkat daerah atas ketidaknyamanan lokasi pelaksanaan rapat paripurnan.
“Ruangan paripurna kita untuk sementara tidak bisa digunakan, karena saat ini masih dalam pengawasan pihak kepolisian dan telah dipasang police line. Siapa pun yang akan menghalangi atau menerobos garis polisi dapat dianggap menghambat proses penyidikan,” ungkap Kurnia Ramadhan.
Ia berharap seluruh peserta rapat dapat memahami kondisi tersebut. Menurutnya, keterbatasan fasilitas tidak akan menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD sebagai lembaga legislatif.
Rapat paripurna tersebut, membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Agenda meliputi penyampaian laporan Badan Anggaran DPRD, jawaban pemerintah daerah, pandangan akhir fraksi-fraksi, hingga sambutan Bupati Dompu yang disampaikan oleh Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH.
Seluruh fraksi yang hadir menyatakan menerima Raperda tersebut, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Fraksi yang menyatakan persetujuan yakni Fraksi NasDem, Gerindra, PKB, Karya Nurani Sejahtera, serta Matahari Bulan Bintang Pembangunan.
Sementara Fraksi Demokrat tidak mengikuti rapat karena sedang menghadiri agenda partai. Namun, menurut Kurnia Ramadhan, fraksi tersebut telah menyampaikan kepada pimpinan DPRD bahwa mereka menyetujui Raperda tersebut untuk ditetapkan menjadi Perda.
Pantauan di Kantor DPRD Dompu menunjukkan ruang sidang di lantai dua masih dipasangi police line pada pintu utama. Di depan ruang sidang tampak empat kursi anggota DPRD yang rusak serta sebuah meja penerima tamu. Di dalam ruangan, sejumlah kursi terlihat berhamburan dan sebagian mengalami kerusakan, sedangkan meja pimpinan sidang masih dalam kondisi utuh. (ula)


