Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sejumlah siswa SMK asal Lombok Tengah (Loteng) yang diduga bolos sekolah saat jam belajar terjaring razia Satpol PP Lombok Barat (Lobar). Bahkan, mereka kedapatan sedang merokok dan meminum minuman keras di sebuah tempat wisata pemandian di wilayah Suranadi Kecamatan Narmada, Lobar. Untuk memberi efek jera, mereka dibawa ke Markas Satpol PP untuk dibina.
Kasatpol PP Lobar, I Ketut Rauh menegaskan bahwa tim TRC Satpol PP turun menindaklanjuti aduan masyarakat terkait anak-anak yang diduga bolos sekolah di wilayah Suranadi. “Kami turun (razia) dan betul mereka lagi minum-minum (miras) anak-anak SMK dari Lombok Tengah,” kata Rauh Minggu (8/11/2026).
Dikatakan, anak-anak ini terjaring razia di kafe ilegal di wilayah Suranadi. Mereka merupakan Siswa SMK yang berasal Loteng. Siswa yang terjaring razia dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan sanksi, berupa pembinaan fisik.
Langkah lebih lanjut, pihaknya berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk diberikan pembinaan lebih lanjut. Namun, jika terjaring pada saat pulang sekolah, pihaknya tidak bisa berkoordinasi dengan sekolah. Sedangkan bagi yang terjaring pada waktu jam belajar, pihaknya memanggil pihak sekolah untuk datang ke Kantor Satpol PP Lobar. “Kami panggil guru untuk dapat pembinaan di sekolah,” ujarnya.
Pihaknya berharap sekolah dalam hal ini guru secara bersama-sama mengontrol anak-anak ketika di sekolah, karena guru lebih tahu siswa masuk saat jam belajar. Ketika mereka tidak ada bisa langsung koordinasi dengan orang tua untuk mengecek.
“Jangan dari rumah mereka bilang sekolah, tapi ternyata di sekolah tidak ada. Kita sama-sama kontrol, tidak saling menyalahkan demi masa depan anak-anak,” harapnya.
Pihaknya sendiri melakukan razia rutin tiap hari. Bahkan dalam sehari, pihaknya turun dua sampai tiga kali dengan lokasi berbeda-beda. Langkah ini dilakukan dalam upaya penertiban dan mendukung program Pemkab Lobar dalam hal ini Dikbud Lobar. (her)


