Beranda blog Halaman 73

Dampingi Desa Berdaya di Sakra, Ketua TP PKK NTB Tekankan Intervensi Sosial Tepat Sasaran

Selong (globalfmlombok.com) – Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, memimpin survei lokasi sekaligus diskusi pendampingan Program Desa Berdaya di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK NTB Windi Abul Chair beserta jajaran TP PKK Provinsi NTB.

Dalam arahannya, Bunda Sinta menegaskan keterlibatan TP PKK Provinsi NTB dalam Program Desa Berdaya merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi NTB, khususnya dalam pengentasan kemiskinan.

“Kami ingin PKK memberi peran dalam mendukung program utama pemerintah daerah, yakni pengentasan kemiskinan melalui Desa Berdaya. Tahun 2026 kami ingin menjadi pendamping bagi dua desa di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Lombok Timur dipilih sebagai lokasi pendampingan karena dinilai memiliki potensi besar, namun masih menghadapi sejumlah persoalan sosial yang membutuhkan perhatian khusus
Berdasarkan data yang dimiliki TP PKK NTB, intervensi di bidang kesehatan dan sosial menjadi fokus utama, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan pencegahan pernikahan anak.

“PKK Provinsi memiliki dua misi besar, yakni membantu penurunan angka stunting dan penurunan angka pernikahan anak di NTB,” katanya..

Menurutnya, pendampingan di Desa Sakra harus dilakukan secara terukur dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, TP PKK melibatkan pemerintah desa, pendamping desa, kader PKK, hingga kader Posyandu agar program yang dijalankan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program yang telah ada sebelumnya.

Bunda Sinta juga menekankan pentingnya pengawasan dan monitoring berkelanjutan dalam setiap program pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai banyak program yang tidak berjalan optimal akibat lemahnya pemantauan pascapelaksanaan kegiatan.

“Kalau monitoring tidak berjalan baik, semangat masyarakat bisa turun dan program kembali dimulai dari nol. Karena itu kita harus bergerak bersama, mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan, desa hingga kader-kader di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra’yal Ain Haerul Warisin, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Sakra sebagai salah satu pilot project Desa Berdaya di Pulau Lombok.

Menurutnya, Desa Sakra memiliki potensi besar di sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif yang perlu terus dikembangkan berbasis kearifan lokal.

“Kita harus mengembangkan makanan khas daerah agar menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad Nadirsyah Yumawan, menjelaskan bahwa Desa Sakra telah menerima berbagai program Desa Berdaya, baik yang bersifat transformasi maupun tematik.

Dari total 4.965 kepala keluarga di Desa Sakra, lebih dari 500 di antaranya merupakan kepala keluarga perempuan yang menjadi salah satu fokus penanganan program.

Ia menambahkan, pemerintah desa juga berencana mengembangkan usaha berbasis pangan lokal, termasuk budidaya jamur, sebagai upaya membangun industri rumahan masyarakat. “Kami berharap nantinya muncul ikon produk unggulan dari Desa Sakra melalui Program Desa Berdaya ini,” tutupnya. (r)

Pertamina: Panic Buying BBM dan Elpiji di NTB Hanya Sementara

Mataram (globalfmlombok.com) – PT Pertamina Patra Niaga memastikan lonjakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) maupun Elpiji akibat aksi panic buying masyarakat di NTB hanya bersifat sementara dan tidak berdampak signifikan terhadap konsumsi secara keseluruhan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kepanikan masyarakat biasanya terjadi pada momen tertentu, seperti saat muncul kekhawatiran kenaikan harga BBM non-subsidi.

“Seperti yang terjadi pada akhir Maret menuju awal April, ada kekhawatiran harga BBM non-subsidi naik sehingga masyarakat membeli secara berbondong-bondong di SPBU. Tapi kondisi seperti itu biasanya hanya berlangsung singkat,” ujarnya.

Menurut Ahad, lonjakan konsumsi saat panic buying umumnya hanya terjadi selama satu hingga tiga hari. Kenaikan permintaan pun relatif kecil, hanya sekitar 1 hingga 2 persen.

“Kalau terjadi kepanikan, biasanya hanya satu sampai tiga hari. Setelah kebutuhan terpenuhi, konsumsi kembali normal. Secara rata-rata kenaikannya hanya sekitar 1 sampai 2 persen,” katanya.

Untuk Elpiji, ia menjelaskan kepanikan biasanya dipicu isu kelangkaan barang di tingkat pengecer. Padahal, stok di pangkalan resmi masih tersedia.

Karena itu, Pertamina terus memperketat distribusi agar penyaluran Elpiji bersubsidi lebih diprioritaskan kepada masyarakat pengguna langsung, bukan pengecer. Langkah ini dilakukan untuk mencegah permainan harga di tingkat pengecer.

Ahad menyoroti masih adanya praktik penjualan Elpiji di atas harga wajar di tingkat pengecer. Bahkan, harga tabung Elpiji 3 kilogram di beberapa tempat dilaporkan bisa mencapai Rp30 ribu per tabung.

“Harga seperti itu dipastikan bukan berasal dari pangkalan resmi. Karena itu kami mendorong masyarakat membeli langsung di pangkalan,” tegasnya.

Untuk memudahkan masyarakat, Pertamina juga telah menyediakan akses informasi lokasi pangkalan resmi melalui tautan dan situs yang dapat digunakan masyarakat untuk mencari pangkalan Elpiji terdekat.

Sementara itu, konsumsi energi di NTB saat ini masih menunjukkan tren meningkat, terutama untuk Elpiji 3 kilogram dan BBM subsidi. Sebaliknya, konsumsi BBM non-subsidi cenderung menurun setelah adanya penyesuaian harga.

Menurut Ahad, pemerintah tetap menjaga harga Pertalite agar selisih harga dengan BBM non-subsidi tidak terlalu jauh. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah perpindahan konsumsi secara besar-besaran ke BBM subsidi yang dapat membebani anggaran negara.

Di sisi lain, Pertamina juga terus meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional melalui kilang di Balikpapan dan Cilacap guna memperkuat pasokan domestik dan mengurangi ketergantungan impor.

“Yang jelas, masyarakat tidak perlu panik karena stok tetap kami pantau dan akan ditambah jika diperlukan,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pertamina Ungkap Pemicu Kepanikan Pembelian BBM dan Elpiji di NTB “

Kejari Lotim Kaji Kemungkinan Banding di Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) membuka kemungkinan untuk mengajukan banding atas putusan persidangan enam terdakwa kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Kasi Intelijen Kejari Lotim, Ugik Ramantyo, Jumat (8/5/2026) mengatakan, alasan pihaknya akam menempuh upaya hukum lanjut karena vonis majelis hakim ada yang tidak sejalan dengan tuntutan jaksa.

“Tetapi saya belum dapat mengonfirmasi apakah banding terkait uang pengganti, atau terkait pasal atau vonis,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih mengkaji kemungkinan untuk mengajukan banding itu.

Terkait nama mantan Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy dan Sekretaris Daerah Lombok Timur, Juaini Taofik yang muncul dalam pertimbangan putusan, Ugik mengaku masih perlu mendalami hal tersebut.

“Kami masih fokus mengurus kemungkinan upaya banding 6 terdakwa kasus ini,” sebutnya.

Saat ini, Kejari Lotim juga belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram atas kasus ini. “Kami belum terima salinan putusan jadi kami belum mengetahui alasan hakim memberikan pertimbangan seperti itu,” tambahnya.

Ia melanjutkan, setelah menerima salinan putusan, baru lah pihaknya akan melakukan pendalaman. “Kami akan mempelajari, disandingkan dengan bukti-bukti yang ada,” pungkasnya.

Sebagai informasi, jaksa menetapkan enam terdakwa dalam perkara ini. Mereka antara lain Sekretaris Dikbud Lotim, As’ad; Pejabat Pembuat Komitmen (PKK), Amrulloh; Direktur CV Cerdas Mandiri, Salmukin; Marketing PT JP Press Media Utama, M Jaosi alias Ojik; Direktur PT Temprina Media Grafika, Libert Hutahaean; dan Direktur PT Dinamika Indo Media, Lia Anggawari.

Majelis hakim memvonis As’ad dengan pidana penjara selama 3 tahun, Amrulloh dengan 5,5 tahun, M Jaosi dengan 6,5 tahun, Salmukin 5,5 tahun, Lia Anggawari dengan 7,5 tahun, dan Libert Hutahaean 7 tahun penjara.

Seluruh terdakwa juga dibebankan untuk membayar denda Rp500 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 100 hari.

Selain dibebankan membayar denda, para terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti. Hakim menyuruh M Jaosi untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 238 juta subsider 3 tahun penjara.

Sementara itu, Salmukin diperintahkan untuk membayar uang pengganti Rp 1,32 miliar subsider 3 tahun penjara.

Terdakwa Lia Anggawari juga diharuskan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp534.932.342. Sedangkan Libert diharuskan membayar uang pengganti Rp3.270.708.376. Jika tidak dapat membayar uang pengganti, maka harta kekayaan terdakwa dapat dilelang. Dan apabila harta tersebut tidak mencukupi maka dapat diganti pidana kurungan selama 3,5 tahun. (mit)

Wakil Bupati Lotim Ingatkan Potensi Inflasi Akibat Lonjakan Permintaan MBG

Selong (globalfmlombok.com) – Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moh Edwin Hadiwijaya, menyoroti potensi lonjakan harga pangan seiring makin banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas ketersediaan stok komoditas agar tidak terjadi inflasi akibat permintaan serentak dalam jumlah besar oleh seluruh dapur MBG.

“Kalau stok cukup, tapi kita perlu jaga jaga supaya tidak inflasi, volumenya harus terkontrol,” ujar Edwin, menjawab Suara NTB di kantor Bupati Lotim.

Menurutnya, sejak MBG berjalan, kebutuhan bahan pangan seperti telur dan daging melonjak drastis. Dengan total 243 dapur yang tersebar di Lotim, kebutuhan telur saja bisa mencapai ribuan butir per hari jika semua dapur beroperasi bersamaan dan memesan menu makanan berbahan telur semua.

Untuk mengatasi hal itu, Edwin mengusulkan pengaturan jadwal menu secara bergilir dari Senin hingga Jumat. Dengan cara ini, volume kebutuhan harian dapat diredam tanpa mengorbankan asupan gizi siswa.

“Bisa tidak dapur diatur pilihan daftar menunya, tidak melakukan permintaan satu komoditi dalam waktu beramaan. Hal ini peu diatur agar tidak terjadi lonjakan harga,” saran Wabub.

Salah satu bahan makanan yang paling banyak diminta oleh dapur salah satunya adalah telur. Sejak kehadiran MBG, harga telur diketahui meningkat. Kerap kali ketika terjadi permintaan serentak, barang menjadi kurang dan ini bisa memicu lonjakan harga cukup tinggi.

Begitu pun untuk kebutuhan daging ayam. Saat permintaan banyak, dipastikan harga meroket. Hal ini dihadapkan tidak terjadi ketika dilakukan pengaturan bahan baku dengan sistem zonasi.

Selanjutnya Wabup menyampaikan akan berkantor di Kantor Camat seluruh Lotim. Ia menuturkan sudah minta izin langsung ke Bupati Lotim H. Haerul Warisin terkait rencananya akan berkantor secara bergiliran di semua kecamatan. Hal ini juga untuk melaksanakan janji kampanye yang telah diucapkan.

Rencananya akan dikumpulkan SPPG untuk membicarakan pengaturan menu MBG tersebut tanpa mengurangi kadar gizi harian yang harus dipenuhi oleh semua dapur.

Ditambahkan, akan dibicadakan juga soal solusi untuk dapur yang terpaksa ditutup sementara. Wabup menginginkan, jangan sampai dapur MBG tutup, tapi siswa di sekolah menjadi turut terkena dampak tidak diberikan makanan. Disarankan, ketika dapur satu tutup maka dapur yang berdekatan dengan dapur yang tutup tersebut bisa mengambil sementara pendistribusian makanan gratisnya ke sasaran dapur yang tutup tersebut.

“Semisal dapur di Jurit ditutup, langsung bisa ganti sementara. Ketika ditutup, jangan sampai siswa tidak menerima MBG,” tegasnya. Namun ia mengakui hingga saat ini belum ada solusi permanen jika dapur ditutup. (rus)

Dikunjungi Ketua PKK NTB dan Lobar, Desa Taman Ayu Jadi Proyek Percontohan Penguatan Program Desa Berdaya

Giri Menang (globalfmlombok.com)– PKK turut mendukung penguatan Desa Berdaya yang merupakan program Pemprov NTB. Pada Jumat (8/5/2026), Tim PKK dipimpin langsung Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia M Iqbal bersama Ketua TP PKK Lobar Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini turun ke Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, Lombok Barat, salah satu desa yang mendapatkan program Desa Berdaya dari Pemprov NTB.

Dalam kunjungan ini, mereka didampingi Camat Gerung Fitriati Wahyuni dan Kades Taman Ayu M Tajudin bersama kader dan warga. Sejumlah kegiatan dipantau oleh Ketua PKK di Desa ini, di antaranya Sekolah Setara yang terdiri dari para perempuan dan kerajinan tenun.

Ketua TP PKK Sinta Agathia M Iqbal mengatakan, PKK memiliki dua misi besar yang saat ini dikolaborasikan dengan PKK Lobar dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui program Desa Berdaya. “PKK provinsi mengambil dua desa yang dijadikan pilot project (proyek percontohan) tahun ini, satu desa di Lobar (Desa Taman Ayu) dan satu lagi di Lombok Timur,” sebut Sinta.

Desa Taman Ayu dipilih karena desa ini masuk Desa Berdaya, yang perlu didukung. Desa ini sebenarnya memiliki banyak sekali sumber daya manusia, baik pemerhati dan yang aktif dalam kerjaninan tenun cukup banyak. Pihaknya pun turun ke desa itu karena ingin melihat apa yang bisa dikembangkan lagi. Supaya di desa yang sudah memiliki aset luar biasa ini, bisa keluar dari daftar desa yang memiliki kemiskinan ekstrem tahun ini.

Setelah turun ke desa itu, ia menilai bahwa banyak sekali warga yang sudah memiliki gerakan-gerakan organik di antara mereka sendiri. Pihaknya akan mempelajari lagi dan meminta arahan serta masukan dari desa, kecamatan, dan kabupaten di titik mana sebaiknya tim PKK turun supaya gerakan yang dilakukannya tepat sasaran. “Hasil kami turun ini dirapatkan dalam FGD teman-teman PKK, baik provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa,” imbuhnya.

Termasuk, pihaknya mengintervensi Sekolah Setara dan kerajinan tenun dengan pola kolaborasi atau kerja sama. Pihaknya akan memperkuat monitoring yang menjadi salah satu masalah yang sering ditemukan saat turun ke lapangan.

Ketua TP PKK Lobar, Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini menambahkan, program dari provinsi ini menarik sekali. Program itu sejalan dengan program di Lobar, sehingga sangat nyambung dalam pelaksanaan ke depan. Di mana Bupati Lobar memiliki program sejahtera dari desa. Pihak PKK pun berkolaborasi dengan provinsi dalam penguatan program-program program ini.

Terlebih ia melihat di Desa Taman Ayu, banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan. Seperti Sekolah Setara bagi ibu rumah tangga di desa dan kerajinan tenun.

Sementara itu, Kepala Desa Taman Ayu Tajudin menyampaikan, kunjungan Ketua TP PKK NTB dan Lobar sangat disambut baik. Hal ini menjadi cerminan bahwa PKK mau berkolaborasi dengan desa dan seluruh unsur untuk mendorong berbagai program, baik program Desa Berdaya, Desa Cahaya, dan Sejahtera dari Desa, PKH dan lainnya.

“Karena memang basis datanya satu ini, desil satu, jadi semua unsur menembak ke satu sasaran,” ujarnya.

Ketua PKK provinsi dan kabupaten pun turun ke desa untuk memastikan peran dari perempuan mengisi program-program ini. Hal ini pun sudah dibahas dengan PKK. Perempuan di desa itu pun menjadi bagian yang diintervensi, sebab Desa Taman Ayu sendiri menjadi desa inklusi yang memerankan perempuan dalam berbagai bidang. (her)

“Beauty Contest” Desain Gedung Wanita di Lotim, Program Kedua

Selong (globalfmlombok.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur (Lotim) menggelar lomba desain (beauty contest) untuk Gedung Wanita di Selong. Kegiatan ini menjadi yang kedua kalinya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah sebelumnya pembangunan Islamic Center pada era Gubernur TGB, Zainul Majdi.

Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, H. Achmad Dewanto Hadi, yang akrab disapa Dedi, menjelaskan, proses lomba desain gedung pemerintah ini sudah memasuki tahap akhir pendaftaran. “Yang ini yang kedua setelah Islamic Center,” terang Dedi kepada Suara NTB, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, batas akhir pemasukan desain oleh peserta adalah tanggal 9 Mei 2026. Selanjutnya, proses penjurian akan berlangsung pada 9 hingga 23 Mei 2026, dan pemenang akan diumumkan pada 10 Juni 2026.

“Desain siapa yang akan kita gunakan untuk pembangunan gedung serbaguna, nanti akan kita tindak lanjuti dengan DED (Detail Engineering Design),” ujarnya.

Bupati Lotim H. Haerul Warisin sebagai juri agungnya. Setelah penentuan pemenang, Bupati yang memilih mana kemudian desain dari tiga pemenang yang akan diteruskan pembangunan fisiknya. “Desain yang ditunjuk Bupati inilah kemudian yang akan kita teruskan dengan membuat DED-nya,” ucapnya.

Dedi menegaskan beauty contest ini hanya menilai penampilan tampak dan animasi bangunan. Detail teknis dan tata ruang interior akan dituangkan dalam perencanaan teknis tersendiri yang akan dilelang.

“Karena yang kita persyaratkan peserta membuat tampak dan animasi. Itu yang akan menjadi bagian penilaian para juri,” tambahnya.

Hingga Kamis (7/5/2026), Dedi mengungkapkan sebanyak delapan desain sudah masuk ke panitia. Namun, ia memperkirakan jumlah peserta akan bertambah signifikan menjelang batas akhir pendaftaran.

Dari pemaparan pekerjaan yang dilakukan secara daring, tercatat sekitar 259 peserta mengikuti zoom briefing. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Yogyakarta, dan Solo.

“Kalau kami lihat kemarin yang mengikuti zoom saat penjelasan pekerjaan itu hampir merata. Dari Jakarta, Jawa, Bandung, Makassar, Jogja, Solo, banyak yang mengikuti,” ungkap Dedi.
Untuk memacu partisipasi, panitia menyediakan hadiah menarik. Pemenang pertama akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp150 juta. Adapun besaran hadiah untuk pemenang kedua dan ketiga masih dalam proses finalisasi.

“Ini kali pertama kita menghimpun partisipasi masyarakat untuk bangunan publik. Kriteria sudah kami sampaikan, berkaitan dengan budaya, desain, arsitektur, dan seterusnya. Mudah-mudahan mereka menerjemahkannya sesuai dengan permintaan kita,” harap Dedi.

Setelah pengumuman pemenang pada 10 Juni 2026, proses selanjutnya adalah lelang untuk DED. Pembangunan fisik gedung ditargetkan mulai kontrak pada Oktober 2026.

“Kami akan umumkan nanti tanggal 10 Juni, sudah ada pemenangnya. Kemudian kami lanjutkan DED-nya, kami lelang sehingga kontrak fisiknya direncanakan Oktober 2026,” pungkasnya.

Pembangunan Gedung Wanita ini masuk dalam program percepatan Bupati Lotim H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati Lotim H. M. Edwin Hadiwijaya. Gedung wanita ini akan jadi ikon bagi Lotim. Seiring dengan pembangunan gedung, Pemkab Lotim juga akan menata taman Rinjani Selong. Diinginkan, gedung wanita ini tak lagi tersembunyi seperti sekarang. Tali akan langsung tampak jelas kelihatan dari jalan utama di Selong.

Setelah rampung, Kadis PUPR Lotim ini berharap ke depan ada unit pengelola yang akan mengelola gedung wanita ini secara profesional. Setoa hari diharapkan ada kegiatan di gedung serbaguna Pemkab Lotim ini. (rus)

Mobilisasi Ekonomi, DPRD KLU Dorong Pemda Perluas Turnamen Tarkam

Tanjung (globalfmlombok.com) – DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendorong Pemda KLU untuk memperluas ruang turnamen sepak bola antar kampung (tarkam). Momentum tersebut tidak hanya sejalan dengan visi misi pemerintah daerah, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas ekonomi dari penyelenggaraan tersebut.

Anggota Komisi III DPRD KLU, M. Indra Darmaji Asmar, ST., Jumat (8/5/2026) mengungkapkan, animo masyarakat terhadap penyelenggaraan ajang atau event sepak bola cukup tinggi. Contohnya, pertandingan sepak bola tarkam Apan Baya Cup yang diselenggarakan pemerintah Desa Gondang bersama unsur Karang Taruna Desa setempat.

Ia mengakui, pihaknya mendapat informasi jika pertandingan tarkam Apan Baya Cup yang sudah disiapkan oleh Karang Taruna belum dapat dilaksanakan. Salah satu yang diduga menjadi alasan tertunda adalah penyelenggaraan Bupati Cup di Kecamatan Pemenang.

“Kami menilai event Bupati Cup bukan alasan untuk tidak memberi izin penyelenggaraan Apan Baya Cup. Skala turnamennya jelas berbeda sehingga event Bupati Cup tidak akan kalah pamor,” ungkap Sutranto.

Menurut dia, semakin banyak event akan semakin positif bagi eskalasi aktivitas masyarakat antarkecamatan maupun desa. Dampak positif terhadap mobilitas ekonominya akan mendongkrak kelesuan ekonomi di tengah berkurangnya alokasi belanja daerah.

Di sisi lain, ia mengapresiasi peran Karang Taruna tingkat desa karena berinisiatif menyediakan event-event yang mengundang partisipasi masyarakat banyak. Sedianya, partisipasi aktif tersebut mendapat respon yang setimpal dari pemerintah daerah.

“Kalau tidak salah, Panitia Apan Baga Cup sudah melakukan sosialisasi. Tapi turnamen terancam tertunda karena ada kendala izin lapangan,” ujarnya.

Politisi Golkar ini menambahkan, pihaknya mendukung event Bupati Cup yang direncanakan pemerintah. Kendati demikian, ia juga meminta agar Pemda mempertimbangkan lokasi penyelenggaraan.

Penyelenggaraan di Kecamatan Pemenang bukan tidak baik, tapi akan lebih tepat lagi jika dilaksanakan di Lapangan Kecamatan Gangga. Karena di sekitar lapangan akan dibangun Youth Center, sehingga Pemda sekalian bisa sosialisasi program kepemudaan di daerah ini,” tandasnya. (ari)

Pertalite Diduga Dicampur Air, Praktik Nakal Pengecer Terungkap

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membenarkan adanya praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga dicampur air oleh seorang oknum pengecer di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin, menegaskan pelaku bukan bagian dari Pertamina, melainkan oknum pengecer yang diduga sengaja melakukan penipuan terhadap masyarakat.

“Bahwa itu adalah oknum yang menjual BBM dicampur dengan air. Oknumnya sudah ditangkap oleh polisi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Samsudin, praktik tersebut merugikan masyarakat karena kualitas BBM yang dijual tidak sesuai standar. Ia menyebut pelaku diduga beroperasi pada malam hari dengan menyasar pengecer atau kios-kios kecil di wilayah pedesaan.

Distribusi BBM disebut dilakukan hingga tengah malam agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Ia juga memastikan korban dalam kasus tersebut lebih dari satu orang. Penanganan hukum sepenuhnya berada di bawah kewenangan aparat penegak hukum, sementara pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina dan kepolisian guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Yang pertama berarti Pertamina, karena dia sebagai distributornya. Kedua ke APH, apa langkah-langkah,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Arie Kusnandar, mengatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan praktik penjualan Pertalite bercampur air yang terjadi di Dusun Perian Utara, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading.

Kasus tersebut mencuat setelah seorang pemilik kios berinisial S (45) melaporkan kerugian hingga Rp1,1 juta akibat membeli BBM oplosan tersebut.

Dalam penyelidikan awal, polisi telah meminta keterangan dari korban serta dua warga lainnya berinisial H (55) dan KI (37), yang juga berasal dari wilayah setempat.

Dari hasil penelusuran sementara, terduga pelaku diketahui seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan ciri tubuh kurus kecil. Pelaku disebut menggunakan sepeda motor Honda BeAT warna putih dan mengaku berasal dari Desa Peseng Godak, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Peristiwa bermula saat pelaku datang ke kios korban pada Minggu (3/5/2026) sore untuk menawarkan Pertalite. Setelah korban menyatakan bersedia membeli, pelaku kembali datang keesokan harinya untuk memastikan pesanan.

Pada malam harinya sekitar pukul 23.30 Wita, pelaku membawa tiga jeriken biru berkapasitas sekitar 35 liter. Setelah digunakan, BBM tersebut diduga diketahui telah bercampur air.

Polisi menduga pelaku sengaja menjalankan aksinya pada malam hingga dini hari dengan menyasar kios-kios kecil agar terhindar dari pengawasan.

Saat ini, Polres Lombok Timur masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas lengkap serta keberadaan pelaku. Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati saat membeli BBM dari penjual tidak resmi.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Pemprov NTB dan kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kami memastikan seluruh lembaga penyalur (SPBU) melaksanakan penyaluran sesuai regulasi sebagai bagian upaya untuk mempersempit peluang kesempatan oknum pengecer yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan pencampuran air ke dalam produk BBM,” tegasnya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM langsung di SPBU agar mendapatkan jaminan kualitas, kuantitas, dan harga sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Praktik Nakal Oknum Pengecer di NTB Jual Pertalite Campur Air “

Musim Kemarau Panjang, The Mandalika Masuk Zona Merah Karhutla

Mataram (globalfmlombok.com) – Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Lombok Tengah mulai meningkat seiring masuknya musim kemarau tahun ini. Kondisi cuaca yang diperkirakan lebih panas dan berlangsung lebih lama akibat fenomena El Nino membuat sejumlah wilayah rawan kebakaran mulai dipetakan pemerintah daerah.

Wilayah selatan Lombok Tengah disebut menjadi kawasan dengan risiko tertinggi terjadinya karhutla. Kawasan The Mandalika bahkan masuk dalam zona merah kebakaran hutan dan lahan di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Supardan, mengatakan tingginya potensi kebakaran di kawasan selatan tidak lepas dari masih adanya aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Di selatan banyak zona merah kita. Termasuk kawasan The Mandalika dan sekitarnya. Karena di situ masih ada masyarakat kita yang membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, dari sejumlah kasus kebakaran lahan yang terjadi sebelumnya, sebagian besar ditemukan di kawasan sekitar The Mandalika. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada dan tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar semak maupun sisa hasil pembukaan lahan.

“Terutama masyarakat kita yang ada di wilayah selatan, diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena itu bisa memicu kebakaran hutan,” katanya.

Supardan menjelaskan, pihaknya bersama instansi terkait mulai melakukan pemetaan terhadap wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan juga terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran akan dampak karhutla.

Ia berharap partisipasi masyarakat dapat membantu menekan potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Selain itu, Pos Pemadam Kebakaran di kawasan Kuta Mandalika turut diperkuat, baik dari sisi armada maupun personel pendukung. Penguatan dilakukan bekerja sama dengan ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika.

“Pos pemadam kebakaran di kawasan Kuta Mandalika juga kita perkuat. Baik dengan penyiapan armada maupun personel pendukung,” ujarnya.

Tidak hanya di kawasan selatan, seluruh pos pemadam kebakaran di Lombok Tengah juga tetap disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah selama musim kemarau tahun ini. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kawasan The Mandalika Masuk Zona Merah Karhutla “

Rehabilitasi Hutan Kritis di NTB Butuh Dana Triliunan

Mataram (globalfmlombok.com) – Luas kawasan hutan kritis di NTB hingga tahun 2025 masih mencapai sekitar 180 ribu hektare. Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 192 ribu hektare, rehabilitasi kawasan tersebut diperkirakan tetap membutuhkan anggaran sangat besar, mencapai Rp5-6 triliun.

Kepala Bidang Planologi dan Pemanfaatan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Burhan Bono, mengatakan biaya rehabilitasi hutan kritis berkisar Rp8 juta hingga Rp10 juta per hektare.

Menurutnya, kondisi lahan kritis menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor karena hilangnya fungsi kawasan dalam menyerap dan menampung air.

“Lahan kritis itu kan lahan yang tidak punya penutupan lagi yang optimal untuk mendukung fungsinya. Karena sudah tidak ada tempat lagi untuk menampung air. Begitu kan lahan kritis itu,” ujarnya belum lama ini.

Atas kondisi tersebut, DLHK NTB mendorong perubahan pola pengelolaan lahan melalui pendekatan agroforestri. Model ini dinilai efektif karena mampu menjaga tutupan hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Burhan mencontohkan pola pengelolaan berbasis tanaman produktif yang berkembang di sejumlah wilayah kaki Gunung Rinjani di Pulau Lombok. Meski masyarakat aktif memanfaatkan lahan, kawasan hutannya dinilai masih tetap terjaga.

“Konsep-konsep yang dilakukan teman-teman di Pulau Lombok ini harus kita adopsi. Di wilayah kaki Rinjani banyak masyarakat berkegiatan, tapi hutannya masih tetap ada,” katanya.

Ia menjelaskan, kawasan hutan kritis di NTB paling banyak tersebar di Kabupaten Dompu, Sumbawa, dan Bima. Sementara di Pulau Lombok, kawasan kritis banyak ditemukan di wilayah selatan Lombok Barat.

Penyebab utama kerusakan hutan tersebut didominasi aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan yang menghilangkan tutupan vegetasi.

Namun demikian, Burhan mengingatkan tidak semua kawasan yang minim pepohonan dapat dikategorikan sebagai lahan kritis. Sebab, beberapa wilayah memang memiliki karakter ekosistem alami seperti savana di kawasan Rinjani.

“Lahan kritis itu lahan yang tidak punya penutupan optimal untuk mendukung fungsinya. Tapi jangan salah, seperti di Rinjani ada ekosistem savana, itu memang ekosistem alami dan tidak perlu diubah lagi,” jelasnya.

Menurutnya, rehabilitasi kawasan hutan tidak semata bergantung pada besarnya anggaran pemerintah. Kebijakan tata kelola dinilai jauh lebih penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan.

Ia mencontohkan kebijakan larangan menanam jagung di kawasan hutan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu langkah pengendalian kerusakan hutan.

“Anggaran bukan lagi menjadi salah satu alasan untuk menghutan kembali kawasan. Yang harus kita atur adalah tata kelolanya,” tegasnya.

Burhan menambahkan, perubahan tata kelola dapat dilakukan melalui transformasi pola tanam dari sistem monokultur menuju agroforestri. Pola monokultur dinilai memiliki keterbatasan karena hanya mengandalkan satu jenis tanaman.

Sementara sistem agroforestri memungkinkan kombinasi tanaman kehutanan dengan tanaman produktif lainnya sehingga fungsi ekologis dan manfaat ekonomi dapat berjalan beriringan.

“Tata kelola misalnya sekarang monokultur, besok kita agroforestri, itu kan tata kelola,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Butuh Triliunan Rehabilitasi Ratusan Ribu Hektare Hutan Kritis di NTB “