Beranda blog Halaman 63

Kondisi Jalan Bergelombang, Warga Minta Jalan TGH Ali Batu Segera Diperbaiki

Mataram (globalfmlombok.com) – Kondisi jalan bergelombang di Jalan TGH Ali Batu, tepatnya di depan kawasan SMAN 8 Mataram, kembali menjadi keluhan warga. Kerusakan jalan yang membuat permukaan tidak rata tersebut dinilai membahayakan pengendara dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari.

Warga sekitar, Fazelul Imam, mengatakan titik jalan bergelombang tersebut sudah lama menjadi perhatian masyarakat. Selain kondisi jalan yang rusak, minimnya penerangan jalan umum serta tidak adanya marka maupun rambu peringatan membuat pengendara sering tidak menyadari adanya permukaan jalan yang tidak rata.

Menurutnya, kecelakaan di lokasi tersebut terjadi berulang kali dan sebagian besar dialami pengendara sepeda motor yang melintas dengan kecepatan cukup tinggi.

“Sudah sering. Beberapa waktu lalu ada tiga orang jatuh saat malam hari, dan kemarin Minggu (10/5) satu orang lagi. Jadi total empat orang jatuh di lokasi yang sama,” ujarnya.

Insiden terbaru terjadi pada Minggu (10/5) sekitar pukul 14.00 Wita. Seorang pengendara dilaporkan terjatuh setelah melintasi bagian jalan yang bergelombang. Beruntung korban tidak mengalami luka serius.

Namun, Imam mengungkapkan sekitar dua bulan lalu pernah terjadi kecelakaan fatal di lokasi yang sama. Seorang pengendara meninggal dunia setelah terpental saat melintas dari arah barat dengan kecepatan tinggi.
“Kalau malam memang lebih berbahaya karena jalan gelap dan tidak ada tanda peringatan. Banyak pengendara tidak tahu kalau jalannya bergelombang,” katanya.

Imam yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di salah satu ritel modern dekat lokasi kejadian mengaku hampir setiap hari menyaksikan pengendara kehilangan keseimbangan saat melintas di ruas jalan tersebut. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar tidak terus memakan korban.

Menurut dia, pemerintah sebenarnya sudah beberapa kali meninjau bahkan sempat melakukan perbaikan di lokasi tersebut. Namun, kondisi jalan kembali rusak dan bergelombang setelah beberapa waktu.

“Empat hari yang lalu juga sempat ditinjau, tapi belum diperbaiki sampai sekarang,” ucapnya.

Selain membahayakan pengendara, kondisi jalan yang rusak juga dinilai mengganggu kenyamanan lalu lintas di kawasan tersebut. Apalagi ruas Jalan TGH Ali Batu merupakan salah satu jalur yang cukup padat dilalui kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan lapangan untuk menentukan langkah penanganan terhadap kerusakan jalan tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan bergelombang maupun amblas biasanya berkaitan dengan kerusakan struktur di bawah badan jalan, khususnya pada bagian gorong-gorong atau saluran drainase.
“Karena kemarin juga di Jalan Mas Panji Anom kami bongkar karena ada gorong-gorong di bawahnya, makanya sering seperti itu,” ujarnya.

Lale menjelaskan, jika kerusakan disebabkan saluran di bawah badan jalan yang pecah atau rusak, maka penanganannya tidak cukup hanya dengan menambal permukaan jalan. Pemerintah harus membongkar bagian jalan untuk memperbaiki struktur gorong-gorong agar kerusakan tidak kembali terjadi.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah ruas jalan lain di Kota Mataram, seperti di kawasan Jalan TGH Faisal dan wilayah pergudangan Dasan Cermen.

Menurutnya, salah satu penyebab utama kerusakan jalan tersebut adalah tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari, terutama truk pengangkut barang dengan muatan besar. (pan)

Pemkot Mataram Siapkan Sanksi bagi Pelaku Usaha yang Manipulasi Pajak

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) menyiapkan sanksi bagi pelaku usaha yang terbukti memanipulasi laporan pendapatan atau omzet usaha.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya dugaan sejumlah pelaku usaha mengurangi setoran pajak dengan memanipulasi laporan omzet. Karena itu, BKD mulai memperketat pengawasan terhadap wajib pajak, khususnya sektor hotel dan restoran.

Kepala BKD Kota Mataram, H. Muhammad Ramayoga, mengatakan saat ini tim BKD masih melakukan pemantauan dan pengecekan di lapangan untuk memastikan ada tidaknya selisih antara laporan pajak yang disampaikan wajib pajak dengan transaksi sebenarnya.

“Ini teman-teman masih mengecek berkaitan dengan itu, apakah memang benar terjadi ada selisih atau tidak. Nanti kalau memang terdapat selisih, pasti akan kita berikan sanksi,” ujarnya, pekan kemarin.

Menurut Yoga, sapaan akrabnya, BKD memiliki kewenangan melakukan audit langsung terhadap wajib pajak. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kepatuhan pelaporan pajak sekaligus menjaga target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap tercapai.

Selain audit internal, BKD juga masih menunggu hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sebelumnya telah melakukan uji petik di sejumlah objek pajak di Kota Mataram.
“Kalau misalnya nanti dari hasil audit BPK ini sudah keluar, baru kita akan coba lihat,” katanya.

Untuk memperkuat pengawasan, BKD menerapkan sistem penungguan langsung di sejumlah tempat usaha yang dinilai rawan terjadi manipulasi laporan pajak. Dalam sistem tersebut, petugas BKD ditempatkan langsung di lokasi usaha untuk memantau transaksi harian.

Bahkan, petugas dapat bertugas sebagai kasir sementara selama satu hingga dua bulan guna mencocokkan data transaksi riil dengan laporan setoran pajak yang disampaikan wajib pajak.

“Salah satu yang dilakukan oleh BKD itu melakukan penungguan. Di situ ada staf-staf BKD yang jadi kasir selama satu-dua bulan. Dari situ mereka melakukan uji petik, termasuk memeriksa data breakfast dan segala macamnya,” jelas Ramayoga.

Terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam manipulasi data dan pengurangan setoran pajak, Pemkot Mataram menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau memang nanti terbukti ada selisih antara laporan dengan kondisi sebenarnya di lapangan, tentu akan kita tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Yoga berharap seluruh wajib pajak dapat jujur dan transparan dalam melaporkan omzet usaha mereka.

Selain melakukan pengawasan, BKD juga bergerak menagih tunggakan pajak restoran dari sejumlah pelaku usaha. Pekan lalu, sedikitnya enam pelaku usaha diberikan surat peringatan agar segera melunasi kewajiban pajaknya.

Penagihan tersebut dilakukan dengan pendampingan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram sebagai bagian dari pengawasan dan penegakan peraturan daerah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak restoran.

Ia menjelaskan, surat peringatan diberikan secara bertahap sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut. Jika wajib pajak tidak segera menyelesaikan tunggakan, proses penagihan akan dilimpahkan kepada Satpol PP.

“Kita berikan surat peringatan dulu. Nanti kita limpahkan ke Pol PP untuk penagihan,” pungkasnya. (pan)

Perkuat Pemberdayaan Pekerja Perempuan

Mataram (globalfmlombok.com) – ANGGOTA DPD RI Dapil NTB, Hj. Evi Apita Maya menyoroti pentingnya penguatan sektor ketenagakerjaan di NTB melalui pendekatan pendidikan dan kebijakan yang berkeadilan. Menurutnya transformasi peningkatan SDM ketenagakerjaan sangat diperlukan.

Evi menyebutkan bahwa tumbuhnya sektor Industri Mikro dan Kecil (IMK) sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan yang paling tangguh dalam menyerap tenaga kerja di daerah. Untuk itu, penting untuk memastikan dukungan pembinaan melalui kebijakan penganggaran.

Salah satu poin krusial yang disoroti dari pertumbuhan IMK tersebut, yakni keberadaan tenaga kerja perempuan. Adanya perbedaan struktur gender antara industri besar dan IMK. Jika industri besar cenderung didominasi oleh pekerja laki-laki, maka potret IMK di NTB justru menunjukkan wajah perempuan sebagai penggerak utamanya.

“Dominasi perempuan dalam struktur tenaga kerja IMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa sektor mikro adalah tumpuan bagi perempuan di NTB untuk menopang ekonomi keluarga,” ujar Evi.

Akan tetapi berdasarkan data yang dipaparkan, karakteristik pekerja IMK di NTB lebih banyak mengandalkan skill praktis dibandingkan latar belakang ijazah formal. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kelompok pekerja terbesar di sektor ini berasal dari tamatan Sekolah Dasar (SD). Disusul tamatan SMP, dan kelompok yang tidak tamat SD atau belum pernah mengenyam pendidikan sekolah.

Kondisi pendidikan yang rendah tersebut, menurut Evi, membuat para pekerja terutama perempuan menjadi kelompok yang rentan terhadap ketidakpastian ekonomi. Karena itu pentingnya keberpihakan kebijakan untuk meningkatkan skil pekerja perempuan.

Melihat kerentanan tersebut, Evi mendesak pemerintah segera menyusun skema kebijakan yang lebih inklusif dan memberikan perlindungan nyata. Penguatan pada aspek pendidikan non-formal dan pelatihan keterampilan teknis menjadi kunci agar pekerja di sektor IMK memiliki daya saing yang lebih baik. Di samping itu, memastikan saluran pengawasan dan dukungan anggaran.

“Pemerintah harus hadir untuk memastikan adanya perlindungan bagi mereka. Skema kebijakan, penganggaran hingga pengawasan yang diambil harus mampu memberikan keadilan, mengingat peran mereka sangat besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” pungkasnya. (ndi)

Pemprov Pastikan Kesiapan Anggaran CPNS 2026

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan anggaran pada proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Meski belanja pegawai tembus 33 persen, lebih dari ambang batas yang diberikan oleh pusat, dipastikan pengadaan anggaran untuk mengisi beberapa posisi strategis yang kekurangan pegawai.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Nursalim mengaku pihaknya tidak akan membiarkan pelayanan di daerah terganggu. Untuk itu, akan selalu tersedia anggaran agar pelayanan terus berjalan, khususnya di posisi tenaga kesehatan.

“Kalau akan mengganggu pelayanan karena keterbatasan pegawai ya tentu itu akan jadi prioritas juga,” ujarnya pekan kemarin.

Selain tenaga kesehatan, pihaknya bersama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Biro Organisasi Setda NTB tengah menyisir beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kekurangan pegawai. Setelah itu, selanjutnya BKD bersama dengan Biro Organisasi mengusulkan formasi tersebut dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah.

“Setelah BKD dan Biro Organisasi menyelesaikan itu, baru kita lihat berapa pegawai yang menjadi prioritas. Misalnya di kesehatan kan. Baru kita usulkan, tapi berbarengan dengan formulasi penghitungan angka. Berapa sih kemampuan daerah untuk membayar pegawai,” jelas mantan Kepala Biro Organisasi Setda NTB ini.

Tidak hanya memperhatikan kebutuhan pegawai, Nursalim mengaku pihaknya saat ini juga tengah fokus menekan angka belanja pegawai. Apalagi, pusat memberikan batas waktu bagi seluruh provinsi dan kabupaten/kota untuk mengurangi porsi belanja pegawai hingga maksimal 30 persen.

Adanya pegawai yang telah memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) sekitar 400-500 orang setiap tahunnya, Nursalim mengaku tetap memastikan ketersediaan anggaran, tapi diutamakan untuk pegawai-pegawai yang bergerak di bidang pelayanan langsung seperti tenaga kesehatan.

Terpisah, Kepala BKD NTB, Tri Budiprayitno mengatakan pihaknya saat ini sedang menghimpun data di masing-masing OPD berkaitan dengan kebutuhan pengisian jabatan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan BKAD terkait dengan penyesuaian anggaran.

Pada tahun 2026 ini, akan ada sekitar 545 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov NTB yang memasuki BUP. Kemungkinan besar, Pemprov NTB akan membuka formasi sejumlah tersebut.

Dengan belanja pegawai yang lebih dari 30 persen bahkan NTB terancam mendapat sanksi pusat, Tri mengaku banyak kemungkinan-kemungkinan pembukaan rekrutmen CPNS NTB. Bisa di bawah 500 formasi, bisa juga nihil. Semua bergantung pada kondisi keuangan daerah. Adapun jika 545 orang tersebut merupakan ASN dengan posisi strategis, otomatis daerah akan tetap membuka rekrutmen.

Selain itu, Pemprov NTB juga akan melakukan evaluasi terhadap formasi yang sebelumnya tidak terisi. Posisi dengan kualifikasi terlalu tinggi dinilai perlu disesuaikan agar lebih realistis dan dapat terpenuhi.

“Kalau sebelumnya membutuhkan dokter subspesialis dan tidak terisi, mungkin ke depan bisa diturunkan menjadi spesialis atau bahkan dokter umum, agar kebutuhan layanan tetap terpenuhi,” tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan keberadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sebelumnya telah direkrut sebanyak 9.411 orang. Jumlah ini dinilai cukup signifikan dan harus diperhitungkan dalam perencanaan kebutuhan ASN ke depan.

Hingga saat ini, jadwal seleksi ASN masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Mantan Kadispora NTB itu menegaskan langkah utama yang sedang dilakukan adalah pemetaan kebutuhan formasi secara menyeluruh agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi keuangan daerah. (era)

Jaksa Tangani Dugaan Korupsi di PDAM Dompu

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu tengah mengusut dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dompu. Pengusutan tersebut menindaklanjuti adanya laporan masyarakat yang masuk ke meja aparat penegak hukum.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Dompu, Danny Curia Novitawan, Minggu (10/5/2026) membenarkan bahwa pihaknya telah memulai pengusutan. Ia mengaku bahwa jaksa kini sedang menelaah laporan yang masuk tersebut.

Namun, Danny mengaku belum dapat membeberkan detail dugaan tindak pidana yang dilaporkan. Menurutnya, jaksa masih melakukan telaah awal untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara tersebut.

“Kami masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan awal,” terangnya.

Sebelumnya, pelapor dalam perkara ini melaporkan sejumlah dugaan penyimpangan yang terjadi di internal PDAM Dompu. Dugaan itu mencakup pengelolaan keuangan, penjualan aset perusahaan, hingga pemasangan sambungan rumah ilegal.

Pelapor mengaku dugaan penyimpangan berlangsung sejak 2014 hingga 2025. Hasil audit internal sementara turut ditemukan potensi kerugian perusahaan lebih dari Rp 1 miliar untuk periode 2018 sampai 2024.

Temuan lainnya mengacu pada dugaan ketidaksesuaian antara penerimaan pembayaran pelanggan dan jumlah dana yang disetor ke rekening perusahaan. Selisih setoran itu disebut terjadi berulang dalam operasional harian.

Selain itu, ada pula temuan dugaan pemasangan sambungan air ilegal yang tidak tercatat sebagai pelanggan resmi. Praktik tersebut diduga melibatkan oknum internal perusahaan. (mit)

Pemkot Mataram Awasi Lokasi Pemotongan Hewan Kurban

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Pertanian Kota Mataram mulai menyiapkan tim untuk memeriksa hewan kurban selama Iduladha. Tercatat 200 lokasi pemotongan hewan kurban yang tersebar di Kota Mataram.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Jauhari melalui Kepala Bidang Peternakan, Lalu Hapiludin menjelaskan, pihaknya telah menggelar rapat bersama petugas kesehatan hewan di enam kecamatan dalam rangka persiapan pelaksanaan pengawasan hewan kurban. Pengawasan hewan kurban menjadi agenda rutin setiap tahun, karena target pemantauan di 67 titik pengepul hewan kurban di Kota Mataram. “Kalaupun terjadi penambahan penjual baru saya kira tidak terlalu banyak,” kata Hapiludin ditemui pada, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, antusias masyarakat untuk berkurban cukup banyak. Tercatat jumlah lokasi pemotongan hewan kurban mencapai 200 titik di enam kecamatan. Pihaknya sebenarnya menyarankan masyarakat menyembelih hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) miliki pemerintah. Akan tetapi, masyarakat memiliki pertimbangan berbeda, sehingga tidak dipermasalahkan asalkan memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan pemerintah. “Iya, kita tidak permasalahkan asalkan menyembelih hewan kurban sesuai persyaratan,” jelasnya.

Persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat apabila menyembelih di luar RPH diantaranya, hewan kurban harus dipastikan sehat dan layak kurban. Kedua, masyarakat menyiapkan lokasi yang bersih agar terhindar dari bakteri. “Nanti ada pemeriksaan post mortem dan anti mortemnya. Jadi sebelum maupun sesudah penyembelihan pasti dilakukan pemeriksaan kondisi hewan kurban,” terangnya.

Hapiludin mengakui, jumlah titik pemotongan hewan kurban tidak sebanding dengan jumlah personil yang melakukan pengawasan. Pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Mandalika dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia serta Pemprov NTB, untuk berbagi tugas melakukan pengawasan. “Biasanya pemotongan hewan kurban bersamaan, sehingga kita kewalahan mengawasi,” ujarnya.

Di satu sisi lanjut Hapiludi, petugas jagal memiliki banyak pesanan untuk menyembelih hewan kurban. Rata-rata petugas jagal ini merupakan pejagal dari RPH Majeluk dan RPH Gubuk Mamben, sehingga mereka harus membagi waktu untuk menyembelih hewan kurban.
Ia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih serta kebersihan lokasi pemotongan hewan kurban. (cem)

Polisi Buru Terduga Pelaku Pengeroyokan di Karang Baru Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Pihak kepolisian tengah menyelidiki dugaan penganiayaan atau pengeroyokan yang terjadi di Jalan Suradadi, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Minggu dini hari (10/5/2026).

Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman, Minggu (10/5/2026) mengatakan, pihaknya kini tengah memburu terduga pelaku dalam peristiwa tersebut.

“Sejumlah saksi yang berada di lokasi sudah kami mintai keterangan untuk memperjelas kronologi kejadian,” ujarnya.

Dugaan pengeroyokan itu mengakibatkan dua korban harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia melanjutkan, peristiwa itu terjadi pada pukul 02.00 Wita. Polisi pertama kali mengetahui peristiwa itu dari adanya laporan melalui layanan call center 110.

Tim Opsnal Unit Reskrim sempat melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku hingga kawasan Simpang Empat Sayang-Sayang, namun mereka tidak berhasil ditangkap.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan sambil menunggu laporan resmi dari pihak korban,” tambahnya.

Selain melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi, personel Polresta Mataram bersama Polsek Selaparang juga melakukan penertiban terhadap sejumlah pemuda dan remaja yang berada di sekitar lokasi guna memastikan keterlibatan mereka dalam kejadian tersebut.

Dari hasil penertiban, petugas mengamankan sejumlah barang berbahaya berupa senjata tajam berbagai jenis serta alat yang diduga digunakan untuk perkelahian.

Kapolsek Selaparang mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak berkumpul hingga larut malam yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

Kami juga mengimbau para orang tua untuk selalu memantau aktivitas anggota keluarganya guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (mit)

Polisi Tangkap Empat Terduga Pengedar Narkoba di Mataram, Amankan 6,83 Gram Sabu

Mataram (globalfmlombok.com) – Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram mengamankan empat terduga pelaku pengedar narkoba dalam penggerebekan di sejumlah wilayah di Kota Mataram pada Sabtu malam (9/5/2026).

Kepala Satresnarkoba Polresta Mataram, AKP Remanto, Minggu (10/4/2026) mengatakan empat orang tersebut antara lain berinisial HL (33), MOU (35), DTS (34), dan MYU (32). “Dua terduga pelaku, HL dan MOU merupakan residivis kasus narkoba,” katanya.

Pimpinan baru Satresnarkoba Polresta Mataram itu menyebutkan, penangkapan empat terduga pelaku berawal dari informasi yang diterima polisi dari masyarakat.

“Infonya di Lingkungan Karang Kecicang Kelurahan Cakranegara Selatan diduga sering dijadikan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba,” terangnya.

Atas informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan pendalaman. Setelahnya, pada Sabtu (9/4/2026) aparat berhasil menangkap terduga HL di Jalan di JI.Narmada, Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Saat ditangkap, HL diduga tengah menunggu pembeli barang haram tersebut. Saat dilakukan penggeledahan, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa satu klip berisi kristal bening diduga sabu.

Polisi selanjutnya melakukan pengembangan di sebuah rumah di Lingkungan Turida Timur. Di sana, penyelidik kembali mengamankan dua terduga pelaku, MOU dan DTS. “Saat itu keduanya tengah duduk di dalam rumah,” tambahnya.

Penggeledahan kembali dilakukan terhadap MOU dan DTS. Polisi kembali mengamankan barang bukti berupa satu klip bening diduga berisi sabu. Serta sejumlah alat hisap sabu berupa pipet plastik, alat hisap, dan korek api.

Pengembangan berlanjut ke Lingkungan Dasan Taman Jangkuk Kelurahan Selagalas. Di sana, aparat mengamankan terduga MYU. “Kami kemudian menggeledah rumah yang bersangkutan dan menemukan barang bukti terkait tindak pidana narkotika,” jelasnya.

Terakhir, polisi melakukan penggeledahan di rumah milik terduga HL. Namun, mereka tidak menemukan barang bukti apapun terkait narkoba.

“Saat ini para terduga pelaku dan barang bukti sudah berada di Mapolresta Mataram guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Total ada 6,83 gram narkoba diduga jenis sabu yang berhasil diamankan dari keempat terduga pelaku.

Empat orang itu kini dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo pasal 609 ayat 1 huruf a Undang-Undang No 1 tahun 2023 tentang KUHP Jo UU no 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana. “Hukuman maksimal bisa 20 tahun penjara,” tandasnya. (mit)

Desain Publikasi MTQ XXXI NTB 2026 Diluncurkan

Praya (globalfmlombok.com) – Sebulan jelang gelaran Musabbaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB tahun 2026, desain spanduk, baliho, dan flyer media sosial untuk ajang dua tahunan tersebut resmi diluncurkan. Peluncuran desain resmi publikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar dan gaung pelaksanaan MTQ XXXI NTB yang tahun ini digelar di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai dari tanggal 9 sampai 15 Juni 2026 mendatang.

“Desain baliho dan spanduk tersebut sudah disiapkan bisa diakses secara terbuka melalui tautan https://bit.ly/Baliho_MTQ_2026,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng Drs. H. L. Herdan, M.Si., dalam keteranganya, Sabtu (9/5).

Penangguang jawab Seksi Informasi, Dokumentasi dan Publikasi (IDP) MTQ XXXI NTB ini, menegaskan, bahwa peluncuran desain publikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar dan gaung MTQ NTB agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Tidak hanya masyarakat Loteng saja, tapi masyarakat NTB secara lebih luas lagi.

Dan, diharapkan agar seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi mempromosikan pelaksanaan MTQ kali ini. “Kami sudah menyiapkan materi baliho, spanduk, dan flyer media sosialnya dan dapat diakses oleh semua pihak sebagai bahan publikasi agar syiar MTQ pada Juni mendatang semakin besar,” ujarnya.

Tidak hanya masyarakat, pihaknya juga mengajak seluruh instansi pemerintah, lembaga, komunitas, untuk turut memasang baliho dan spanduk di lingkungan masing-masing. Sekaligus ikut serta membagikan flyer melalui media sosial sebagai bentuk dukungan menyukseskan MTQ XXXI NTB yang dipusatkan di Bencingah Masmira Loteng.

Dengan keterlibatan berbagai pihak dalam penyebarluasan informasi dan publikasi tersebut, diharapkan pelaksanaan MTQ XXXI NTB Tahun 2026 ini di Kabupaten Lombok Tengah dapat berlangsung meriah, sukses, dan memberikan dampak positif bagi syiar Islam serta promosi daerah.

Persiapan Dimatangkan

Sementara itu persiapan jelang MTQ NTB tahun ini terus dilakukan oleh Pemkab Loteng. Selain persiapan venue yang akan digunakan, persiapan fasilitas pendukung juga terus dimatangkan. Salah satunya, penataan fasilias Penerang Jalan Umum (PJU) di area venue dan jalan menuju venue MTQ. Supaya pada pelaksanaanya MTQ nantinya area tersebut bisa terang, sehingga bisa memberikan rasa nyaman bagi peserta maupun pengunjung.

“Untuk penataan PJU sekarang kita sedang fokus di Kota Praya sebagai bagian dari upaya mendukung gelaran MTQ NTB tahun 2026 ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng Bq. Yanti Wiradarma, sebelumnya. (kir)

Banjir Simpati Warga untuk Suhaili

Praya (globalfmlombok.com)  – Mantan Bupati Lombok Tengah (Loteng) dua periode H.M. Suhaili, F.T., resmi menjalani hukuman penjara setelah terlibat kasus pidana penipuan, sejak Kamis (7/5). Pasca-penahanan tersebut, simpati dari masyarakat Loteng bahkan luar Loteng mulai mengalir.

Ungkapan simpati disampaikan masyarakat melalui unggapan media sosial (medsos) sebagai dukungan moral kepada tokoh yang dinilai sebagai Bapak Pembangunan Loteng tersebut.
Dalam berbagai unggahan, warganet lebih banyak menyampaikan berbagai prestasi H. M. Suhaili selama memimpin Bumi Tatas Tuhu Trasna. Beberapa di antaranya juga mengungkapkan kepribadian dan sikap mantan Ketua DPRD NTB tersebut yang dikenal sebagai sosok yang merakyat. Ketimbang menyinggung kasus pidana yang menjeratnya.

Tidak hanya masyarkat umum, kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Loteng juga tidak ketinggalan memberikan dukungan moral. Dengan memberikan tanggapan positif selama dipimpin oleh H.M. Suhaili dalam unggapan di media sosialnya. Tidak sedikit pula yang kembali mengenang gaya serta cara H.M. Suhaili berinteraksi dengan para ASN di Loteng.

Tidak cukup sampai di situ saja, beberapa warganet menawarkan penggalangan donasi untuk menutup kerugian yang timbul akibat dari kasus pidana yang menjerat H.M. Suhaili. Sembari memanjatkan doa keselamatan dan ketabahan bagi H.M. Suhaili yang saat ini sudah resmi menjadi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Praya.

“Sehat selalu Abah – H.M. Suhaili,” tulis warganet Ivan Dagoel di unggapan Roky Rohmana Afwa.
“Tiang (saya) masyarakat akar rumput di BKU (Batukliang Utara) sangat merasakan hasil nyata pemerataan pmbangunan di utara terutama infrastruktur jalan yang mulus sewaktu beliau (H.M. Suhaili menjadi Bupati (Loteng). Saya ikut merasakan apa yang beliau rasakan saat ini. Semoga Abah Uhel–sapaan akrab H.M. Suhaili, selalu sehat dan tabah menghadapi ujian dunia saat ini. Andai ada yang buka donasi tiang siap untuk mendonasikan rizki untuk beliau,” tulis Lukman Hakim, warganet lainnya.

Ramainya simpati masyarakat tersebut menurut Kuasa Hukum H.M. Suhaili, Abdul Hanan, S.H., secara pribadi sosok H.M. Suhaili merupakan orang baik. Simpati yang diberikan pun begitu masif disampaikan oleh masyarakat di daerah ini. “Jadi di media sosial hampir semuanya memberikan simpati dan kesan positif kepada H.M. Suhaili,” ujarnya, Minggu (10/5).

Pihaknya pun menduga ada pihak tertentu yang tidak puas dengan H.M. Suhaili. Sehingga mempolitisir kasus pidana yang menjerat H.M. Suhaili. Padahal sejak awal pihaknya sudah sanggup dan bersedia menyelesaikan persoalan yang ada secara baik. Dengan bersedia mengembalikan kerugian yang menjadi penyebab munculnya kasus tersebut.

“Kita menduga ada upaya pembunuhan karakter terhadap H.M. Suhaili sebagai salah satu tokoh di daerah ini,” imbuhnya.

Disinggung apakah ada upaya hukum lainnya yang akan ditemuh pasca vonis hukum H.M. Suhaili, ia menegaskan masih akan dikonsultasikan dengan pihak keluarga. “Soal langkah hukum selanjutnya, kita akan konsultasikan dengan klien,” tegas Abdul Hanan. (kir)