Beranda blog Halaman 298

Ajang ISEF – IMTI 2025, NTB Jadi Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Terbaik Nasional

Mataram (globalfmlombok.com) —

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025, NTB berhasil meraih peringkat ketiga sebagai Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Terbaik Nasional, sekaligus menerima Special Recognition Award of Muslim-Friendly Destination dengan keunggulan “Setting a Global Benchmark in Muslim-Friendly Tourism & Sports.”

Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 yang resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (8/10/2025). Acara dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan akan berlangsung hingga 12 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa semangat ISEF harus tercermin dalam tiga hal utama, yaitu mengedepankan spirit jama’ah (persatuan), memperluas kemanfaatan bagi umat, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Empat komitmen utama yang diusung pada pembukaan ISEF 2025 meliputi:

  1. Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Nasional,
  2. Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Pusat-Daerah untuk pengembangan ekonomi syariah,
  3. Peningkatan operasi dan pembiayaan keuangan syariah, serta
  4. Peluncuran Database ZISWAF Terintegrasi untuk memperluas pangsa ekonomi syariah nasional.

Capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan ekosistem wisata halal berstandar internasional. Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si., yang menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri Pariwisata, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pelaku pariwisata yang terus mendukung pengembangan sektor wisata ramah muslim di daerah itu.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Bapak Hario K. Pamungkas beserta jajaran, atas dukungannya dalam pengembangan pariwisata halal, termasuk melalui inisiatif pesantren, desa wisata, sertifikasi halal, kota wakaf, dan zona KHAS,” ujar Iqbal.

Sebagai kontributor aktif dalam ISEF 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB turut menghadirkan berbagai delegasi pesantren dan pelaku UMKM binaan, antara lain Pondok Pesantren Nurul Hakim (Gerbang Santri), juara Lomba Pesantren Unggulan FESyar KTI 2025; Muhammad Jalalaen, finalis Indonesia International Halal Chef Competition; serta UMKM CahyaHouse, Totimori, Lombok Mutiara Wahidah, Ana Pearls, dan Lamops & Concha. Produk kuliner khas NTB seperti Ayam Taliwang Beca Bero dan Sate Rembiga Goyang Lidah juga tampil di arena HalalMart.

Kehadiran delegasi NTB ini memperkuat peran daerah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah berbasis UMKM dan pesantren, sekaligus menunjukkan potensi besar NTB di sektor wisata halal dan ekonomi kreatif.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pesantren, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mendorong kemandirian ekonomi umat dan ketahanan pangan nasional. Sejalan dengan semangat ISEF 2025, BI optimistis pesantren akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.(ris/r)

 

BRIDA NTB Siapkan Langkah Strategis Dorong Riset Unggulan di Daerah

Mataram (globalfmlombok.com)—

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong percepatan pelaksanaan program riset kerja sama dengan berbagai lembaga mitra, terutama perguruan tinggi. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan konsultasi bersama Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang digelar di Aula BRIDA NTB, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., dan dihadiri para peneliti dari sejumlah universitas, antara lain Universitas Mataram, UIN Mataram, Universitas Gunung Rinjani, serta Universitas Muhammadiyah Mataram. Turut hadir Sekretaris BRIDA, para koordinator kelompok kerja, serta pejabat pengadaan barang dan jasa di lingkungan BRIDA NTB.

Dalam arahannya, Aryadi menegaskan pentingnya keseimbangan antara percepatan program dan kepatuhan terhadap regulasi. “Kita ingin program riset ini segera dieksekusi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun percepatan tetap harus berjalan sesuai aturan pengadaan barang dan jasa yang berlaku,” ujarnya.

Diskusi dengan Biro PBJ turut membahas mekanisme pelaksanaan jasa konsultasi riset, termasuk penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk berbagai kegiatan penelitian. Beberapa di antaranya meliputi riset sosial tentang fenomena joki cilik, riset standarisasi produk lokal, serta kajian kebutuhan konsumsi pada kegiatan pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, BRIDA NTB berharap seluruh peneliti memahami tata cara dan tahapan administrasi pelaksanaan riset kerja sama, sehingga proses dapat berlangsung secara transparan, efektif, dan tepat waktu.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara BRIDA dan perguruan tinggi mitra. BRIDA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya riset-riset unggulan berdampak, yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.(ris/r)

UNDP dan KKP Dorong Perlindungan Ekosistem Laut Melalui Pilot Asuransi Terumbu Karang di Lombok

Mataram (globalfmlombok.com)

Upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. United Nations Development Programme (UNDP) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Wilayah Kerja Gili Matra melaksanakan program percontohan (pilot) asuransi terumbu karang di kawasan konservasi Gili Matra, Lombok.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2025, itu merupakan bagian dari inisiatif Insurance and Risk Finance Facility (IRFF) yang digagas UNDP dan didukung sepenuhnya oleh Ocean Risk and Resilience Action Alliance (ORRAA) melalui UK Blue Planet Fund. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan ekosistem laut serta meningkatkan resiliensi ekonomi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim, terutama risiko pemutihan terumbu karang (coral bleaching).

Dalam kegiatan sosialisasi dan konsultasi bersama masyarakat pesisir, pelaku wisata bahari, dan pemerintah daerah, tim memperkenalkan desain produk asuransi parametik yang dikembangkan oleh SwissRe, perusahaan reasuransi global asal Swiss. Produk ini menggunakan suhu permukaan laut (sea surface temperature) sebagai indikator pemicu (trigger) untuk pencairan klaim apabila terjadi peningkatan suhu yang berpotensi merusak terumbu karang.

“Inovasi ini menunjukkan bagaimana produk asuransi dapat melengkapi pendekatan manajemen risiko dan meningkatkan ketahanan finansial menghadapi dampak perubahan iklim,” ujar Cherie Gray, Global Lead SwissRe.

Masyarakat pesisir Gili Matra menyambut positif inisiatif tersebut. Sanu, salah seorang penggiat komunitas, menilai perlindungan terhadap terumbu karang menjadi kunci keberlanjutan ekonomi warga.

“Terumbu karang adalah emas bagi kami. Kami tidak punya minyak atau batubara seperti daerah lain. Karena itu, kami akan terus bergotong royong melindungi karang yang menjadi sumber kehidupan kami,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat Ahmadi menyebutkan bahwa kawasan pesisir kini menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia seperti sampah dan polusi, serta risiko lingkungan berupa abrasi dan kenaikan permukaan air laut. Menurutnya, skema asuransi seperti ini dapat menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan tersebut.

Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menegaskan bahwa terumbu karang bukan hanya sumber daya alam, melainkan aset ekonomi dan ekologi yang bernilai tinggi.
“Sebagian besar dari kita menganggap terumbu karang sekadar sumber daya alam, padahal ia adalah aset berharga. Kalau kita bisa merawat rumah dan kendaraan yang kita beli, seharusnya kita juga menjaga karang yang menjadi aset alami kita,” ujarnya.

Dengan posisi strategisnya sebagai kawasan konservasi laut sekaligus destinasi wisata bahari, Gili Matra dinilai relevan menjadi lokasi percontohan (pilot area) program asuransi ekosistem laut pertama di Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjadi model perlindungan keanekaragaman hayati laut yang berkelanjutan serta memperkuat implementasi ekonomi biru di tanah air.(ris)

165 Kasus Keuangan Telah Ditangani, OJK Perkuat Koordinasi dengan Polisi dan Kejaksaan

Mataram (globalfmlombok.com)—

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelaksanaan kewenangan penyidikan tindak pidana di sektor jasa keuangan. Komitmen itu disampaikan Deputi Komisioner Hukum dan Penyidikan OJK, Yuliana, dalam kegiatan Sosialisasi Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan kepada aparat penegak hukum di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa, 8 Oktober 2025.

Menurut Yuliana, sejak berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, OJK telah menangani 165 perkara tindak pidana di sektor jasa keuangan hingga September 2025. Dari jumlah itu, 137 perkara berasal dari perbankan, 5 perkara dari pasar modal, 22 perkara dari asuransi dan dana pensiun, serta 1 perkara pembiayaan. Sebanyak 140 perkara telah berkekuatan hukum tetap (in kracht).

Kinerja penyidikan OJK juga mendapat pengakuan nasional. Selama tiga tahun berturut-turut—2022, 2023, dan 2024—OJK menerima penghargaan dari Bareskrim Polri sebagai Penyidik Terbaik di sektor jasa keuangan. “Dari 28 kementerian/lembaga yang memiliki Penyidik Pegawai Negeri Sipil, hanya 10 yang aktif, dan OJK termasuk di antaranya,” ujar Yuliana.

Ia menambahkan, koordinasi antara OJK dengan Kepolisian dan Kejaksaan RI menjadi kunci dalam memperkuat penegakan hukum, terutama setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 59/PUU-XX/2023 yang menegaskan kewenangan penyidikan tindak pidana sektor jasa keuangan oleh OJK. Kolaborasi yang solid antara penyidik lintas lembaga diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum di tengah meningkatnya kompleksitas kejahatan keuangan.

Sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi antarinstansi terkait implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Melalui sinergi penegakan hukum dan pengawasan yang lebih kuat, OJK berharap stabilitas sistem keuangan nasional dapat terus terjaga, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional.(ris/r)

Elemen Masyarakat Dukung DPRD NTB Gunakan Hak Politik Telusuri Dana BTT Rp 500 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) –

Dukungan terhadap langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat untuk menggunakan hak politiknya dalam menelusuri penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Provinsi NTB tahun anggaran 2025 terus bermunculan. Salah satunya datang dari eks relawan pemenangan pasangan Iqbal–Dinda.

Ketua Tim Hukum Iqbal–Dinda, M. Ihwan atau yang akrab disapa Iwan Slank, menyatakan pihaknya sepakat apabila DPRD NTB menelusuri penggunaan dana BTT yang nilainya mencapai lebih dari Rp500 miliar. Saat ini, dari jumlah tersebut dilaporkan hanya tersisa Rp16,4 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.

“Publik perlu tahu ke mana penggunaan dana Rp484 miliar lebih itu. DPRD adalah wakil rakyat, jadi wajar jika mereka menggunakan hak politiknya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/10).

Iwan menilai, langkah DPRD menelusuri penggunaan dana BTT penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Penelusuran itu, kata dia, juga harus menguji dasar hukum serta mekanisme yang digunakan Pemprov NTB dalam mengalihkan anggaran tersebut.

“Kalau memang dana BTT itu digunakan untuk membayar utang daerah, hal itu harus dijelaskan ke DPRD. Anehnya, yang memberikan penjelasan justru Kepala BPKAD NTB, padahal informasi yang beredar menyebutkan penggeseran dana dilakukan oleh tim transisi. Jadi, perlu dijelaskan agar tidak muncul bias dan kesimpangsiuran,” tegasnya.

Ia menambahkan, penggunaan hak politik DPRD merupakan bentuk kontrol konstitusional untuk menjaga agar keuangan daerah tidak bocor. Terlebih, menurutnya, kondisi fiskal dan ekonomi NTB saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Kami sependapat dengan usulan Dekan Fakultas Hukum Unram, bahwa DPRD NTB perlu menggunakan hak angket dan hak interpelasi sebagai bentuk kontrol terhadap penggunaan anggaran agar lebih transparan dan ketat,” pungkas Iwan Slank.(ris/r)

Kru dan Pembalap MotoGP Mandalika 2025 Tinggalkan Lombok dengan Penerbangan Khusus

Praya (globalfmlombok.com)-

Seluruh kru dan pembalap yang berlaga di ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2025) telah meninggalkan Pulau Lombok usai perhelatan balapan akhir pekan lalu. Mereka diterbangkan secara bertahap menggunakan lima pesawat khusus dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menuju Jakarta sejak Minggu (5/10/2025) malam hingga Senin (6/10/2025) siang.

“Seluruh penerbangan berjalan lancar dan kami melepas para pembalap serta kru dengan penuh keramahan,” ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, Senin (6/10/2025) malam.

Aidhil menjelaskan, dua rombongan pertama diberangkatkan dengan charter flight AirAsia pada pukul 20.15 Wita dan 20.45 Wita, disusul dua extra flight Garuda Indonesia pukul 20.30 Wita dan 22.40 Wita. Rombongan terakhir berangkat pada Senin siang pukul 13.00 Wita menggunakan penerbangan charter AirAsia menuju Jakarta.

Sejumlah pembalap, di antaranya Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha MotoGP) dan Luca Marini (Honda HRC Castrol), menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang mereka terima selama di Lombok. Mereka menilai proses kedatangan hingga kepulangan berjalan tertib dan nyaman.

Menurut Aidhil, keberhasilan penanganan kedatangan dan keberangkatan para peserta MotoGP menjadi bukti kesiapan BIZAM dalam mendukung penyelenggaraan event internasional.

“Ini juga menjadi cerminan wajah ramah Indonesia di mata dunia. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut memastikan pelayanan di terminal keberangkatan berjalan optimal hingga penerbangan terakhir,” ujarnya.

Aidhil menambahkan, MotoGP bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk menunjukkan keramahan, budaya, dan profesionalisme pelayanan bangsa di hadapan dunia.

Balapan Penuh Drama di Mandalika

Balapan utama MotoGP Mandalika 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (5/10/2025), berlangsung penuh drama. Pembalap Spanyol Fermin Aldeguer dari BK8 Gresini Racing MotoGP tampil sebagai juara setelah menuntaskan 27 lap dengan catatan waktu 41 menit 7,651 detik, unggul atas 18 pembalap lainnya.

Aldeguer tampil konsisten sepanjang akhir pekan. Usai finis kedua pada sesi sprint race di belakang Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), ia mampu tampil dominan di balapan utama. Sementara itu, Bezzecchi yang menjadi juara sprint race justru mengalami nasib apes setelah terjatuh di pertengahan lap pertama akibat insiden dengan Marc Marquez.

Memulai dari posisi terdepan, Bezzecchi sempat melorot ke posisi ketujuh setelah start yang kurang sempurna. Ketika berusaha menyalip Marquez, motor keduanya bersenggolan, membuat Bezzecchi kehilangan kendali dan terjatuh.

Insiden tersebut menambah warna dalam balapan yang berlangsung di bawah sorotan ribuan penonton di Mandalika. Sementara kemenangan Aldeguer menjadi catatan manis dalam kariernya dan memperkuat posisi tim Gresini Racing dalam klasemen MotoGP 2025.

MotoGP Mandalika Selesai, 540 Ton Logistik Diangkut ke Australia

Mataram (globalfmlombok.com)-

Setelah gemuruh mesin dan sorak penonton mereda di Pertamina Mandalika International Circuit pada Minggu (5/10/2025), pekerjaan besar lainnya langsung dimulai di balik layar.

Proses logistik MotoGP yang dikenal sangat kompleks kembali bergerak cepat. Seluruh perlengkapan balap, motor, suku cadang, dan peralatan pendukung dari setiap tim harus segera dipulangkan atau dikirim ke lokasi seri berikutnya, yaitu MotoGP Australia.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, proses pengiriman outbound dimulai sejak 6-8 Oktober 2025.

Seluruh kargo diberangkatkan dari Lombok menuju Australia menggunakan pesawat kargo Qatar Airways Boeing 777 dan Malaysia Airlines.

Rangkaian penerbangan ini menjadi bagian dari operasi logistik global MotoGP yang harus berjalan tepat waktu, tanpa ruang untuk keterlambatan sedikit pun.

Rangkaian Jadwal Pengiriman Kargo

Sebanyak lebih dari 540 ton barang logistik dijadwalkan meninggalkan Mandalika dalam kurun waktu tiga hari. Rinciannya adalah:

  • 6 Oktober 2025: satu penerbangan dengan muatan sekitar 100 ton kargo.
  • 7 Oktober 2025: satu penerbangan kembali membawa 100 ton kargo.
  • 8 Oktober 2025: tiga penerbangan, masing-masing memuat 100 ton barang logistik, serta satu penerbangan terakhir bermuatan 40 ton yang waktunya akan disesuaikan dengan kesiapan lapangan.

Seluruh barang tersebut meliputi motor balap, ban, bahan bakar, perlengkapan paddock, peralatan elektronik, suku cadang, serta perangkat media dan dokumentasi. Setelah tiba di Australia, seluruh kargo akan segera disiapkan untuk seri MotoGP Australia pada 17-19 Oktober 2025.

Tantangan Logistik dan Koordinasi Intensif

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengungkapkan bahwa logistik merupakan salah satu elemen paling vital dalam penyelenggaraan MotoGP. Menurutnya, pengelolaan ribuan item logistik dengan waktu yang sangat terbatas membutuhkan koordinasi lintas lembaga dan ketelitian tinggi.

“Logistik adalah nadi dari event sebesar MotoGP. Semua motor, peralatan, dan perlengkapan tim harus tiba tepat waktu, dalam kondisi aman, dan siap digunakan,” ujar Priandhi Satria.

Priandhi Satria menjelaskan bahwa proses pengiriman logistik tidak terlepas dari kerja sama erat antara Bea Cukai, Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, maskapai penerbangan, dan berbagai pihak terkait lainnya.

Sejak kedatangan kargo hingga proses kepulangan kargo, seluruh tahapan dilakukan secara terencana, presisi, dan sesuai standar keamanan internasional.

“Koordinasi yang solid menjadi kunci agar tidak ada hambatan. Kami bersyukur sampai sejauh ini seluruh proses berjalan lancar, dan kami optimistis seluruh kebutuhan tim balap dapat terpenuhi sesuai jadwal,” lanjutnya.

Meningkatkan Citra dan Kepercayaan Dunia

Lebih dari sekadar urusan teknis, kelancaran logistik MotoGP Mandalika 2025 memiliki makna yang jauh lebih besar bagi Indonesia. Menurut Priandhi, kesuksesan dalam mengelola pengiriman barang dalam waktu singkat menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan ajang olahraga dunia dengan standar tinggi.

“Kelancaran logistik MotoGP bukan hanya menyangkut sisi teknis balapan, tetapi juga berkontribusi terhadap citra positif Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional. Ini menjadi bukti bahwa kita mampu memenuhi ekspektasi global,” tegasnya.

Selain itu, aktivitas logistik yang padat di sekitar pelaksanaan MotoGP juga menimbulkan multiplier effect bagi ekonomi daerah. Ribuan tenaga kerja lokal, layanan transportasi, hotel, hingga penyedia jasa pendukung turut merasakan dampak positif dari mobilitas besar ini.

Bukti Kesiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah Kelas Dunia

Proses pemulangan kargo MotoGP yang berlangsung cepat dan terorganisasi rapi di Mandalika menjadi cerminan kematangan penyelenggaraan ajang balap internasional di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak swasta, Indonesia menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang profesional dan andal.

Koordinasi antara Dorna Sports, MGPA, Bea Cukai, Administrator KEK, dan maskapai penerbangan menjadi faktor utama yang memastikan seluruh tahapan logistik berlangsung tanpa kendala berarti. Setiap ton barang yang berpindah dari Lombok menuju Australia mencerminkan sinergi dan komitmen tinggi seluruh pihak yang terlibat.

Dengan keberhasilan ini, Mandalika sekali lagi menegaskan posisinya sebagai salah satu sirkuit dengan pengelolaan logistik terbaik di kalender MotoGP. Lebih dari 540 ton diberangkatkan dalam dekat usai MotoGP Mandalika menjadi bukti nyata kemampuan Indonesia dalam mengelola event olahraga dunia secara profesional dan efisien. (MGPA).(ris)

Mudahnya Transaksi Menggunakan QRIS TAP dan QRIS Crossborder di MotoGP Mandalika 2025

Mataram (globalfmlombok.com)—

Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat komitmennya dalam memperluas digitalisasi transaksi ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan QRIS TAP dan pengenalan QRIS Crossborder pada ajang Lombok Sumbawa Festival (LSF), yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2025), pada 4–5 Oktober 2025.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bank Indonesia NTB memfasilitasi 60 stan UMKM binaan Pemerintah Provinsi NTB agar dapat bertransaksi menggunakan QRIS. Seluruh stan dilengkapi sound box dan perangkat pendukung untuk mendukung penggunaan QRIS TAP, sehingga transaksi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Selain itu, BI juga memperkenalkan QRIS Crossborder kepada wisatawan mancanegara asal Malaysia, Singapura, dan Thailand yang hadir di MotoGP Mandalika. Melalui fitur ini, wisatawan dapat melakukan pembayaran langsung di merchant QRIS menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka, tanpa perlu menukar uang tunai.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, bersama Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kunjungannya, Filianingsih mencoba langsung transaksi menggunakan QRIS TAP di salah satu stan UMKM.


“Inovasi seperti QRIS TAP dan QRIS Crossborder menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadirkan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi, baik di dalam negeri maupun lintas negara,” ujarnya.

Bank Indonesia ingin memastikan bahwa UMKM dan sektor pariwisata daerah dapat menikmati manfaat nyata dari transformasi digital ini. Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan perbankan, diharapkan teknologi pembayaran digital ini dapat memperkuat daya saing pariwisata NTB dan menjadikan Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis digital.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif BI menghadirkan inovasi sistem pembayaran digital di tengah perhelatan MotoGP Mandalika.

“Kami mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang menghadirkan QRIS TAP dan QRIS Crossborder di ajang internasional ini. Inovasi ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan daya saing dan omzet para pelaku UMKM lokal,” ujar Gubernur Iqbal setelah mencoba langsung transaksi dengan QRIS TAP.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas menegaskan bahwa penerapan QRIS TAP dan Crossborder menjadi momentum penting dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran di sektor pariwisata. “Implementasi QRIS di MotoGP Mandalika menjadi bukti bahwa NTB siap bersaing di era digital. Kami ingin menjadikan Mandalika sebagai showcase inovasi pembayaran digital Indonesia kepada dunia,” ujarnya.

Selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika, BI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) menghadirkan digital payment zone di sejumlah titik strategis seperti area kuliner, craft, dan stan festival. LSF juga menjadi wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus sarana literasi keuangan digital bagi masyarakat dan wisatawan.

Melalui pelaksanaan QRIS TAP dan Crossborder, Bank Indonesia berharap dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi bagi wisatawan, mendorong digitalisasi UMKM, memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata digital berkelas dunia, serta menunjukkan kesiapan Indonesia dalam implementasi sistem pembayaran lintas batas di kawasan ASEAN.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan lembaga keuangan guna membangun ekonomi digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.

QRIS TAP (Tap to Pay QRIS) adalah inovasi terbaru dari sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang memungkinkan transaksi dilakukan hanya dengan menempelkan ponsel ke mesin penerima pembayaran (device NFC) — tanpa perlu memindai kode QR secara manual.

Keunggulannya ;transaksi lebih cepat dan praktis (cukup tap, tidak perlu buka kamera), mengurangi antrean dan waktu transaksi, cocok untuk transaksi di tempat ramai seperti event, kafe, atau festival.

QRIS Crossborder adalah fitur QRIS yang memungkinkan wisatawan mancanegara dari negara tertentu (seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura) melakukan pembayaran di Indonesia langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka, tanpa perlu menukar uang ke rupiah.

Sebaliknya, turis Indonesia juga bisa bertransaksi di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran berbasis QRIS di negara yang telah bekerja sama.(ris/r)

Saat Listrik Tak Pernah Berkedip di Mandalika

Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu..

Begitulah lirik lagu yang dibawakan King Nassar di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah pada Minggu 5 Oktober 2025, beberapa jam usai pembalap BK8 Gresini Racing, Fermin Aldeguer menjadi yang tercepat di lintasan dan berhasil mengangkat trofi pertamanya di perhelatan MotoGP Mandalika 2025.

Acara hiburan itu bertajuk “Pesta Rakyat Mandalika: Burn The Limit”. King Nassar berhasil menghipnotis puluhan ribu penonton di Sirkuit Mandalika dengan lagu-lagu andalannya, salah satunya lagu yang berjudul “seperti mati lampu”.

Penampilan Nassar penuh energi mengundang antusiasme yang besar dari penggemarnya di Lombok. Penampilannya yang energik membuat ribuan penonton ikut bernyanyi dan berjoget bersama, bahkan dengan gaya khasnya yang menghibur.

“Ke psikolog itu mahal, makanya nonton konser King Nassar aja,” kata Yuyun Kutari, penonton asal Mataram sambil tertawa lepas.

Ia berseloroh, konser dari penyanyi dangdut yang penuh energi membuat suasana menjadi meriah dan bisa menghilangkan stress. Selain terhibur dengan lagu-lagunya Nassar, ia juga terhibur dengan kualitas suara dan lighting panggung yang memiliki daya tarik visual yang keren.

“Saya di sirkuit sejak sebelum dimulainya balapan sampai di momen konser. Semuanya lancar. Tak ada insiden listrik padam misalnya. Mati lampu hanya dalam lirik lagunya King Nassar aja” kata Yuyun tersenyum.

Di malam sebelumnya, Sabtu 4 Oktober, band papan atas Dewa 19 menggebrak panggung Mandalika. Puluhan ribu baladewa – sebutan fans Dewa 19 – memadati area Pesta Rakyat Mandalika untuk melihat secara langsung aksi panggung Ahmad Dhani dan Kawan-kawan.

“Keren ini, suara kita sampai serak ikut nyanyi,” kata Viqi, penonton dari Mataram. Ia memuji keandalan listrik dari PLN, sehingga acara konser tuntas tanpa hambatan.

Awaludin, awak media BTV juga mengaku sangat menikmati semua event di Sirkuit Mandalika, mulai dari kegiatan balapan Moto3,Moto3, MotoGP hingga acara hiburan yang disediakan oleh MGPA, selaku penyelenggara lokal.

“Semua aman. Jaringan seluler kencang, listrik aman. Ini sangat menunjang aktivitas saya selama bertugas,” tuturnya.

Petugas PLN sedang berkomunikasi dengan timnya dalam rangka menjaga pasokan daya tetap terjaga selama MotoGP Mandalika 2025 (globalfmlombok.com/PLN UIW NTB)

Menjaga Energi Listrik hingga Garis Finis

Menteri Pemudan dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang datang secara langsung di momen final MotoGP memuji hadirnya listrik PLN yang tangguh selama pelaksanaan event. Ini menjadi syarat penting untuk kelancaran event.

“Luar biasa listriknya nyala terus,” ujarnya.

Dari sudut yang lain, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, ikut berkomentar dengan gaya khasnya. “Sudah dibilangin, pahlawan setiap acara itu PLN,” ujarnya sambil mengangkat dua jempol. “Pokoknya top, dua topnya!”

Ia menuturkan, beberapa kali event besar selama pemerintahannya, PLN selalu memberi rasa aman pada pasokan daya, misalnya event Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di NTB akhir Juli lalu dan event Pocari Run, PLN tetap menjadi terdepan dengan teknologi terkininya.

Petugas PLN sedang memantau layar monitor di ruang kontrol di Sirkuit Mandalika (globalfmlombok.com/PLN UIW NTB)

Pujian ke PLN memang berlebihan. Terlebih sejak MotoGP pertama kali digelar di Mandalika empat tahun lalu, PLN tak sekalipun gagal menjaga pasokan listrik. Setiap tahun, tekanan dan tantangan bertambah, tapi jaringan listrik tak pernah menyerah hingga garis finis.

Dari ruang kendali di dekat paddock, lampu-lampu indikator berkedip pelan, seolah ikut bernafas bersama ritme balapan. Sri Heny Purwanti, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat bersama timnya menatap layar monitor yang menampilkan grafik beban listrik secara real-time.

“Setiap petugas sudah tahu persis apa yang harus dilakukan,” katanya. “Sinergi antartim menjadi kunci. Tahun ini lagi-lagi berjalan tanpa gangguan. Kami bersyukur,” kata Heny.

Di atas kertas, data teknisnya memang meyakinkan. Kapasitas pembangkit Lombok pada 5 Oktober 2025 mencapai 401 megawatt (MW), sementara beban puncak di hari balapan utama hanya 284,7 MW. Artinya, sistem masih punya cadangan daya lebih dari cukup. Di area sirkuit sendiri, beban listrik meningkat menjadi 2.925 kVA, naik 5 persen dibanding tahun lalu—terutama di area VIP Deluxe, Paddock, dan Main Pit Building.

PLN menyiapkan sistem pengamanan berlapis, dengan dua penyulang paralel dan satu penyulang cadangan yang bisa otomatis berpindah jaringan lewat Automatic Change Over Switch (ACOS).

Kalau satu jalur terganggu, listrik otomatis dialirkan dari gardu induk lain. Di balik layar, 529 personel PLN siaga di 15 titik, berkoordinasi lewat jalur komunikasi terintegrasi. Mereka membawa cadangan: enam genset mobile, 17 UPS, dan 56 panel backup. Semua disiapkan, semua berjaga.

“Saya Jauh Lebih Nyaman di Sini”

Eudald Vila (globalfmlombok.com/ist)

Testimoni ketangguhan daya PLN datang juga dari Eudald Vila, Manajer Electrical Engineer Dorna Sports, promotor resmi MotoGP. “Sistem listrik di Mandalika luar biasa. Di sirkuit lain belum tentu seaman ini. Saya jauh lebih nyaman di sini,” katanya.

Sebab bagi mereka, keandalan listrik bukan hal sepele. Satu kedipan saja bisa berarti hilangnya data telemetri jutaan dolar, atau terhentinya siaran langsung ke seluruh dunia.

Bagi penyelenggara, jaminan listrik tak sekadar teknis. Ia soal nyali dan reputasi.
“Tanpa listrik yang pasti dan anti kedip, kami tak bisa melaksanakan balap,” kata Priandhi Satria, General Manager Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Menurutnya, PLN dengan sistem pengamanan berlapis membuat penyelenggara menjadi lebih nyaman. Sebab jika terjadi gangguan pada daya utama, secara otomatis akan berpindah jaringan ke sistem cadangannya.

Saat bendera finish dikibarkan dan suara mesin mulai mereda, para petugas PLN di ruang kendali saling menatap lega. Tak ada gangguan, tak ada alarm menyala. Mereka bekerja dalam senyap, tapi hasilnya terang benderang: MotoGP Mandalika 2025 sukses tanpa padam.

Di luar, matahari mulai turun ke barat. Listrik tetap menyala untuk menjaga daya dan menjaga reputasi listrik tak pernah berkedip di Mandalika.(ris)

Piala MotoGP Mandalika 2025 Bentuknya Unik, Inilah Makna dan Filosofinya

Mataram (globalfmlombok.com)—

Tak sekadar menjadi lambang supremasi di lintasan, Piala Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 menghadirkan makna mendalam yang melampaui batas olahraga. Trofi yang diserahkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, kepada pemenang MotoGP Mandalika Fermin Aldeguer, bukan hanya simbol kemenangan, tetapi juga karya seni yang merayakan keindahan budaya Indonesia.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menjelaskan bahwa piala tersebut adalah hasil perpaduan antara tradisi, budaya, dan semangat modernitas. “Piala Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 adalah karya seni yang menyatukan nilai-nilai lokal dengan semangat global. Di balik kemegahannya, ada kisah panjang dari Sweda, rumah kriya perak asal Yogyakarta yang menjadi pembuat resmi piala untuk para juara dunia di Mandalika,” ujarnya.

Desain piala ini berakar dari budaya Suku Sasak, masyarakat asli Pulau Lombok. Elemen-elemen seperti motif Subahnale, batu alam Lombok, serta bentuk terinspirasi dari alat musik tradisional Gendang Beleq menggambarkan semangat, keindahan, dan kekuatan masyarakat lokal. Motif “T Pattern” yang menggabungkan pola tradisional Sasak dengan bentuk lintasan Mandalika melambangkan hubungan harmonis antara tradisi dan kemajuan.

Piala ini dibuat oleh Sweda, rumah seni kriya dari Yogyakarta yang dikenal akan keahliannya memadukan teknik tradisional dengan desain modern. Sejak berdiri pada 2014, Sweda berkomitmen melestarikan warisan perak Yogyakarta sambil berinovasi untuk menjawab tantangan zaman. “Setiap karya dibuat dengan tangan dan jiwa,” tulis Sweda dalam pernyataannya. Filosofi itu tampak nyata pada setiap detail piala — dari ukiran halus hingga bentuk melingkar yang melambangkan perjalanan manusia menuju kemenangan.

Pemilihan Sweda sebagai pembuat piala bukan tanpa alasan. Kolaborasi antara Pertamina, Injourney, MGPA, dan Dorna Sports ini ingin menampilkan identitas Indonesia di mata dunia. Dibuat dari aluminium dan resin berkualitas tinggi, trofi ini mencerminkan kekuatan dan fleksibilitas — dua sifat yang juga melekat pada para pembalap MotoGP.

Piala Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 pun menjadi simbol persatuan antara olahraga, budaya, dan kreativitas bangsa. Melalui karya ini, Indonesia menunjukkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya milik mereka yang tercepat di lintasan, tetapi juga milik bangsa yang menjaga tradisi sambil melangkah ke masa depan.(ris/r)