Beranda blog Halaman 183

Konvensi Nasional Media Massa: Pers Didorong Berdamai dengan Disrupsi Digital

Serang (globalfmlombok.com) – Perkembangan media massa saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Disrupsi digital telah mengubah lanskap industri pers secara fundamental, bahkan menyebabkan tidak sedikit perusahaan media harus menghentikan operasionalnya.

Di tengah kondisi tersebut, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa pers tidak seharusnya memusuhi disrupsi digital, melainkan belajar untuk berdamai dan beradaptasi dengannya. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Konvensi Nasional Media Massa yang digelar dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Aston Hotel, Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu (8/2/2026).

Konvensi tersebut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, serta sejumlah tokoh pers nasional.

Menurut Komaruddin, disrupsi merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah manusia. Dalam setiap fase peradaban, perubahan besar selalu hadir dan menuntut manusia untuk beradaptasi secara kreatif.

“Disrupsi itu bagian dari mata rantai perjalanan sejarah. Manusia ditantang untuk kreatif. Memang kadang kita bingung menghadapi derajat disrupsi saat ini, tetapi inilah proses yang harus dilalui,” ujarnya.

Ia mengelompokkan respons masyarakat terhadap disrupsi ke dalam tiga kategori. Pertama, kelompok yang merasa kalah dan terus mengeluh. Kedua, kelompok yang bersikap menunggu dan melihat. Ketiga, kelompok kreatif yang berupaya mencari solusi dan jalan keluar.

Komaruddin mengibaratkan disrupsi seperti banjir. Meski membawa kerusakan dan kekacauan, banjir juga dapat menyuburkan lahan dan menciptakan peluang baru. Analogi tersebut, menurut dia, relevan dengan kondisi media massa saat ini.

“Di tengah kebingungan itu, manusia berusaha membangun kanalisasi, irigasi, dan sistem baru. Demikian pula pers harus menemukan cara baru agar tetap relevan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan bahwa kecepatan informasi di era digital harus diimbangi dengan ketepatan dan konteks. Menurut dia, persoalan informasi keliru dan menyesatkan kini menjadi tantangan global.

Di sejumlah negara, ujar Meutya, pelanggaran informasi banyak terjadi di platform media sosial, terutama setelah kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Bahkan, beberapa negara telah memberikan ultimatum kepada platform digital agar mematuhi aturan lokal atau menghadapi larangan beroperasi.

“Indonesia memang belum sampai pada tahap memberikan peringatan keras seperti itu. Namun faktanya, masih ada platform digital yang belum mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik,” ungkapnya.

Meutya menegaskan, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab. Perlindungan masyarakat dari informasi yang tidak benar harus menjadi prioritas, tanpa mengabaikan prinsip kebebasan pers.

Menurut mantan Ketua Komisi I DPR RI itu, pers yang sehat tidak hanya bertumpu pada kebebasan dan profesionalisme, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi, kompetensi sumber daya manusia, etika jurnalistik, serta kepercayaan publik.

Ia juga menyinggung munculnya gerakan anti-AI di sejumlah negara. Banyak jurnalis dan perusahaan media menolak karya jurnalistik mereka digunakan tanpa izin untuk melatih sistem kecerdasan buatan. Di sisi lain, pengembang AI terus melobi agar tetap dapat memanfaatkan produk jurnalistik.

“Perdebatan ini masih berlangsung. Yang jelas, perlindungan terhadap karya pers harus tetap menjadi perhatian,” ujarnya.

Konvensi Nasional Media Massa tersebut menjadi momentum penting bagi insan pers untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi disrupsi digital, tanpa kehilangan jati diri sebagai penjaga kebenaran dan kepentingan publik. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dari Konvensi Nasional Media Massa, Pers Mesti “Berdamai” dengan Era Disrupsi Digital “

Waspada Skimming, Kerugian Penipuan Digital di NTB Tembus Rp46 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejahatan keuangan digital, khususnya penipuan dan skimming, masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital, terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran, saat aktivitas transaksi keuangan meningkat.

Berdasarkan data OJK NTB, total kerugian masyarakat akibat penipuan atau scam sepanjang 2025 hingga awal 2026 tercatat mencapai Rp46 miliar. Tingginya angka tersebut tidak terlepas dari masih rendahnya tingkat kewaspadaan dan pemahaman masyarakat terhadap modus kejahatan keuangan digital yang kian kompleks.

Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo mengatakan, laporan penipuan yang masuk ke Indonesia Anti-Scam Center (IASC) terus menunjukkan tren peningkatan. Kota Mataram tercatat sebagai wilayah dengan jumlah aduan tertinggi, yakni 912 laporan dengan total kerugian mencapai Rp10,3 miliar. Selanjutnya disusul Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat.

“Tingginya kasus penipuan ini mencerminkan adanya kesenjangan serius antara akses keuangan dan pemahaman masyarakat terhadap risikonya,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, indeks inklusi keuangan di NTB saat ini telah mencapai 80,51 persen. Namun, indeks literasi keuangan baru berada di angka 66,46 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat sudah aktif menggunakan layanan keuangan digital, tetapi belum sepenuhnya memahami potensi ancaman dan modus kejahatan yang menyertainya.

Menurut Rudi, layanan keuangan digital memang memberikan kemudahan, efisiensi, dan biaya transaksi yang lebih rendah. Namun di sisi lain, celah kejahatan juga semakin terbuka. Di NTB, kasus penipuan paling banyak berkaitan dengan transaksi jual beli daring, investasi bodong, penyalahgunaan data pribadi, hingga penggunaan aplikasi palsu.

Korban penipuan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pegawai swasta, ibu rumah tangga, hingga aparatur sipil negara. Pegawai swasta menjadi kelompok yang cukup dominan terdampak karena aktivitas bisnis dan transaksi mereka kerap melibatkan pihak yang mengaku sebagai mitra atau pemasok.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan, OJK bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus mengoptimalkan peran Indonesia Anti-Scam Center. Secara nasional, hingga 21 Januari 2026, IASC telah menerima 432.637 aduan dan berhasil memblokir dana korban penipuan sebesar Rp436,88 miliar.

Rudi menegaskan, kecepatan pelaporan menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan dana korban. Pelaku penipuan umumnya memindahkan dana hasil kejahatan ke berbagai rekening, virtual account, bahkan aset kripto dalam waktu singkat.

“Begitu merasa menjadi korban, jangan menunda. Segera lapor ke portal iasc.ojk.go.id. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang dana bisa diselamatkan,” ujarnya.

Selain melalui IASC, masyarakat juga dapat melapor ke OJK NTB, pelaku usaha jasa keuangan, maupun bank terkait. Seluruh laporan tersebut akan terintegrasi dalam sistem IASC sebagai pusat penanganan nasional.

Satgas PASTI NTB juga mengidentifikasi sejumlah modus penipuan yang diperkirakan masih marak sepanjang 2026. Di antaranya love scam atau penipuan bermodus hubungan asmara melalui media sosial, serta penipuan investasi melalui grup WhatsApp atau Telegram yang mengarahkan korban mengunduh aplikasi di luar Play Store atau App Store.

Modus lainnya adalah pencatutan nama lembaga resmi atau lembaga jasa keuangan untuk memperoleh data pribadi korban. Untuk menghindari kejahatan tersebut, masyarakat diimbau menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum berinvestasi atau menggunakan layanan keuangan.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengingat konsep pencegahan 3A: jangan asal, jangan abai, dan jangan abal-abal.

“Jangan asal menerima telepon atau pesan yang tidak jelas sumbernya. Jangan abai dengan langsung mentransfer uang tanpa verifikasi. Dan jangan abal-abal, karena banyak modus palsu seperti phishing yang sengaja dirancang agar korban lengah,” kata Rudi.

Ia menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama menjelang Lebaran, ketika intensitas transaksi keuangan masyarakat biasanya meningkat signifikan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Waspada Kejahatan Skimming “

Hujan Deras Warnai Puncak Pesona Bau Nyale di Pantai Seger, Konser Musik Dibatalkan

Praya (globalfmlombok.com) – Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale yang dipusatkan di kawasan Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (7/2/2026), berlangsung di luar perkiraan. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama hampir tiga jam membuat sejumlah agenda terpaksa dibatalkan, termasuk konser musik grup band Geisha.

Hujan mulai turun sekitar satu jam setelah rangkaian acara dimulai dan semakin deras hingga malam hari. Kondisi tersebut membuat sebagian pengunjung, termasuk wisatawan yang telah berada di lokasi sejak sore, memilih meninggalkan area acara dalam kondisi basah kuyup. Meski demikian, tidak sedikit pula warga yang bertahan hingga Minggu (8/2/2026) pagi untuk mengikuti prosesi Bau Nyale atau menangkap Nyale, sejenis cacing laut yang menjadi inti tradisi ini.

Menjelang waktu Bau Nyale, jumlah masyarakat yang datang ke Pantai Seger justru semakin bertambah. Namun harapan menangkap Nyale dalam jumlah banyak tidak sepenuhnya terwujud. Nyale yang keluar relatif sedikit, sehingga sebagian pengunjung harus pulang dengan perasaan kecewa.

Sebelumnya, suasana perayaan Bau Nyale sempat berlangsung semarak. Sejumlah atraksi seni dan budaya lokal ditampilkan di panggung hiburan. Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri bersama Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H.M. Nursiah, jajaran pejabat Pemkab Lombok Tengah, serta para undangan telah hadir di lokasi sejak sekitar pukul 21.00 Wita.

Diguyur Hujan Deras

Sekitar satu jam kemudian, hujan mulai mengguyur kawasan Pantai Seger. Meski demikian, rangkaian hiburan masih sempat dilanjutkan. Namun setelah hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, seluruh hiburan akhirnya dihentikan. Pengunjung yang semula menikmati pertunjukan mulai panik mencari tempat berteduh.

Angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan menyebabkan sejumlah tenda milik pengunjung rusak. Bahkan tenda undangan yang dipadati warga sempat beberapa kali bergoyang akibat terpaan angin.

Hingga lebih dari dua jam, hujan belum juga mereda dan justru semakin deras, disertai kilat dan petir. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur NTB Dr. H. Muhamad Iqbal tiba di lokasi acara bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Kapolda NTB dan jajaran Polda NTB.

Gubernur NTB sempat menyampaikan pidato singkat untuk menyemangati masyarakat yang masih bertahan di lokasi. Ia menekankan bahwa Bau Nyale bukan sekadar tradisi menangkap Nyale, tetapi juga mengandung nilai kearifan lokal.

“Ada semangat pengorbanan untuk kepentingan orang banyak, seperti yang tercermin dalam legenda Putri Mandalika,” ujarnya.

Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB, juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah atas penyelenggaraan Bau Nyale, serta kepada masyarakat yang tetap hadir meski diguyur hujan. Ia berharap penyelenggaraan event Bau Nyale ke depan dapat berlangsung lebih baik lagi. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Puncak Pesona Bau Nyale di Pantai Seger Diwarnai Hujan Deras, Konser Musik Batal “

Bau Nyale Dongkrak Okupansi Hotel di Mandalika, Didominasi Wisatawan Mancanegara

Praya (globalfmlombok.com) – Tingkat keterisian atau okupansi hotel di kawasan The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mengalami peningkatan signifikan sejak sepekan menjelang ajang budaya tahunan Bau Nyale. Rata-rata okupansi hotel saat ini telah mencapai 90 persen, bahkan sejumlah hotel mencatatkan kondisi penuh atau full booking beberapa hari sebelum puncak acara.

Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Syamsul Bahri mengatakan, peningkatan hunian hotel tersebut didominasi oleh wisatawan mancanegara. Sementara wisatawan domestik jumlahnya relatif lebih sedikit.

“Sekitar 70 persen tamu hotel merupakan wisatawan mancanegara. Sisanya sekitar 30 persen berasal dari wisatawan lokal dan domestik,” ujar Syamsul kepada Suara NTB, Sabtu (7/2/2026).

Menurut dia, pelaksanaan ajang Bau Nyale memberikan dampak nyata terhadap minat kunjungan wisatawan ke kawasan The Mandalika. Event budaya tersebut tidak hanya menarik wisatawan untuk datang, tetapi juga mendorong mereka untuk menginap di kawasan tersebut, sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan okupansi hotel.

Syamsul menilai, event-event budaya seperti Bau Nyale perlu diperbanyak dan digelar secara berkelanjutan. Hal itu penting untuk menjaga arus kunjungan wisatawan, khususnya ke kawasan The Mandalika yang menjadi destinasi unggulan di Lombok Tengah.

“Event budaya ke depan harus lebih sering digelar supaya wisatawan mau datang dan berkunjung ke daerah ini, khususnya kawasan The Mandalika,” katanya.

Dukungan Pemerintah Pusat

Khusus untuk penyelenggaraan Bau Nyale, pelaku industri pariwisata berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah pusat. Bahkan, Syamsul menyebut, ajang tersebut idealnya dapat ditangani langsung oleh pemerintah pusat agar gaungnya semakin luas, termasuk di tingkat internasional.

“Harapan kami sebagai pelaku wisata, event Bau Nyale bisa terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pariwisata daerah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya penyempurnaan konsep dan kemasan acara agar semakin menarik minat wisatawan.

Sebagai informasi, ajang budaya nasional Bau Nyale ditetapkan berlangsung pada 7–8 Februari 2026. Penetapan tersebut merupakan hasil Sangkep Warige yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di kawasan Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12/2025).

Dalam pertemuan yang dihadiri para pemuka adat dari berbagai wilayah di Pulau Lombok tersebut, sempat muncul dua pendapat terkait waktu pelaksanaan Bau Nyale, yakni pada awal Februari dan awal Maret. Namun, mayoritas pemuka adat berpendapat bahwa Nyale atau cacing laut yang menjadi inti tradisi ini akan muncul pada Februari 2026. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Okupansi Hotel di Kawasan Mandalika Naik Signifikan Selama Bau Nyale, Didominasi Wisatawan Mancanegarai “

Pemkab Lobar Pangkas Birokrasi Perizinan, Investor Berencana Bangun Vila dan Bungalow di Gili Poh Sekotong

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Investor akan membangun vila dan bungalow di kawasan Gili Poh, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar). Permohonan perizinan pun tengah diajukan investor ke Pemkab Lobar. Dalam pelayanan perizinan bagi investor, Pemkab melalui Tim Terpadu OPD memastikan cepat dan mudah dengan memangkas birokrasi. Sistem survei yang dilakukan cukup sekali turun melibatkan OPD atau bidang terkait agar proses perizinan berjalan cepat dan tepat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Lalu Ratnawi mengatakan bahwa pihaknya menindaklanjuti adanya permohonan perizinan dari investor yang ingin membangun vila di Gili Poh. “Rencana lahan yang diajukan sekitar 2 hektare lebih yang nantinya berupa villa dan bungalow di Gili Poh Sekotong,” kata Ratnawi.

Pihaknya pun telah turun melakukan survei pertama (lapangan). Survei lapangan dilaksanakan tim dan PUPRPKP dari Bidang Tata Ruang dan SDA bersama Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi eksisting kawasan, kesesuaian tata ruang, aspek sumber daya air, serta potensi dan daya dukung lingkungan.

Tiba di lokasi tim melakukan peninjauan terhadap site plan, meliputi batas dan luas lahan, posisi bangunan, akses jalan, ruang terbuka, sistem drainase dan jarak bangunan terhadap batas lahan. Kondisi eksisting di kawasan itu masih berupa lahan yang didominasi oleh tumbuh-tumbuhan liar yang tumbuh alami di sekitar kawasan pantai. Di lokasi ini belum ada bangunan permanen maupun aktivitas pemanfaatan lahan.

Luas lahan yang direncanakan untuk pengembangan dipekrirakan sekitar 2 hektare. Dengan karakteristik wilayah pesisir yang masih alami dan terbuka. Terakhir, tim melakukan pengukuran sepadan pantai untuk memastikan batas sepadan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta sebagai dasar dalam penilaian keseisian pemanfaatan ruang dengan aspek perlindungan kawasan pesisir.

“Kegiatan peninjauan lapangan ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan pertimbangan dalam proses percepatan perizinan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, berkelanjutan dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaan survei ini, pihaknya memangkas alurnya. Di mana survei cukup sekali saja melibatka tim terpadu dari OPD atau bidang teknis terkait. Setelah itu langsung proses izin tanpa ada survei-survei tambahan lagi. “Kami mempersingkat alur dan tahapan perizinan yang panjang,” tegasnya.

Tidak lagi seperti dulu yang beberapa kali tim OPD turun sehingga memakan waktu lama.

Percepatan pelayanan perizinan ini seusai dengan perintah dan arahan Bupati Lobar agar pelayanan sektor investasi tidak bertele-tele. Bahkan Bupati menargetkan pelayanan perizinan tuntas lima hari. Sehingga pihaknya pun berupaya menidaklanjuti instruksi tersebut mulai dari turun survei awal dipersingkat hingga izin diterbitkan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkannya proses percepatan perizinan berjalan selaras dengan kebijakan penataan ruang, prinsip keberlanjutan lingkungan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut, pihaknya perlu mendetailkan gambar teknisnya untuk melihat nanti berapa kapasitas kamar villa yang akan bisa dibagun pihak investor. Terkait nilai investasi ini, belum dihitung Pihaknya secara total karena masih baru tahapan awal. Namun menurut informasi, nilainya lumayan besar. (her)

KKG PJOK Kecamatan Sekarbela Gelar Fun Swimming, Ajang Pembinaan Atlet Renang Pemula

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Sekolah Dasar Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, menggelar lomba renang junior bertajuk Fun Swimming se-Kota Mataram, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kolam Renang Wira Bhakti Gebang, Kota Mataram.

Ketua Panitia Fun Swimming, Mulyanto, S.Pd, mengatakan, lomba tersebut diikuti sebanyak 295 peserta yang berasal dari berbagai klub renang dan sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) se-Kota Mataram.

“Peserta datang dari berbagai latar belakang, baik klub renang maupun sekolah. Ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi terhadap olahraga renang di kalangan anak-anak,” ujar Mulyanto, didampingi Ketua KKG PJOK Kecamatan Sekarbela, Mardiansyah, S.Pd.

Para pemenang lomba mendapatkan penghargaan berupa medali, piagam, serta biaya pembinaan. Menurut Mulyanto, pemberian hadiah tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet junior untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuannya.

Ia menjelaskan, kegiatan Fun Swimming digelar sebagai bentuk perhatian KKG PJOK Kecamatan Sekarbela terhadap atlet renang pemula. Melalui kompetisi ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk merasakan suasana pertandingan sebelum tampil di ajang yang lebih tinggi.

“Tujuan kami adalah membina anak-anak agar ke depan Kota Mataram bisa melahirkan atlet-atlet renang yang berprestasi. Insya Allah, ke depan kegiatan ini akan kami buka hingga tingkat se-Pulau Lombok,” kata Mulyanto.

Selain itu, Fun Swimming juga dimaksudkan untuk memberikan pengalaman berlomba yang sesungguhnya kepada para peserta, sekaligus mengukur hasil latihan yang telah mereka jalani selama ini.

“Dari kompetisi ini, siswa bisa mengetahui sejauh mana hasil latihan mereka, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujar Mardiansyah.

Panitia memastikan, kegiatan Fun Swimming akan menjadi agenda rutin tahunan. Lomba ini direncanakan digelar setidaknya satu kali dalam setahun, dengan cakupan yang semakin luas di masa mendatang.

“Kami sudah mengagendakan Fun Swimming se-Pulau Lombok sebagai kelanjutan dari kegiatan ini,” ujarnya.(ris)

Pedagang Jaring Nyale Raup Keuntungan hingga Jutaan Rupiah di Momen Bau Nyale

Praya (globalfmlombok.com) – Pedagang “sorok” atau jaring nyale (cacing laut) dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dari hasil berjualan “sorok” saat ajang atau event Bau Nyale berlangsung.

Seorang pedagang “sorok” Nyale, Bapak Ledi mengatakan, dirinya bisa mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah dari hasil berjualan jaring cacing laut itu selama tiga hari.

“Ada 600 sorok saya jual, kalau habis semua bisa dapat untung Rp1,2 juta,” katanya.

Pedagang “sorok” Nyale di Pasar Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah itu mengaku mengambil barang atau “sorok” dari seorang perajin di Lombok Timur. Setiap satu “sorok” ia ambil keuntungan Rp2 ribu.

“Ini sudah hari ketiga saya berjualan. Nanti berjualan sampai pukul 02.00 Wita,” sebutnya.

Pria asal Desa Sengkol itu mengaku berjualan “sorok” Nyale setiap tahun. Yakni setiap ajang Bau Nyale diadakan.

“Tahun lalu habis terjual sepertinya 500 ‘sorok’. Untungnya sampai Rp1 juta,” bebernya.

Bau Nyale Dipusatkan di Pantai Seger

Sebagai informasi, ajang budaya nasional Bau Nyale diputuskan digelar pada tanggal 7-8 Februari 2026. Putusan tersebut diambil dalam Sangkep (rapat) Warige yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bertempat di area Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12/2025).

Dalam pertemuan yang dihadiri belasan pemuka adat perwakilan dari sejumlah wilayah di Pulau Lombok tersebut, muncul dua pendapat terkait waktu pelaksanaan Bau Nyale, yakni awal bulan Maret dan awal bulan Februari.

Namun sebagian besar para pemuka adat berpendapat bahwa Nyale (cacing laut) yang menjadi core dari ajang ini akan keluar pada bulan Februari 2026 dan, hanya sebagian kecil yang berpendapat di bulan Maret.

Ajang Bau Nyale tidak masuk dalam kalender event pariwisata nasional. Tapi bukan berarti Bau Nyale tidak lagi menjadi event nasional. Bahwa status event Bau Nyale tetap menjadi event nasional.

Hanya saja untuk tanggung jawab pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Loteng. Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat hanya bersifat supporting (pendukung).

Pusat event ini di 2026 berada di Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pantai Seger juga terletak di area Sirkuit Mandalika. Di tempat Sirkuit Mandalika berdiri saat ini merupakan tempat yang menjadi cikal bakal Bau Nyale dimulai. (mit)

Sampah Plastik Menumpuk di Sepanjang Pantai Sekotong

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sampah di kawasan pariwisata menjadi salah satu atensi Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama para Kepala Daerah beberapa hari lalu. Di Lombok Barat (Lobar), sampah masih menjadi momok yang membutuhkan peran dan kesadaran semua pihak dalam penanganannya. Seperti di sepanjang kawasan Pantai Sekotong, sampah plastik yang terbawa angin timur menumpuk di pinggir pantai setempat.

Dari video yang direkam oleh Kepala Desa (Kades) Sekotong Barat, H. Saharudin, kondisi sampah plastik di sepanjang pantai di Desa Sekotong Barat terlihat menumpuk.

Di sekitar areal Pelabuhan Tawun, sampah plastik seperti gelas bekas minuman, plastik bungkus mi dan jajan berserakan di pinggir pantai tersebut. Pihak desa dan warga pun berusaha menangani dengan cara membakar sampah, tetapi kondisi hujan mengakibatkan sampah tidak bisa dibakar. Hal ini diperparah dengan tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau TPS khusus di daerah itu.

Kades Sekotong Barat, H. Saharudin menuturkan bahwa tumpukan sampah bukan di daerah Tawun saja, tetapi sepanjang pesisir Pantai Sekotong ada sampah plastik. “Sampah ini dibawa oleh ombak timur beberapa hari yang lalu. Kami tunggu sampai hujan agak jarang, baru kami bisa bakar,” kata Kades Sekotong Barat ini, Sabtu (7/2/2026).

Tumpukan Sampah di Pantai Sekotong Terjadi Hampir Setiap Tahun

Tumpukan sampah plastik di Pantai Sekotong ini terjadi hampir setiap tahun ketika musim hujan angin timur, kawasan setempat pasti dipenuhi sampah plastik dan sampah kiriman yang dibuang ke laut. Pihaknya bersama warga sudah berupaya menangani sampah ini. Namun pihaknya kesulitan mengumpulkan akibat angin kencang. “Insyaallah kalau sudah tidak hujan beberapa hari bisa kita gotong royong dan bakar,” ujarnya.

Pihaknya belum bisa membakar sampah di Pantai Sekotong ini karena kondisi masih basah. “Kiita tunggu dulu supaya bisa kita bakar langsung di tempat,” imbuhnya.

Untuk penanganan sampah di Pantai Sekotong itu, pihak desa berharap dibangunkan TPA. Pasalnya di daerah itu tidak ada TPA yang disiapkan pemerintah sehingga sampah kebanyakan dibuang sembarangan.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang dikonfirmasi media terkait tindak lanjut instruksi presiden hasil pertemuan Rakornas beberapa hari lalu mengatakan, pihaknya sudah mengagendakannya. LAZ sudah memberikan pengarahan kepada seluruh petugas Dinas Lingkungan Hidup suntuk membangun kekompakan dan harus bekerja bersama dengan baik.

“Ya ini makanya, saya ke sini (DLH) setelah rakor itu. Bahwa saya minta LH agendakan pembersihan pantai. Nanti kita koordinasi dengan Dandim dengan Kapolres. Karena itu perintah,” tegasnya.

Sasarannya, lanjut dia, kawasan destinasi wisata seperti Senggigi menjadi prioritas. Kemudian daerah Lembar, dan Sekotong. (her)

Banjir di Lambu Bima, Seorang Anak Terbawa Arus Ditemukan Meninggal

Bima (globalfmlombok.com) – Banjir melanda wilayah Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Kamis (5/2/2026) petang. Seorang anak berusia 12 tahun dilaporkan terbawa arus dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bima, Nurul Huda mengatakan banjir dipicu hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang pada, Kamis (5/2/2026). Kondisi ini mengakibatkan debit air sungai meningkat signifikan. Banjir di Desa Lambu terjadi sekitar pukul 18.10 Wita. Air kiriman dari wilayah pegunungan menyebabkan sungai meluap dengan ketinggian air diperkirakan antara 2-5 meter. “Kondisi arus sangat deras dan membahayakan warga di sekitar aliran sungai,” katanya.

Nasib naas menimpa Baja bin Mahmud, pelajar kelas VI SD Inpres Kale’o. Korban berasal dari Dusun Panggu, Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu. Saat kejadian, korban bersama dua temannya melintas di jembatan kayu sepulang mencari rumput untuk ternak. “Korban terpeleset di jembatan kayu dan langsung terbawa arus banjir,” kata Nurul Huda.

Warga setempat segera melakukan upaya pencarian dan dibantu aparat desa. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.20 Wita, berjarak kurang lebih 700 meter dari lokasi awal kejadian. “Korban ditemukan dan langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Monta Baru,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Bima mencatat dalam kejadian ini terdapat satu korban jiwa. Huda mengatakan, tidak ada laporan kerusakan rumah warga maupun kebutuhan mendesak lainnya. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kabupaten Bima.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan camat, aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah desa setempat. Langkah yang dilakukan meliputi pengamatan lapangan, pendataan, dan kaji cepat dampak bencana. “Kami juga berkoordinasi dengan dinas teknis terkait sesuai kewenangan masing-masing,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. “Kami lagi-lagi mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di sekitar sungai saat hujan deras dan segera melapor ke BPBD, camat, atau aparat desa jika terjadi kondisi darurat,” tandasnya. (hir)

PMB 2026: Undiksha Siapkan Ribuan Kuota, Jalur SNBP Dibuka hingga 18 Februari

Singaraja (globalfmlombok.com)–

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Saat ini, proses seleksi telah memasuki jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang berlangsung hingga 18 Februari 2026.

Melalui jalur SNBP, Undiksha memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri yang memiliki komitmen kuat terhadap mutu pendidikan dan pengembangan karakter. Jalur ini menilai capaian akademik serta prestasi siswa selama menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah.

Pada PMB Tahun Akademik 2026/2027, Undiksha menyiapkan ribuan kuota mahasiswa baru untuk berbagai program studi kependidikan dan nonkependidikan dengan jenjang Diploma Tiga (D3) hingga Sarjana (S1). Ragam program studi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Ketua Tim Promosi Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, menyampaikan bahwa SNBP merupakan jalur strategis bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan studi di Undiksha.

“Melalui jalur SNBP, Undiksha membuka peluang seluas-luasnya bagi siswa yang memiliki rekam jejak prestasi baik untuk bergabung dan berkembang bersama Undiksha. Kami mendorong calon mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih program studi yang sesuai dengan minat dan potensi mereka,” ujarnya.

Selain program diploma dan sarjana, Undiksha juga membuka penerimaan mahasiswa Program Pascasarjana. Pendaftaran Gelombang II Program Pascasarjana dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret hingga 21 April 2026, dengan berbagai pilihan program studi yang berorientasi pada pengembangan keilmuan, riset, dan profesionalisme.

Prof. Jampel menambahkan Undiksha terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan akademik. “Undiksha tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, inovasi, dan daya saing lulusan agar mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” tambahnya.

Undiksha mengimbau calon mahasiswa dan masyarakat untuk mencermati seluruh informasi pendaftaran melalui kanal resmi Undiksha https://undiksha.ac.id/pmb serta memastikan proses pendaftaran dilakukan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku. (r)