Mataram (globalfmlombok.com) – Bros Tembolak telah mengantongi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi NTB. Produk kriya asli Kota Mataram perlu mendapatkan perlindungan dan pengakuan secara global.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram, Jemmy Nelwan, S.Sos., menjelaskan, Bros Tembolak merupakan ide kreatif dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, untuk melahirkan kerajinan yang bisa mencari ciri khas atau ikon kriya di ibukota Provinsi NTB tersebut.
Ide kreatif itu perlu mendapatkan pengakuan secara resmi, sehingga Bros Tembolak didaftarkan sebagai Hak Atas Kekayaan Intelektual ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi NTB. “Bros Tembolak ini ide atau gagasan dari Ketua Dekranasda Kota Mataram. Kami kemudian membantu menguruskan HAKI ke Kementerian Hukum,” jelas Jemmy.
Menurut Jemmy, Bros Tembolak bisa menjadi ikon produk kriya Kota Mataram. Hasil kerajinan tangan perajin ini bisa menjadi souvenir bagi wisatawan. Pihaknya akan mendorong perajin emas dan mutiara untuk menciptakan Bros Tembolak, sehingga dapat dikenal secara luas oleh masyarakat. “Kita sudah berikan pelatihan kepada 50 perajin untuk memproduksi Bros Tembolak,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Mataram bersyukur pelaku industri kreatif sudah banyak memajang Bros Tembolak di galeri mereka. Hal ini dinilai sebagai langkah positif supaya memasyarakat Bros Tembolak.
Terlepas dari itu, ia menegaskan bahwa ide kreatif yang dimiliki masyarakat perlu mendapatkan perlakuan dan perlindungan secara hukum. Tujuannya agar tidak diduplikat oleh perajin dari luar daerah. Selain itu, produk kriya Kota Mataram dapat menjadi ciri khas serta ikon. “Jadi dimana pun ditemukan Bros Tembolak itu pasti asalnya dari Kota Mataram. Artinya, ada pengakuan dari orang atau daerah lain setelah kita memiliki HAKI,” tegasnya.
Jemmy berharap pelaku industri kreatif di Kota Mataram, dapat menciptakan produk kriya yang inovatif serta berbeda dari daerah lain, sehingga menjadi ciri khas daerah. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap citra industri kriya serta meningkatkan pendapatan masyarakat. “Semakin banyak yang menghasilkan ide kreatif seperti itu akan semakin bagus,” demikian kata Jemmy. (cem)


