Mataram (globalfmlombok.com)-
Studio 1 Cinema XXI Lombok Epicentrum Mall (LEM), Mataram, NTB, Jumat (28/8/2026) malam penuh dengan gelak dawa dan tepuk tangan. Suasana hangat tersebut mewarnai acara pemutaran gala premiere film Bapakmu Kiper, sebuah karya layar lebar produksi Entelekey Media (Enteleki Cinema Indonesia/ESI) yang mengulas realitas serta kultur unik sepak bola antar-kampung (tarkam) di Tanah Air.
Lombok dipilih menjadi salah satu kota pertama yang menayangkan film drama komedi bertema olahraga besutan sutradara Ody Harahap ini, sebelum resmi beredar serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 3 September 2026 mendatang.
Kehadiran jajaran pemain dan tim produksi—di antaranya aktor Fedi Nuril, Ali Fikry, Eksekutif Produser Garnet Geraldine Tanjang, Agen Agung, hingga ikon tarkam lokal asal Lombok, King Polo sukses menyedot antusiasme ratusan penonton yang memadati ruang bioskop.
Direktur Utama ESI sekaligus Eksekutif Produser Bapakmu Kiper, Garnet Geraldine Tanjang, mengungkapkan bahwa pemilihan tema sepak bola tarkam bertumpu pada besarnya potensi penggemar sepak bola di Indonesia yang selama ini belum terwakili secara optimal di media film layar lebar.
“Indonesia adalah negara keempat di dunia yang mempunyai fanbase sepak bola sangat besar. Namun, kultur tarkam masih kurang direpresentasikan dalam perfilman Indonesia. Kami ingin membuat film yang sangat relatable dengan kehidupan masyarakat,” ujar Garnet di hadapan para penonton.
Garnet menambahkan, keterlibatan figur tarkam populer seperti King Polo, Agen Agung, Yakite, hingga Super Badik sengaja dihadirkan untuk menjaga keautentikan atmosfer lapangan kampung. Tak hanya itu, film ini juga diperkuat oleh penampilan mantan pemain nasional Syamsir Alam serta kehadiran pelatih kawakan Indra Sjafri.
Bagi para pemain tarkam lokal seperti Agen Agung dan King Polo, dunia seni peran memberikan kejutan culture shock tersendiri, terutama terkait ritme kerja di lokasi syuting.
“Awalnya saya pikir jadi artis itu mudah, ternyata luar biasa berat. Mereka bekerja totalitas dari pagi sampai malam, harus standby di lapangan maupun lokasi lain,” kata Agen Agung.
Hal senada diakui King Polo. Sosok yang dijuluki ‘Raja Tarkam’ asal Lombok ini mengaku salut dengan daya tahan para aktor profesional. “Menjadi artis ini sangat berat. Mereka bekerja dari pagi sampai pagi. Saya salut dengan Abang kita, Fedi Nuril,” ucap King Polo.
Di sisi lain, aktor utama Fedi Nuril yang berperan sebagai Warto (seorang penjaga gawang) menceritakan pengalaman tak terlupakan saat harus beradu peran langsung di lapangan dengan King Polo. Fedi bahkan sempat mengalami cedera fisik akibat kerasnya tendangan sang pemain tarkam.
“Jempol saya dibuat kesleo sama tendangannya King Polo. Kencang sekali, padahal sudah pakai sarung tangan dan nendangnya dari luar kotak penalti. Tapi karena kamera belum cut, saya tahan demi tetap kelihatan gagah. Pas sudah cut, baru terasa sakitnya,” tutur Fedi yang disambut gelak tawa penonton.
Fedi menilai Bapakmu Kiper merupakan sajian film yang komplet karena menyatukan fenomena kultur tarkam yang belum pernah diangkat ke perfilman dunia, dibalut komedi segar dan drama keluarga yang emosional.
Secara jalan cerita, Bapakmu Kiper menyoroti fenomena sepak bola tarkam yang dibalut dengan hubungan emosional yang erat antara ayah dan anak. Fedi Nuril berperan sebagai Warto, seorang penjual ikan yang juga mantan kiper tarkam. Warto bertekad kuat membantu anaknya, Dino (Ali Fikry), seorang striker remaja berbakat yang bermimpi besar menembus kancah sepak bola profesional.
Demi mendukung impian sang anak, Warto bahkan berjuang keras membidani terbentuknya tim sepak bola tarkam tersendiri khusus untuk Dino. Namun perjalanan tersebut tak mulus; dinamika serta hambatan justru muncul dari orang terdekat yang memicu konflik emosional di antara keduanya.(ris)


