BerandaPendidikanTanpa Figur Ayah Picu Dampak Negatif bagi Anak

Tanpa Figur Ayah Picu Dampak Negatif bagi Anak

Mataram (globalfmlombok.com) – Psikolog dari Universitas Mataram (Unram) mengingatkan vitalnya peran ayah dalam pembentukan karakter anak. Absennya atau tanpa figur ayah di dalam rumah tangga berpotensi memicu berbagai dampak negatif bagi anak di masa depan. Salah satunya adalah peningkatan potensi perilaku kriminal.

Psikolog Unram, Pujiarohman, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa peran ayah dalam keluarga tidak boleh terbatas pada pemenuhan kebutuhan material saja, melainkan juga harus menyentuh kebutuhan emosional. Di samping mencari nafkah, seorang ayah perlu hadir sebagai sosok yang memberikan teladan nyata. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, ketaatan pada aturan, hingga konsistensi sangat bergantung pada kehadiran figur ini selama proses tumbuh kembang anak.

“Ketika figur ini tidak ada, maka poin-poin tadi sangat besar kemungkinannya akan hilang,” ujarnya, Minggu (12/7).

Hilangnya figur ayah dalam menanamkan karakter disiplin dan kepatuhan terhadap aturan ini, dikhawatirkan dapat memicu dampak yang jauh lebih buruk. Pujiarohman menyebutkan, salah satu dampak negatif yang berpotensi besar terjadi di kemudian hari adalah kecenderungan melakukan tindakan kriminal di tengah masyarakat.

“Kehilangan figur ayah itu akhirnya nanti berpotensi di masa depan itu meningkatkan kondisi-kondisi kriminal terjadi di masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa baik ayah maupun ibu sebenarnya memegang peran yang sama-sama sentral dalam pola pengasuhan. Namun, selama ini tanggung jawab tersebut cenderung dibebankan kepada ibu saja. Akibatnya, ayah kerap kali abai terhadap perkembangan anak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan mental mereka.

Untuk mencegah dampak negatif tersebut, figur ayah dituntut untuk hadir secara utuh, baik secara fisik maupun emosional. Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan meluangkan waktu mengantar anak pada hari pertama sekolah. Upaya ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah melalui gerakan Ayah Antar Anak Sekolah.

Selain kehadiran fisik, pendampingan mental juga menjadi hal yang sangat urgen bagi anak. Artinya,kualitas komunikasi antara orang tua dan anak menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan mental tersebut.

Selain itu, ada pula aspek pendampingan spiritual, ketika orang tua memberikan teladan yang baik dalam membangun koneksi dengan Tuhan. Terakhir, pendampingan sosial dari kehadiran kedua orang tua juga memegang peran penting dalam membangun kualitas interaksi sosial anak di tengah masyarakat.

“Empat aspek tadi ketika ayah bisa menjadi figur contoh yang bagi anak-anak, maka ayah tersebut sudah menyiapkan fondasi kesiapan anak untuk berkembang. Nantinya akhirnya penndamping itu dilakukan, maka secara otomatis akan berdampak terhadap kehidupan anak secara sosial,” pungkasnya. (sib)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI