BerandaPemerintahanKota MataramBPBD Mataram Antisipasi Dampak El Nino, Babakan Mulai Alami Penurunan Debit Air...

BPBD Mataram Antisipasi Dampak El Nino, Babakan Mulai Alami Penurunan Debit Air Sumur

Mataram (globalfmlombok.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mulai mengantisipasi dampak fenomena El Nino setelah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan informasi yang diterima, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli 2026, sehingga pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan dampak turunannya.

Kepala BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan enam kecamatan guna memetakan kondisi di masing-masing wilayah dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila dampak El Nino mulai dirasakan masyarakat.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima BPBD, dari enam kecamatan di Kota Mataram, baru Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, yang melaporkan adanya indikasi penurunan debit air sumur.

“Laporan kami terima pada Selasa (30/6). Keesokan harinya saya langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk berkoordinasi dengan camat dan melakukan tindak lanjut di lapangan,” ujarnya, Kamis (2/7).

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan enam unit tandon air berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila terjadi kekeringan.

“Kalau memang ada dampak El Nino yang menyebabkan kekurangan air bersih, kami akan langsung melakukan dropping air ke lokasi terdampak,” katanya.

Menurut Budi, dampak El Nino tidak hanya memicu kekeringan akibat berkurangnya curah hujan, tetapi juga menyebabkan suhu udara lebih panas dari biasanya. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, baik kebakaran lahan maupun permukiman.

Karena itu, BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram, untuk memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Ia menjelaskan, terdapat dua dampak utama yang perlu diwaspadai akibat El Nino, yakni berkurangnya ketersediaan air permukaan dan air bawah permukaan. Penurunan air permukaan berpotensi mengganggu kebutuhan irigasi pertanian, sedangkan berkurangnya air bawah permukaan dapat menyebabkan debit air sumur warga menurun.

BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama puncak musim kemarau berlangsung. Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan dampak El Nino di seluruh wilayah Kota Mataram. (pan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI