Mataram (globalfmlombok.com) – Sejumlah warga di Kabupaten Lombok Timur diduga jadi korban penipuan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini, tercatat terdapat dua sampai tiga laporan yang masuk ke Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi NTB mengenai dugaan penipuan tersebut.
Ketua Satgas MBG Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., mengatakan modus penipu yaitu mengaku mengenal pegawai Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka mengiming-imingi masyarakat untuk membangun SPPG dengan menjanjikan titik dapur yang telah dibangun telah disetujui oleh BGN.
“Bahkan dengan sangat meyakinkan bahwa titik yang dimaksud itu titik yang disetujui oleh BGN,” ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.
Setelah laporan masuk, Satgas mengaku langsung membantu melacak apakah benar titik dapur tersebut masuk dalam daftar perencanaan SPPG BGN. Namun faktanya tidak ditemukan titik yang dimaksud. Fathul mengatakan, atas kasus tersebut korban mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Sebab dapur tersebut dikatakan sudah terbangun, tinggal mengisi peralatan dan perawatan dapur.
“Kalau satu dapur biasanya kalau lengkap dengan segala peralatan bisa sampai Rp2 miliar. Kalau sudah ada bangunan kisaran sampai Rp2 miliar,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada pembukaan portal pembangunan dapur MBG baru. BGN, lanjutnya, kini tengah melakukan evaluasi total program tersebut. Pun untuk mendapatkan persetujuan pembangunan SPPG, masyarakat wajib mendaftar di portal aplikasi yang sudah disiapkan oleh BGN, segala proses dari awal hingga verifikasi dilakukan lewat portal tersebut.
“Mereka itu tidak melalui jalan portal resmi gitu. Ketidaktahuan ini kan karena kurang informasi masyarakat,” lanjutnya.
Adapun dengan kasus ini, Asisten I Setda NTB itu meminta kepada korban untuk langsung melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). “Saran kami selaku Satgas, kalau kasus seperti itu langsung aja lapor ke APH, ke aparat kepolisian,” tegasnya.
808 SPPG Berdiri di NTB
Hingga saat ini, telah terbangun sekitar 808 SPPG di seluruh wilayah NTB. Untuk wilayah terpencil, BGN NTB mencatat terdapat 126 titik yang masuk kategori daerah terpencil. Dari jumlah tersebut, 16 titik telah melalui proses apraisal dan memiliki kepala SPPG yang ditunjuk. Sementara itu, pembangunan sejumlah dapur MBG yang masih dalam tahap pengerjaan untuk sementara dihentikan menyusul kebijakan moratorium yang diberlakukan pemerintah pusat.
Dari total 126 titik tersebut, sebagian besar proyek masih berada dalam tahap pengerjaan. Sebanyak 102 titik dilaporkan masih dalam proses pembangunan. Sementara itu, 16 titik dinyatakan telah siap operasional untuk melayani masyarakat, dan 6 titik lainnya tercatat tidak ada progres.
Dari jumlah tersebut, Pulau Sumbawa menjadi daerah dominan pembangunan SPPG dengan total 76 titik. Sementara Pulau Lombok sekitar 50 titik. (era)


