BerandaPemerintahanKota MataramKomisi V DPRD NTB Panggil Dikpora, Klarifikasi Puluhan Siswa Dicoret Dari Kelulusan...

Komisi V DPRD NTB Panggil Dikpora, Klarifikasi Puluhan Siswa Dicoret Dari Kelulusan SPMB

Mataram (globalfmlombok.com) – Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan pendidikan memanggil Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB. Pemanggilan tersebut dilakukan terkait dengan polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di sejumlah SMA di Kota Mataram.

Diketahui Komisi V banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dengan puluhan siswa yang sempat dinyatakan lulus pada sistem SPMB, namun statusnya berubah menjadi tidak lulus sehingga tidak dapat melakukan daftar ulang.

Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Sudiartawan, mengatakan pihaknya merespons berbagai keluhan yang berkembang di masyarakat, termasuk laporan dari sekitar 50 wali murid yang mengaku anaknya sempat dinyatakan diterima, namun kemudian gagal melakukan daftar ulang karena namanya tidak lagi tercantum dalam daftar kelulusan.

“Kami mengundang Dikpora berdasarkan beberapa isu di luar, mengenai ada asosiasi wali murid yang menyampaikan bahwa daftarnya sudah lulus, sudah diterima, tetapi begitu daftar ulang, hilang,” ujarnya usai rapat dengar pendapat RDP pada Rabu (2/7) petang kemarin.

Berdasarkan penjelasan sementara dari Dikpora NTB, perubahan status tersebut terjadi karena data pada sistem masih bergerak selama proses seleksi berlangsung. Namun, DPRD belum ingin menarik kesimpulan hanya berdasarkan penjelasan dari pemerintah.

“Tidak ada rekomendasi dari Komisi V sebelum kami juga mendengar pihak asosiasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, Komisi V akan menjadwalkan rapat lanjutan dengan menghadirkan Dikpora NTB dan perwakilan wali murid agar seluruh pihak mendapat kesempatan menyampaikan penjelasan.

Di sisi lain, Komisi V juga meminta Dikpora memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan akibat proses SPMB. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah mengoptimalkan distribusi siswa ke sekolah yang masih memiliki daya tampung, termasuk membuka kemungkinan penambahan rombongan belajar (rombel) apabila diperlukan.

“Yang jelas jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Itu intinya penekanan kita kepada Kadis,” tegas Politisi Gerindra itu.

Sementara itu, Kepala Dikpora NTB Syamsul Hadi menjelaskan siswa yang sempat terlihat lolos di sistem sebenarnya masih berada dalam proses seleksi karena pemeringkatan berlangsung secara dinamis hingga masa pendaftaran berakhir.

“Ada siswa yang tidak lulus karena itu gini, dia kan ketika di-screenshot bahwa dia dalam posisi hijau, itu pada posisi sebenarnya data itu masih bergerak, fluktuatif, jadi itu masih bergerak karena namanya sistem kan,” katanya.

Menurutnya, perubahan tersebut merupakan konsekuensi dari sistem seleksi yang terus memperbarui peringkat peserta berdasarkan data yang masuk selama proses pendaftaran berlangsung. “Ya kan dia hijau, tapi begitu di jam berikutnya karena masih data bergerak itu maka dia akhirnya kemudian oh, tergeser ke bawah begitu,” jelasnya. (ndi)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI