Taliwang (globalfmlombok.com) – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam dua hari terakhir memicu terjadinya banjir di empat kecamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah KSB, banjir dilaporkan terjadi di tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Brang Ene, Jereweh, Maluk, dan Sekongkang. Di Kecamatan Brang Ene banjir terjadi di Desa Mataiyang. Di Kecamatan Jereweh melanda Desa Belo, Goa, dan Beru. Di Kecamatan Maluk terjadi di Desa Benete. Sedangkan di Kecamatan Sekongkang melanda Desa Sekongkang Atas dan Desa Tongo.
“Laporan yang masuk ke kami sampai selesai rapat koordinasi barusan, banjir terjadi di tujuh desa pada empat kecamatan,” terang Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah, saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Abdullah mengatakan, sebagian wilayah yang terdampak kini mulai terkendali. Di Desa Benete, Sekongkang Atas, dan Tongo, air dilaporkan sudah surut karena banjir terjadi pada pagi hari.
Sementara di Kecamatan Jereweh dan Brang Ene, banjir akibat luapan sungai dengan debit tinggi masih menggenangi permukiman warga. “Laporannya air masih menggenangi rumah warga, tapi kondisinya sudah terkendali,” ujarnya.
BPBD bersama aparat TNI/Polri dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah turun melakukan penanganan sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Di Desa Tongo dan Sekongkang, tim melakukan inventarisasi dampak serta menyalurkan bantuan makanan siap konsumsi.
“Alhamdulillah tidak ada laporan korban jiwa sejauh ini. Soal kerugian kami masih lakukan pendataan,” katanya.
Informasi yang dihimpun, banjir di Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang sempat menyebabkan akses jalan terputus. Air sungai yang meluap membawa material batu dan pasir hingga menutup badan jalan, sehingga sulit dilalui kendaraan.
Selain empat kecamatan yang telah terdampak, Kecamatan Brang Rea dan Taliwang juga terancam banjir. Di Kecamatan Taliwang, yang menjadi titik pertemuan muara Sungai Brang Rea dan Brang Ene, debit air terpantau terus meningkat.
Abdullah menyebutkan, ketinggian air sungai di Taliwang masih berada pada level siaga. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat hujan masih turun merata di seluruh wilayah KSB.
“Hujan ini merata sejak kemarin. Mau di hulu ataupun di hilir semua hujan dengan intensitas yang sama,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisi debit air Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk yang berada di hulu Sungai Brang Rea dan Brang Ene. Berdasarkan pembaruan Balai Wilayah Sungai (BWS), ketinggian air kedua bendungan tersebut masih dalam kondisi aman.
“Update BWS terbaru, ketinggian air kedua bendungan masih aman. Tapi dengan kondisi hujan yang masih terus turun seperti sekarang, potensi kenaikan ketinggian air bendungan tetap ada,” imbuhnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Hujan Intensitas Tinggi, Empat Kecamatan di KSB Dilanda Banjir ”




