Mataram (globalfmlombok.com) –
Komisi IV DPRD Provinsi NTB mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB memperkuat hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti pada tahap pengembangan prototipe, tetapi mampu dikomersialisasikan sehingga memberikan nilai tambah dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dorongan tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi IV DPRD NTB bersama BRIDA di Ruang Rapat Lakey, Senin (29/6). Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Sudirsah Sujanto dan Sekretaris Komisi IV Hasbullah Muis Konco itu membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sekaligus mengevaluasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun 2025.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV juga mengapresiasi capaian kinerja BRIDA sepanjang 2025. Lembaga tersebut berhasil mencatatkan Indeks Inovasi Daerah sebesar 73,25 dengan kategori “Sangat Inovatif”. Sementara itu, Indeks Daya Saing Daerah mencapai 4,59 atau berada di atas rata-rata nasional.
Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan lembaganya mampu menjaga akuntabilitas pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran. Realisasi keuangan BRIDA pada 2025 telah melampaui 90 persen.
“Realisasi keuangan kami mencapai lebih dari 90 persen dan tidak terdapat temuan LHP BPK RI Tahun 2025 yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan kegiatan BRIDA,” ujar Aryadi.
Selain mempertahankan kinerja, BRIDA juga menyiapkan sejumlah agenda riset strategis pada 2026. Salah satunya adalah memperkuat kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penelitian air bawah tanah menggunakan teknologi isotop.
“Kami akan memperkuat kerja sama dengan BRIN dalam pelaksanaan penelitian air bawah tanah menggunakan teknologi isotop yang direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026,” katanya.
Rapat kerja tersebut juga menjadi forum untuk memastikan hasil penelitian, kajian, dan rekomendasi kebijakan yang dihasilkan BRIDA dapat terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah sehingga lebih tepat sasaran dan dapat diimplementasikan.
Ke depan, BRIDA diharapkan terus mendampingi pengembangan berbagai inovasi unggulan daerah, seperti budidaya kurma dan kacang Sacha Inchi. Selain itu, lembaga tersebut diminta konsisten menghadirkan inovasi teknologi pascapanen yang aplikatif guna mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan serta menjawab kebutuhan riil masyarakat.(ris/r)


