Mataram (globalfmlombok.com)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan industri perbankan terus memperkuat budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar.
Dari kolaborasi tersebut sepanjang rangkaian program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 telah mendorong pembukaan 12.068 rekening simpanan pelajar baru, sehingga total rekening pelajar di NTB mencapai 1.425.411 rekening dengan total simpanan Rp304,3 miliar.
Penguatan budaya menabung tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HIM Tahun 2026 yang mengusung tema “Pelajar Cerdas Keuangan untuk Masa Depan Gemilang”. Puncak HIM 2026 berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Kota Mataram, Jumat (28/8), dan melibatkan sekitar 1.500 pelajar serta guru pendamping dari 10 satuan pendidikan jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di sekitar Mataram.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo, serta anggota TPAKD dan perwakilan perbankan yang terdiri dari BPD NTB Syariah, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Central Asia (BCA), BPD Bali, Bank Mayapada, BPR NTB, dan Bank Amali.
Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memperkuat pelaksanaan program KEJAR dan HIM di NTB, khususnya Kementerian Agama, Dinas Pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta LJK.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antara OJK, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan dapat memperluas akses keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar,” kata Rudi.
Rudi juga mengajak pelajar untuk mulai menabung tanpa menunggu memiliki uang dalam jumlah besar dengan membiasakan diri menyisihkan sebagian uang yang diterima setiap hari.
“Kalau sejak sekolah kalian sudah terbiasa menyisihkan uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta merencanakan penggunaan uang, insyaallah ketika dewasa nanti kalian akan lebih siap mengambil keputusan keuangan dengan baik,” ujar Rudi.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kemandirian finansial generasi muda. Menurutnya, perkembangan ekosistem digital juga meningkatkan kebutuhan edukasi dan pendampingan agar anak dan remaja mampu mengelola keuangan secara bijak serta mengenali berbagai risiko kejahatan keuangan digital.
“Di era digital, edukasi dan pendampingan kepada anak dan remaja menjadi semakin penting agar mereka mampu mengelola keuangan dengan bertanggungjawab dan bijak, serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan digital,” ujar Indah.
Rangkaian HIM Tahun 2026 di NTB diawali dengan Kampanye Budaya Menabung melalui pembukaan rekening pelajar secara massal yang melibatkan sekolah dan madrasah di Provinsi NTB serta bekerja sama dengan industri perbankan selama Juli hingga Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelajar terhadap produk dan layanan keuangan sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan menabung secara konsisten.
Puncak HIM 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif, antara lain Kompetisi Cerdas Keuangan, Kompetisi Yel-Yel, pengenalan produk keuangan kepada pelajar, serta pemberian apresiasi kepada sekolah dan madrasah yang aktif berpartisipasi dalam program.
Sebagai bentuk apresiasi, OJK NTB memberikan penghargaan kepada sekolah dengan capaian dan partisipasi terbaik, yaitu MTsN 2 Mataram sebagai sekolah dengan pembukaan rekening pelajar terbanyak jenjang SMP/MTs, SMAN 1 Sumbawa sebagai sekolah dengan pembukaan rekening pelajar terbanyak jenjang SMA/MA/SMK, serta MTsN 1 Mataram sebagai sekolah dengan penampilan yel-yel terbaik.
Pada Kompetisi Cerdas Keuangan, SMPN 1 Mataram meraih Juara I dan Juara II jenjang SMP/MTs, sedangkan SMPN 2 Mataram meraih Juara III. Pada jenjang SMA/MA/SMK, MAN 2 Mataram meraih Juara I, Juara II, dan Juara III.
Melalui peringatan HIM 2026, OJK bersama pemerintah daerah, TPAKD, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan akan terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun generasi muda yang cerdas mengelola keuangan, memiliki kebiasaan menabung, serta membangun financial wellness bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda Pemerintah dalam menyiapkan generasi emas 2045.(ris/r)


