BerandaBerandaInvestor Kereta Gantung Rinjani Menghilang

Investor Kereta Gantung Rinjani Menghilang

Mataram (globalfmlombok.com) – Wacana pembangunan Kereta Gantung Rinjani kian redup. Setelah mendapatkan penolakan dari Pemprov NTB, kini investor asal Tiongkok itu dikatakan telah menghilang. Padahal, mereka sempat menanam modal senilai Rp5 miliar di Bank NTB Syariah beberapa tahun lalu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, mengatakan sejak Pemprov terang-terangan menolak rencana pembangunan kereta di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), hingga kini Pemprov NTB belum mendengar kabar dari investor.

“Enggak ada kabar lagi. Itu saja intinya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 29 Juli 2029.
Menyinggung soal anggaran Rp5 miliar yang sempat disetorkan sebagai bukti keseriusan oleh investor, ia mengatakan itu urusan investor. Namun, apabila ada diskusi lanjutan dari investor mengenai rencana pembangunan kereta gantung, Irnadi mengaku siap berkomunikasi dengan investor tersebut.

Saat ini, proyek Kereta Gantung Rinjani masih berproses di pusat mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Dengan adanya penolakan dari daerah, Mantan Kepala UPT Samsat Lombok Utara itu menilai pemerintah pusat juga mempertimbangkan respons Pemprov NTB.
“Biasanya kalau pusat juga mempertimbangkan bagaimana support daerah gitu. Jadi kita tunggu saja,” katanya.

Adapun dengan adanya penolakan ini, Irnadi menegaskan tidak akan mengganggu iklim investasi di daerah. Hal ini karena Pemprov tidak ujug-ujug menolak, melainkan daerah memiliki banyak pertimbangan sebelum menolak investor. Apalagi menyinggung soal lingkungan dan adanya penolakan langsung dari masyarakat.

“Masyarakat adat dan sebagainya juga perlu menjadi pertimbangan. Tidak hanya teknis sebuah investasi. Tapi faktor non teknis juga perlu menjadi pertimbangan,” lanjutnya.

Di samping itu, sebagai OPD yang menangani sektor investasi, pihaknya mengaku mendukung penuh seluruh rencana investasi di daerah. Meski begitu, tetap akan dilakukan evaluasi dan pengawasan meskipun tidak investasi itu sudah berjalan. “Itu kan bukan berarti yang sudah disetujui segala macam itu tidak ada evaluasi. Tentu dalam proses kan ada evaluasi-evaluasi,” ucapnya.

Sementara, pada proyek Kereta Gantung Rinjani dikatakan belum ada evaluasi apapun sebab wacana investasi itu belum berjalan. Meski sempat melaksanakan groundbreaking pada tahun 2022 lalu, tapi dipastikan belum ada realisasi pembangunan dari investor. “Ini kembali kepada investor,” tutupnya. (era)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI