Dompu (globalfmlombok.com) – Proyek pembangunan Pelabuhan Laut Kilo di Kabupaten Dompu, menghadapi kendala dari bahan konstruksi. Tiang pancang yang dikirim dari Surabaya dilaporkan tenggelam di Perairan Madura. Kendati demikian, pembangunan dipastikan tuntas sesuai kontrak.
Kepala UPP Calabai Dompu, Prayitno, SH., mengatakan, saat ini pekerjaan masih difokuskan pada pembangunan fasilitas darat. Sementara, pembangunan sisi laut masih menunggu pengiriman ulang tiang pancang dari Surabaya.
“Masih proses pembangunan sisi darat. Untuk sisi laut masih menunggu tiang pancang dari Surabaya yang diperkirakan tiba pada pertengahan Agustus sekaligus dilakukan groundbreaking,” ujar Prayitno, Minggu (26/7).
Ia menjelaskan, tiang pancang sebenarnya telah diberangkatkan dari Surabaya pada 27 Juni 2026. Namun, tongkang yang mengangkut tiang pancang tersebut, tenggelam di perairan Madura pada 30 Juni, sehingga seluruh material harus diproduksi kembali.
“Tiang pancang sudah berangkat dari Surabaya tanggal 27 Juni, tetapi tongkang beserta tiang pancang tenggelam di Perairan Madura,” katanya.
Meski mengalami musibah tersebut, Prayitno menegaskan pihak kontraktor tetap berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target sampai 30 Desember 2026. Untuk mengejar waktu, kontraktor akan menambah jumlah tenaga kerja serta jam kerja setelah tiang pancang tiba di lokasi.
“Namanya musibah, tetapi kontraktor tetap komitmen dan optimistis pekerjaan selesai pada 30 Desember 2026. Apabila tiang pancang sudah datang, tenaga kerja dan jam kerja akan ditambah,” ujarnya.
Menurut Prayitno, seluruh kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan sebagai bahan evaluasi dan penanganan lebih lanjut.
Diketahui,proyek pembangunan Pelabuhan Laut Kilo mencakup pembangunan fasilitas darat dan fasilitas laut dengan total anggaran sebesar Rp85,111 miliar. Anggaran bersumber dari APBN Tahun 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Wijaya Inti Nusa Sentosa dengan target penyelesaian hingga 30 Desember 2026. Meski sempat terkendala akibat tenggelamnya tiang pancang, pelaksanaan proyek diyakini tetap dapat diselesaikan sesuai jadwal. (ula)


