Mataram (globalfmlombok.com)-
Anggota Komisi III DPRD NTB Syamsu Rijal, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang perlu terus didukung karena memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun, ia menegaskan pelaksanaan program tersebut harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola dan pengawasan yang lebih ketat.
Menurut anggota DPRD dari Fraksi Gerindra ini, persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG tidak terletak pada programnya, melainkan pada aspek manajemen dan pengelolaannya.
“MBG ini program pemerintah, jadi sebaiknya kita dukung dulu. Yang perlu diperbaiki bukan programnya, tetapi tata kelolanya,” kata Syamsu Rijal kepada wartawan, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menilai Presiden telah memberikan arahan yang jelas terkait pelaksanaan program tersebut. Karena itu, evaluasi yang dilakukan seharusnya difokuskan pada aspek teknis dan manajerial agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
Suamsu menyoroti pentingnya pengawasan dalam proses perizinan, penentuan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pelaksanaan di lapangan. Menurut dia, seluruh tahapan harus dikontrol secara ketat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Mulai dari manajemen, proses izin, hingga titik-titik SPPG harus benar-benar dikontrol. Jangan sampai terkesan dilepas begitu saja. Pengawasan harus diperkuat,” ujarnya.
Ia juga menilai MBG memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah. Program tersebut dinilai mampu membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus menyerap tenaga kerja.
“Yang saya lihat, UMKM ikut bergerak, lapangan kerja bertambah, dan ada penyerapan tenaga kerja. Dampaknya cukup terasa bagi masyarakat,” katanya.
Selain manfaat ekonomi, ia menilai program tersebut memberikan dampak sosial yang positif bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak. “Anak-anak yang menerima manfaat terlihat sangat senang dan bahagia. Itu yang harus kita jaga dan pertahankan,” ujarnya.
Terkait adanya pihak-pihak yang menolak program MBG, Syamsu Rijal memilih melihat sisi positif dari program tersebut. Menurut dia, setiap pihak memiliki pandangan masing-masing, namun yang terpenting adalah memastikan manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Yang penting kita melihat sisi positifnya. Program ini memiliki tujuan yang baik dan manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.(ris)


