BerandaBerandaAktifnya Cincin Api Pasifik Tak Berisiko Picu Gempa di Wilayah Lombok

Aktifnya Cincin Api Pasifik Tak Berisiko Picu Gempa di Wilayah Lombok

Mataram (globalfmlombok.com) – Sinyal Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang sempat aktif saat gempa bumi Magnitudo 7,4 di Kolombia, Senin (10/8) lalu, disebut tidak memicu risiko gempa di wilayah Lombok. Meskipun, sabuk tektonik paling aktif di bumi itu mencakup wilayah Indonesia.

Pengamat Gempa Bumi, BMKG Stageof Mataram, Zahrotul Millah, S.Tr., Geof., mengatakan, gempa bumi di wilayah Lombok sendiri berpotensi terjadi akibat pergerakan Lempeng Indo-Australia yang ada di Selatan Lombok, bukan dari Cincin Api Pasifik.

“Sedangkan Cincin Api Pasifik memiliki potensi dampak hanya di Indonesia Timur tepatnya di sisi utara Pulau Papua,” ujarnya, Kamis (13/8).

Zahrotul menambahkan, untuk pergerakan lempeng Indo-Australia ini memang menyebabkan gempabumi di wilayah NTB. Namun tidak semua gempa bumi memiliki magnitudo yang besar dan terasa secara signifikan.

Menurut perkiraan, potensi pergerakan Subduksi Lempeng Indo-Australia memang ada di Selatan NTB juga di sebelah Utara Sesar Busur Belakang Flores dan beberapa sesar lokal.
“Masyarakat diharapkan mengetahui langkah-langkah evakuasi mandiri ketika terjadi gempa bumi dan mengikuti info resmi dari BMKG,” terangnya.

 

Sinyal Cincin Api Pasifik Aktif dan Gempa Bumi Kolombia

Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang melanda Kolombia itu memiliki parameter update dengan magnitudo M7,4 pada kedalaman 95 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,93° LU; 76,06° BB, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 3 km barat laut El Aguila, Kolombia. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di Indonesia.

 “Untuk gempa bumi Kolombia ini tidak dirasakan dan tidak berdampak hingga di Indonesia,” ujarnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat deformasi dalam lempeng samudra yang menunjam (intra-slab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault).

Hingga pukul 20.10 WIB, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (sib)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI