BerandaBerandaPeta Persaingan Ketua KONI NTB 2026-2030: Muazzim Akbar Dukung Gubernur Iqbal

Peta Persaingan Ketua KONI NTB 2026-2030: Muazzim Akbar Dukung Gubernur Iqbal

Mataram (globalfmlombok.com)

Bursa calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026 – 2030  kian hangat jelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov). Anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok sekaligus Plt Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal jika memutuskan maju dalam bursa kepemimpinan induk organisasi olahraga Bumi Gora tersebut.

“Siap (mendukung). Ini untuk mendukung persiapan PON 2028,” ujar Muazzim saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/206).

Menurut Muazzim, mendorong figur eksekutif atau kepala daerah untuk memimpin KONI merupakan langkah yang rasional dan strategis. Hal ini dinilai krusial mengingat NTB bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 mendatang bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menanggapi kekhawatiran publik soal potensi terpecahnya fokus kepala daerah jika merangkap jabatan, Muazzim menepis anggapan tersebut. Menurutnya, praktik seperti ini sudah lumrah, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Ia lantas mencontohkan Menpora yang sebelumnya juga menjabat sebagai Menteri BUMN Erick Thohir  saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

“Sama dengan Erick Thohir, kan? Beliau Menteri BUMN dan juga Ketua PSSI, jadi tidak berpengaruh. Justru kalau beliau (Gubernur) yang menjadi Ketua KONI, akan lebih mudah mengurusnya karena punya wewenang dan kekuasaan langsung,” tegas Muazzim.

Ia menambahkan, model kepemimpinan serupa telah terbukti berjalan efektif di tingkat kabupaten dan kota di NTB. Beberapa wakil kepala daerah hingga bupati tercatat sukses memimpin KONI setempat, seperti di Kota Bima dan Kabupaten Lombok Timur.

“Pekerjaan KONI berbeda dengan tugas harian eksekutif, nanti kan ada ketua harian. Di kabupaten/kota lain juga banyak terjadi, misalnya bupati atau wakil wali kota jadi Ketua KONI. Jadi keliru kalau itu dianggap masalah,” lanjutnya.

Di sisi lain, figur petahana Mori Hanafi juga menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung dalam bursa pemilihan. Muazzim menilai optimistis petahana adalah hal yang wajar mengingat statusnya yang memiliki jalur komunikasi intens dengan pengurus cabang olahraga (cabor).(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI