BerandaBerandaBI Prioritaskan Stabilitas Ekonomi, Kenaikan Suku Bunga Acuan Dinilai Jadi Fondasi Pertumbuhan

BI Prioritaskan Stabilitas Ekonomi, Kenaikan Suku Bunga Acuan Dinilai Jadi Fondasi Pertumbuhan

Mataram (globalfmlombok.com)

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa keputusan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama nilai tukar rupiah, yang dinilai menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario Kartiko Pamungkas mengatakan, setiap kebijakan moneter yang ditempuh BI selalu mempertimbangkan dua kepentingan sekaligus, yakni menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Namun, dalam kondisi saat ini, fokus kebijakan lebih diarahkan pada upaya menjaga stabilitas, khususnya kestabilan nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

“Bank Indonesia memandang bahwa stabilitas ekonomi merupakan fondasi atau prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, saat ini fokusnya lebih kepada menjaga stabilitas, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Hario kepada globalfmlombok.com di Mataram kemarin.

Menurut dia, kestabilan rupiah menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar dan mendukung aktivitas ekonomi nasional. BI berharap penguatan rupiah dapat terjadi pada semester kedua 2026 sebagaimana proyeksi yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia.

Meski demikian, BI memastikan tetap menjaga keseimbangan antara agenda stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi melalui sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk pemerintah pusat, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta pemerintah daerah.

“Koordinasi dan kolaborasi terus dilakukan agar kepentingan stabilitas ekonomi tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran kenaikan BI-Rate dapat memengaruhi penyaluran kredit, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di NTB yang masih bergantung pada pembiayaan perbankan, Hario mengatakan dampaknya belum dapat disimpulkan dalam waktu dekat.

Menurut dia, transmisi kebijakan suku bunga acuan ke sektor perbankan membutuhkan waktu. Karena itu, BI masih akan melakukan pengamatan dan asesmen terhadap respons perbankan maupun dampaknya terhadap permintaan kredit dalam beberapa waktu ke depan.

Bank Indonesia sebelumnya memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI