BerandaBerandaKetua APJATI NTB Dampingi Gubernur Iqbal Kunjungi Ratusan PMI Asal NTB di...

Ketua APJATI NTB Dampingi Gubernur Iqbal Kunjungi Ratusan PMI Asal NTB di Malaysia

Mataram (globalfmlombok.com)-

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal berkunjung ke Malaysia dan bertemu dengan ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB, Jumat (12/6/2026).

 Dalam pertemuan tersebut, Iqbal banyak memberikan pesan bijak kepada para PMI yang sedang bekerja di perusahaan perkebunan SD Guthrie dan FGV Malaysia.

Salah satunya terkait dengan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik agar hasil kerja selama di luar negeri dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membangun masa depan yang lebih baik.

Kunjungan Gubernur Iqbal ke Malaysia itu didampingi Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI ) NTB H. Edy Sopyan, perwakilan Bank NTB Syariah, instansi terkait, serta tokoh agama. Rombongan bertemu sekitar 400 PMI yang bekerja di perusahaan perkebunan SD Guthrie dan FGV Malaysia.

Ketua DPD Apjati NTB H. Edy Sopyan mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memberikan pembekalan dan motivasi kepada para PMI agar mampu mengelola penghasilan secara bijak. Menurutnya, sebagian pendapatan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri perlu disisihkan untuk kebutuhan produktif yang dapat menunjang kehidupan setelah kembali ke daerah asal.

“Kami ingin para PMI tidak hanya bekerja dan mengirim uang, tetapi juga memiliki perencanaan keuangan yang baik sehingga hasil kerja mereka bisa menjadi modal untuk masa depan. Itu pula yang menjadi pesan Gubernur,” ujarnya saat dihubungi  globalfmlombok.com, Jumat (12/6/2026)

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal mengingatkan para PMI untuk bekerja dengan tekun, menjaga nama baik Indonesia, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di Malaysia. Ia juga menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.

Menurut Iqbal, menjadi pekerja migran bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga bagian dari upaya membangun masa depan keluarga. Karena itu, setiap PMI perlu mempersiapkan diri dengan matang, termasuk memastikan kebutuhan anak dan istri telah terpenuhi sebelum berangkat bekerja.

Ia mengibaratkan perjuangan para pekerja migran sebagai investasi hidup yang harus menghasilkan perubahan ekonomi yang lebih baik.

“Jangan sampai berangkat dengan sandal jepit, lalu pulang dalam keadaan kaki telanjang. Uang yang dihasilkan harus dikelola dengan bijak agar ada hasil yang nyata ketika kembali ke kampung halaman,” kata Iqbal.

Selain itu, para PMI didorong memiliki tujuan keuangan yang jelas, seperti membangun rumah, menyiapkan biaya pendidikan anak, membuka usaha setelah pulang ke Indonesia, atau berinvestasi untuk jangka panjang.

Dengan perencanaan yang matang dan disiplin mengelola keuangan, hasil kerja selama di luar negeri diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga saat ini, tetapi juga menjadi fondasi kemandirian ekonomi setelah masa kerja sebagai pekerja migran berakhir.

H Edy Sopyan sendiri dalam berbagai kesempatan sering mengingatkan masyarakat agar berangkat melalui jalur resmi jika ingin bekerja ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa jalur legal memberikan perlindungan lebih baik, tanpa biaya penempatan (zero cost), tanpa potongan gaji, serta fasilitas yang ditanggung majikan. Ia juga menyebut gaji dan fasilitas PMI di Malaysia saat ini lebih baik dibanding sebelum pandemi.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI