Praya (globalfmlombok.com) – Imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, penutupan penerbangan rute Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) – Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang, Banten masih terus berlanjut hingga Senin (7/9. Namun, rute penerbangan lainnya seperti rute Lombok-Surabaya, Yogyakarta maupun Denpasar masih berjalan normal. Termasuk beberapa rute penerbangan ke wilayah timur.
General Manager PT Angkasa Pura (AP) Indonesia Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Aidhil Philip Julian, kepada awak media, Senin siang mengatakan, kondisi saat ini termasuk force major, yakni dampak dari aktivitas alam yang tidak bisa dicegah. Penutupan atau penghentian sementara aktivitas penerbangan dari maupun menuju Bandara Soetta murni dilakukan untuk keamanan.
Bandara Soetta merupakan bandara hub utama di Indonesia. Di mana hampir semua penerbangan ke seluruh daerah di Indonesia ada di bandara ini, sehingga ketika bandara ditutup, otomatis akan berdampak ke bandara-bandara di daerah lainnya. Tidak terkecuali di BIZAM.
Terlebih di rute Lombok – Soetta merupakan salah satu rute penerbangan yang paling banyak jadwal penerbangannya di BIZAM. “Tapi dampak yang dirasakan di BIZAM tidak seperti di bandara yang ada di radius bencana. Karena BIZAM masih tetap beroperasi secara normal dan masih melayani penerbangan ke rute lainnya,” sebut Aidhil.
Adanya penutupan rute penerbangan BIZAM – Bandara Soetta tersebut, sesuai prosedur yang ada pihaknya sudah mengaktiftkan kebijakan service recovery. Berupa pemberian makanan dan minuman bagi calon penumpang terdampak. Petugas layanan khusus untuk melayani para penumpang yang akan melakukan refund tiket maupun reschedule penerbangan juga sudah siapkan.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan semua calon penumpangan yang terdampak mendapat pelayanan dari pihak maskapai. “Dalam hal ini calon penumpang diberikan kebebasan untuk memilih melakukan refund tiket atau reschedule penerbangan. Dan, petugas kita hadir untuk memastikan semua penumpang terlayani dengan baik,” imbuhnya.
Terkait penerbangan yang dibatalkan, Aidhil mengungkapkan, untuk Senin (7/9) total ada 16 penerbangan yang dibatalkan. Semuanya penerbangan rute BIZAM- Bandara Soetta, seperti dari maskapai Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, Pelita Air, dan TransNusa dengan jumlah penumpang terdampak hampir 2 ribu orang.
“Adapun untuk Minggu (6/9) kemarin, total sebanyak 19 penerbangan reguler yang dibatalkan. Dengan 2.263 penumpang terdampak,” ujarnya seraya menambahkan, beberapa penerbangan di rute lainya juga sempat mengalami keterlambatan atau delay. Tetapi itu lebih karena akibat dari terganggunya pergerakan pesawat dari Jakarta.
Pihaknya pun mengimbau kepada calon penumpang untuk terus memantau perkembangan yang ada, baik melalui layanan di bandara ataupun melalui layanan Contact Center AP Indonesia di nomor telepon 172, agar bisa memperoleh informasi terkini.
“Kita memastikan akan terus memberikan informasi terkini kepada penumpang terkait kebijakan operasional bandara dan penerbangan,” tegas Aidhil. (kir)


