Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menargetkan pemeriksaan atau skrining terhadap 69.000 perempuan sepanjang 2026 sebagai upaya menekan angka kematian akibat kanker leher rahim atau kanker serviks. Hingga akhir Juni 2026, program deteksi dini tersebut telah menemukan enam kasus positif kanker serviks di Kota Mataram.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan enam kasus tersebut merupakan hasil akumulasi pemeriksaan melalui kegiatan jemput bola dan skrining massal yang dilakukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
“Deteksi ini sangat penting karena sifat pelaporannya tidak secepat penyakit menular seperti DBD yang langsung dilaporkan per kasus demi tindakan klinis segera,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menurut Emirald, kanker serviks menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun pemerintah daerah karena merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Oleh sebab itu, berbagai langkah preventif terus diperkuat agar penyakit dapat ditemukan sejak dini sehingga peluang kesembuhan pasien semakin besar.
Untuk mengejar target pemeriksaan terhadap 69 ribu perempuan tahun ini, Dikes Kota Mataram memaksimalkan seluruh layanan kesehatan primer. Pemeriksaan dilakukan melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang tersedia di puskesmas dan fasilitas kesehatan dasar lainnya. Selain itu, pemerintah juga memperluas jangkauan pemeriksaan menggunakan skrining DNA-Human Papillomavirus (DNA-HPV) bagi perempuan yang masuk dalam kelompok berisiko tinggi.
Di sisi lain, Dikes terus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi yang melibatkan berbagai organisasi perempuan, seperti Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP). Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong perempuan agar tidak ragu memanfaatkan layanan skrining di fasilitas kesehatan terdekat.
“Kuncinya ada pada kesadaran kita sendiri untuk melakukan pemeriksaan sejak awal,” pesannya.
Kanker Serviks Umumnya Menyerang Perempuan Usia Produktif
Emirald menjelaskan, kanker serviks umumnya menyerang perempuan usia produktif, terutama mereka yang telah menikah atau aktif secara seksual. Aktivitas seksual merupakan salah satu faktor risiko utama, termasuk apabila seseorang memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
Meski demikian, ia menegaskan perkembangan kanker tidak hanya dipengaruhi oleh faktor tersebut. Gaya hidup yang kurang sehat juga berperan besar dalam meningkatkan risiko terjadinya kanker.
“Banyak pemicu lain, termasuk konsumsi makanan yang bersifat karsinogenik seperti makanan siap saji. Kondisi daya tahan tubuh atau imunitas juga sangat memengaruhi perkembangan sel kanker,” jelasnya.
Mantan Direktur RSUD Kota Mataram itu memastikan sistem rujukan pelayanan kanker di Kota Mataram telah berjalan sesuai dengan mekanisme berjenjang. Menurutnya, ketersediaan 16 rumah sakit, termasuk rumah sakit khusus ibu dan anak (RSIA) serta berbagai klinik swasta, menjadi modal penting dalam mendukung penanganan pasien kanker secara optimal.
“Sekarang tinggal bagaimana membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk memeriksakan diri secara berkala sebagai investasi kesehatan jangka panjang,” pungkasnya. (pan)


