BerandaBerandaInflasi Tahunan NTB Capai 3,27 Persen di Bulan April, Kembali Lampaui Angka...

Inflasi Tahunan NTB Capai 3,27 Persen di Bulan April, Kembali Lampaui Angka Nasional

Mataram (globalfmlombok.com) —

Inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada April 2026 tercatat sebesar 3,27 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 2,42 persen pada periode yang sama.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, inflasi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,72 pada April 2025 menjadi 112,27 pada April 2026.

Secara wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 4,23 persen dengan IHK 112,69. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Sumbawa sebesar 2,82 persen dengan IHK 112,04.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, secara umum perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2026 menunjukkan tren kenaikan.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran,” ujar wahyudin dalam kegiatan rilis berita resmi statistik yang berlangsung, Senin 4 Mei 2026.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami kenaikan indeks. Dua kelompok dengan kenaikan cukup menonjol yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,76 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen.

Sementara itu, secara bulanan (month to month/m-to-m), NTB justru mengalami deflasi sebesar 0,11 persen. Adapun tingkat inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) hingga April 2026 tercatat sebesar 1,82 persen.

Sejumlah komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, tomat, sigaret kretek mesin (SKM), serta ikan layang.

“Di sisi lain, beberapa komoditas turut menyumbang deflasi secara bulanan, di antaranya cabai rawit, daging ayam ras, emas perhiasan, kubis, dan udang basah,” ujarnya.

BPS NTB mencatat, seluruh wilayah yang menjadi cakupan IHK di provinsi tersebut mengalami inflasi secara tahunan pada April 2026. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga masih terjadi secara merata di berbagai daerah di NTB.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI