Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa mencatat realisasi pendapatan dari retribusi pasar hingga triwulan pertama 2026 masih tergolong rendah. Capaian baru menyentuh 25,21 persen atau sebesar Rp697.826.500 dari target Rp2.767.716.000.
Kepala Dinas KUKMindag melalui Kabid Pasar, Arif Gunawan, mengatakan capaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 27,15 persen.
“Di triwulan pertama capaian kita baru 25,21 persen. Ini turun sekitar 1,94 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis target retribusi dapat tercapai hingga akhir tahun. Upaya pengawasan akan diperketat, terutama terhadap juru pungut dan pedagang yang masih menunggak pembayaran.
Menurut Arif, terdapat 10 pasar aktif yang menjadi sumber potensi retribusi daerah tahun 2026. Sumber pendapatan tersebut meliputi retribusi sampah, pelataran, petak los, los permanen, kios sederhana, MCK, hingga parkir.
Namun, sejumlah objek retribusi masih mencatat capaian rendah, terutama kios permanen dan petak los yang realisasinya di bawah 20 persen. Kondisi ini menjadi fokus pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan para penyewa.
“Hasil monitoring menunjukkan masih banyak pedagang yang menunggak, bahkan ada kios yang sudah tutup,” katanya.
Ia menambahkan, penurunan realisasi juga terjadi pada beberapa sektor, di antaranya pelataran turun 38,68 persen, parkir 26,67 persen, kios sederhana 16,29 persen, dan retribusi sampah 30,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Arif tidak menampik adanya tren penurunan pendapatan retribusi pasar dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya los dan kios yang ditinggalkan pedagang, khususnya di Pasar Seketeng, serta meningkatnya aktivitas pedagang keliling.
“Pedagang keliling ini mengurangi jumlah kunjungan pembeli ke pasar. Sementara kontribusi mereka hanya dari retribusi parkir,” ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Diskukmindag berencana melakukan penataan tata kelola pasar serta peningkatan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas MCK yang dinilai masih kurang memadai.
“Meskipun masih banyak kendala, kami tetap optimistis target retribusi bisa tercapai hingga akhir tahun,” katanya.
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Capaian Retribusi Pasar Masih Rendah “


