BerandaBerandaBukan Faktor MBG, Ini Penyebab Naiknya Harga Ayam Broiler di NTB

Bukan Faktor MBG, Ini Penyebab Naiknya Harga Ayam Broiler di NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Kenaikan harga ayam broiler per kilogramnya meningkat drastis di Mataram dan beberapa daerah di NTB. Kenaikan ini akibat tingginya permintaan pasar karena adanya perayaan hari besar keagamaan, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW yang biasanya diperingati hingga akhir bulan Rabiul Awal.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhamad Riady, mengatakan adanya maulid menjadi momentum bagi para peternak untuk menaikkan harga ayam broiler. Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir sejak Idul Adha pada Mei lalu, para peternak tidak berani menaikkan harga padahal harga pakan konsentrat meningkat.

“Sudah lama dia naik harga konsentrat kan, sehingga pada saat demand meningkat, dia mengambil kesempatan menyesuaikan harga,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Rabu, 2 September 2026.

“Konsentrat naik, pakan naik tapi dia ndak bisa naikkan harga, karena demand turun. Tambah libur MBG kemarin kan demand tambah turun, kan nggak mungkin dia naikan harga,” sambungnya.

Di tengah tingginya permintaan pasar dan adanya momentum hari raya keagamaan seperti saat ini, Riadi mengaku muncul faktor psikologis pasar yang turut mendorong kenaikan harga bahan pokok, salah satunya ayam broiler.
“Nah sekarang demand naik, momen maulid, psikologis kan makanya dia menyesuaikan,” katanya.

Dari sisi pasokan, mantan Kepala Biro Umum Setda NTB itu menyebut ketersediaan ayam masih cukup banyak. Bahkan, pasokan ayam broiler dari salah satu peternak lokal dikirim hingga ke Bali. Adapun dengan kenaikan harga pakan konsentrat, Riadi mengaku Menteri Pertanian telah melarang adanya tambahan kenaikan harga konsentrat. Hal ini menyusul kenaikan harga yang terus menerus di awal tahun lalu.

Selain ayam broiler, beberapa komoditas lain seperti cabai rawit merah juga mengalami Kenaikan harga yang juga diduga imbas adanya perayaan maulid. Meski begitu, terjadi juga penurunan pasokan cabai besar di tingkat distributor atau petani, sehingga mengakibatkan terjadi lonjakan hingga 5 persen atau Rp2,9 ribu dari harga sebelumnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata, mengatakan pihaknya kini tengah berkoordinasi insentif dengan para mitra dan produsen untuk memastikan harga bapok bisa ditekan pada saat hari besar keagamaan berikutnya seperti natal dan tahun baru.

“Engga cuma Operasi Pangan Murah (OPD), tapi berbagai kegiatan juga dengan kabupaten/kota dan mitra-mitra kita,” katanya.

Berdasarkan data terakhir, beberapa komoditas yang mengalami lonjakan harga yaitu Cabai Rawit Merah Melonjak sebesar Rp2.917 atau sekitar 5 persen. Daging Sapi dan Daging Ayam Ras, seluruh varian daging sapi baik paha belakang, paha depan, dan sandung lamur serta daging ayam ras mengalami kenaikan harga berkisar antara Rp119 hingga Rp625 karena adanya peningkatan permintaan masyarakat.

“Ikan Bandeng mengalami kenaikan harga sebesar Rp714 menjadi Rp48 ribu akibat pasokan yang menurun. Serta beberapa sayuran seperti Ketimun dan Kacang Hijau mengalami peningkatan harga tipis akibat adanya peningkatan permintaan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, meski beberapa komoditas mengalami lonjakan harga, secara keseluruhan, mayoritas komoditas kebutuhan pokok di NTB berada dalam kondisi relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas mengalami penurunan harga seperti cabai merah keriting dan cabai merah besar mengalami penurunan harga masing-masing 2 persen.

Kemudian cabai rawit hijau dan bawang merah mengalami penurunan harga akibat bertambahnya pasokan dan stok, di mana cabai rawit hijau turun sebesar Rp333 menjadi Rp27 ribu per kg dan bawang merah turun sebesar Rp1.167 menjadi Rp29 ribu per kg. Selanjutnya ada bawang putih, jeruk lokal, dan tomat, dan ikan tongkol mengalami penurunan akibat kelebihan stok. (era)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI