Beranda blog Halaman 97

Rabu Pagi, CJH Embarkasi Lombok Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci

Praya (globalfmlombok.com) – Proses pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) embarkasi Lombok akan dimulai pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Jemaah asal Lombok Timur menjadi kelompok pertama yang diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

Pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok memastikan seluruh fasilitas dan layanan telah siap untuk mendukung kelancaran operasional pemberangkatan haji tahun ini.

General Manager Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, mengatakan total terdapat 15 kelompok terbang (kloter) CJH asal NTB yang akan diberangkatkan melalui embarkasi Lombok. Dari jumlah tersebut, 10 kloter merupakan kloter utuh, sementara lima lainnya merupakan kloter campuran.

“Pemberangkatan akan dimulai pada 22 April hingga 10 Mei 2026, terbagi dalam 15 kloter,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, proses pemberangkatan dibagi dalam dua tahap. Sebanyak 11 kloter pertama akan diterbangkan dari Lombok menuju Madinah, sedangkan empat kloter sisanya akan diberangkatkan langsung ke Mekkah.

Selama operasional haji, maskapai Garuda Indonesia akan mengoperasikan pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777-300ER dengan kapasitas lebih dari 300 penumpang.

Untuk memastikan kelancaran, pihak bandara telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, mulai dari Otoritas Bandara Wilayah IV, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, Perum LPPNPI, Imigrasi, Bea Cukai hingga Balai Kekarantinaan Kesehatan.

“Pengecekan fasilitas, kesiapan personel, serta penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder sudah dilakukan untuk memastikan proses berjalan aman dan lancar,” kata Aidhil.

Selain itu, simulasi penerbangan embarkasi dan debarkasi juga telah dilaksanakan pada 15 April 2026 guna menguji kesiapan fasilitas, prosedur operasional, serta rencana kontingensi jika terjadi kondisi darurat.

Hasil simulasi menunjukkan seluruh infrastruktur dan fasilitas BIZAM dalam kondisi siap dan memadai. Pengelola bandara pun berkomitmen memberikan pelayanan optimal demi kelancaran perjalanan jemaah, baik saat keberangkatan maupun kepulangan ke Tanah Air. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Rabu Pagi, CJH Embarkasi Lombok Mulai Diterbangkan ke Tanah Suci

NTB–Jepang Jajaki Kerja Sama Lintas Sektor, Fokus Tenaga Kerja hingga Energi Hijau

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Jepang mulai menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari tenaga kerja, pariwisata, investasi industri pengolahan hingga energi.

Penjajakan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, di ruang kerja gubernur, Senin (20/4/2026).

“NTB memiliki semua yang dibutuhkan. Kami menunggu adanya kerja sama dan pembicaraan lanjutan dengan pemerintah dan pelaku usaha dari Jepang,” ujar Iqbal.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTB memaparkan berbagai potensi daerah, mulai dari sektor perikanan hingga pariwisata, serta arah kebijakan pembangunan yang mendukung masuknya investasi dan penguatan kerja sama internasional.

Sejumlah skema kerja sama juga mulai dibahas, di antaranya pengiriman tenaga kerja ke Jepang melalui pembiayaan bank daerah yang bekerja sama dengan perbankan Jepang. Selain itu, peluang kerja sama pendidikan dengan universitas di Jepang melalui skema beasiswa juga menjadi opsi, dengan jaminan penyerapan tenaga kerja setelah lulus.

Di sektor pariwisata, NTB menawarkan kesiapan infrastruktur serta sejumlah destinasi yang dinilai masih terbuka luas untuk investasi. Sementara di sektor energi, NTB mendorong kerja sama pada pengembangan energi hijau, termasuk potensi pembangkit listrik tenaga surya yang dapat menopang kebutuhan energi kawasan sekitar seperti Bali dan NTT.

Sementara itu, Miyakawa Katsutoshi menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Ia mengakui selama ini Jepang masih lebih banyak mengarahkan investasi dan kunjungan wisata ke Bali. Namun, NTB dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis ke depan.

“Kami melihat NTB bisa menjadi partner kerja sama yang layak dalam beberapa sektor,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penjajakan ini masih berada pada tahap awal. Pemerintah Jepang, kata dia, perlu melakukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai instansi terkait sebelum masuk pada pembahasan kerja sama yang lebih konkret.

“Untuk saat ini kami masih dalam tahap penjajakan. Kami ingin mengetahui lebih jauh potensi NTB sebelum membahas kerja sama secara spesifik,” katanya.

Berdasarkan data terakhir, jumlah warga Jepang yang tinggal di NTB masih relatif kecil, yakni sekitar 76 orang. Angka tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Bali yang telah menjadi tujuan utama investasi dan wisata warga Jepang.

Kondisi ini dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan bagi NTB untuk meningkatkan daya tarik investasi dan memperluas jejaring kerja sama internasional di masa mendatang. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jepang dan NTB Berencana Jajaki Kerja Sama di Berbagai Sektor

Puluhan Kilometer Jalan di Bima Rusak Parah, Penanganan Diperkirakan Capai Rp250 Miliar

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk menangani seluruh ruas jalan provinsi di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu.

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB mencatat, total panjang jalan yang mengalami kerusakan mencapai 309 kilometer dengan kategori rusak ringan. Sementara itu, sekitar 50 kilometer lainnya mengalami kerusakan parah.

Kepala Bidang Bina Marga PUPRPKP NTB, Rizal Amin, menjelaskan bahwa penanganan jalan rusak berat membutuhkan biaya yang sangat besar, yakni sekitar Rp5 miliar per kilometer.

“Anggarannya sangat besar, sehingga tidak semua bisa langsung ditangani. Namun, ada komitmen dari 2026 hingga 2030 untuk menyelesaikannya secara bertahap berdasarkan skala prioritas,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Senin (20/4/2026).

Ia merinci, 50 kilometer jalan rusak berat tersebut tersebar di delapan ruas, di antaranya Sempungu–Bajo, Dompu–Kiwu, Talabiu–Simpasai, Wilamaci–Karumbu, hingga ruas Bima–Tawali.

Menurut Rizal, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam percepatan penanganan. Karena itu, Pemprov NTB mengusulkan dukungan pemerintah pusat melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta sumber pendanaan lainnya.

“Dalam perencanaan, kami siapkan Detail Engineering Design (DED) beserta dokumen lingkungan sebagai bagian dari readiness criteria,” katanya.

Kerusakan jalan di wilayah Bima dan sekitarnya disebut dipicu berbagai faktor, mulai dari bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, hingga perambahan hutan. Selain itu, buruknya sistem drainase yang menyebabkan genangan air juga mempercepat kerusakan badan jalan.

Sambil menunggu penanganan menyeluruh, Pemprov NTB tetap melakukan perbaikan rutin melalui APBD untuk kerusakan ringan, seperti penambalan lubang dan pembenahan saluran drainase.

“Penanganan rutin tetap berjalan, baik untuk pemeliharaan maupun peningkatan jalan,” tambahnya.

Tidak hanya jalan, infrastruktur lain juga membutuhkan perhatian serius. Dua jembatan di wilayah Bima dilaporkan rusak parah dan belum tertangani. Salah satunya akibat banjir bandang pada Januari 2025, sementara satu lainnya rusak sejak 2022.

Perbaikan kedua jembatan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar, masing-masing Rp15 miliar per jembatan.

Selain itu, penguatan infrastruktur pelabuhan di Bima juga terus didorong guna mendukung program prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan dan pengembangan sektor pariwisata di NTB. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Puluhan Kilometer Jalan Rusak Parah di Bima, Penanganan Butuh Rp250 Miliar

Rimpu Mantika, Simbol Kuat Identitas Budaya Bangsa

Mataram (globalfmlombok.com) – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menilai penyelenggaraan Festival Rimpu Mantika 2026 memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres melalui video yang diunggah Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Minggu (19/4), sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival budaya tahunan tersebut.

“Pertama, saya ingin menyampaikan selamat atas terselenggaranya Festival Rimpu Mantika tahun 2026. Semoga kegiatan ini dapat semakin memperkuat pelestarian budaya dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan identitas lokal,” ujarnya.

Menurut Gibran, Festival Rimpu Mantika tidak sekadar menjadi ajang menampilkan kreativitas budaya, tetapi juga menegaskan peran penting perempuan dalam menjaga nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

“Saya mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival ini yang tidak hanya merepresentasikan budaya lokal secara kreatif, namun juga menonjolkan peran perempuan sebagai penjaga nilai-nilai adat istiadat,” katanya.

Ia menegaskan, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia harus terus dijaga melalui upaya pelestarian berkelanjutan agar tetap menjadi kekuatan bangsa di tengah arus globalisasi.

“Sebagai bangsa yang berbhinneka dan memiliki keanekaragaman budaya yang luar biasa, Indonesia perlu terus memperkuat nilai-nilai dan identitas budayanya agar tetap lestari dan menjadi kekuatan dalam menghadapi arus globalisasi masa kini,” tuturnya.

Selain aspek pelestarian budaya, Wapres juga menyoroti potensi Festival Rimpu Mantika dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif serta promosi sektor pariwisata daerah di Nusa Tenggara Barat.

“Sekali lagi, selamat dan sukses atas penyelenggaraan Festival Rimpu Mantika. Saya berharap festival ini juga dapat menjadi salah satu sarana dalam memperkuat ekonomi kreatif serta mempromosikan potensi pariwisata di NTB,” ucapnya.

Festival Rimpu Mantika sendiri merupakan agenda budaya tahunan di Kota Bima yang menampilkan tradisi rimpu sebagai identitas perempuan Bima dan Dompu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan promosi pariwisata daerah. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Rimpu Mantika Perkuat Identitas Budaya Bangsa

Fakta Persidangan Menguat, Dugaan Gratifikasi Tiga Anggota DPRD NTB Kian Terang

Mataram (globalfmlombok.com) – Sidang dugaan gratifikasi yang menjerat tiga anggota DPRD NTB kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Mataram, Senin (20/4/2026). Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan lima anggota DPRD NTB sebagai saksi.

Kelima legislator itu yakni Harwoto (Golkar), Lalu Arif Rahman Hakim (NasDem), Marga Harun (PPP), Wahyu Apriawan Riski (PKB), dan Rangga Danu Meinaga Adhitama (Gerindra). Mereka merupakan pihak yang disebut menerima uang yang diduga berasal dari tiga terdakwa dalam perkara tersebut.

Dalam persidangan, Lalu Arif Rahman Hakim menjadi saksi pertama yang diperiksa. Ia mengaku pernah menerima uang dari terdakwa Indra Jaya Usman (IJU). Arif menjelaskan, pertemuan awal dengan IJU terjadi pada Maret 2025 terkait tawaran program melalui skema By Name By Address (BNBA) dengan nilai Rp2 miliar.

“Ini ada program diberikan untuk kita, masing-masing Rp2 miliar untuk 10 kegiatan. Dari tim gubernur,” ujar Arif menirukan pernyataan IJU di hadapan majelis hakim.

Arif juga mengungkapkan, pada 19 Juni 2025 dirinya diundang ke rumah IJU di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Saat hendak pulang, ia diberi sebuah kantong berisi uang.

“Sampai rumah saya buka, ternyata isinya Rp200 juta,” katanya.

Keesokan harinya, Arif sempat menemui IJU di Gedung DPRD NTB untuk mengonfirmasi pemberian tersebut. Namun, menurut dia, IJU menyebut uang itu berkaitan dengan keputusan tim, di mana penerima diminta tidak menjalankan program tertentu.

Merasa tidak nyaman, Arif mengaku berinisiatif mengembalikan uang tersebut ke Kejaksaan Tinggi NTB secara bertahap.

“Saya anggap ini akan jadi masalah. Itu bukan hak saya,” ujarnya.

Saksi lainnya, Marga Harun, juga mengaku menerima uang Rp200 juta dari IJU. Ia menyebut uang itu disampaikan sebagai titipan dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, tanpa penjelasan lebih lanjut.

“Tidak ada penjelasan, hanya disebut titipan gubernur,” ungkap Marga.

Ia mengaku menerima uang tersebut di Kantor DPRD NTB sekitar Juni 2025, sebelum akhirnya mengembalikannya secara penuh ke Kejati NTB pada 31 Juli 2025.

Dalam persidangan, kuasa hukum terdakwa, Emil Siain, sempat mempertanyakan alasan para saksi tidak melaporkan penerimaan uang itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para saksi berdalih tidak mengetahui bahwa uang tersebut merupakan gratifikasi saat pertama kali diterima.

“Bagaimana saya mau lapor, saya tidak tahu itu gratifikasi,” ujar Marga.

Majelis hakim juga menyoroti dampak penerimaan uang tersebut terhadap fungsi pengawasan anggota legislatif. Hakim anggota I Made Gede Trisnajaya Susila mempertanyakan hal itu kepada Arif.

“Apakah itu memengaruhi fungsi pengawasan?” tanya hakim.

“Ya, jelas akan memengaruhi,” jawab Arif.

Persidangan akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya untuk menguatkan konstruksi perkara dugaan gratifikasi yang menjerat tiga anggota DPRD NTB tersebut. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Fakta Persidangan Perkuat Dugaan Gratifikasi Tiga Anggota DPRD NTB

Dikpora NTB Siapkan Skema Pembayaran Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Lewat BOSP

Mataram (globalfmlombok.com) –

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB tengah menyiapkan skema pembayaran gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu melalui anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Skema ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran (SE) Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026, yang mengacu pada Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025 mengenai ASN Paruh Waktu.

Dalam SE tersebut pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen memberikan lampu hijau bagi daerah untuk memanfaatkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk menambah besaran gaji guru PPPK Paruh Waktu.

Kepala Bidang Guru Tenaga Kependidikan dan Tenaga Keolahragaan (GTKTK) Dikpora Muazzam mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan proses skema relaksasi melalui anggaran BOSP tersebut.

“Ini kita sedang memproses relaksasi. Ada edaran kementerian tentang relaksasi dana BOS. Sehingga nanti ke depannya bisa jadi membolehkan kembali untuk dibayarkan kekurangannya (gaji guru PPPK) menggunakan dana BOS,” ujarnya, Senin (20/4) kepada Suara NTB.

Dikpora NTB telah membuat surat edaran lanjutan kepada sekolah untuk menyiapkan sejumlah persyaratan berupa data sekolah. Seperti, NISN, nama sekolah, alokasi dana BOS yang diperoleh, dan persentase penggunaan dana BOS selama ini.

Setelah data tersebut terkumpul, langkah selanjutnya adalah penginputan ke sistem yang telah disediakan.

“Kami sudah mengedarkan suratnya (SE), dan sekolah juga sudah menginput data,” tutur Muazzam.

Setelah penginputan rampung, Dikpora NTB akan membuat surat ke Gubernur untuk dianalisis kembali sekaligus meminta  persetujuan untuk permohonan relaksasi ke Kemendikdasmen.

Adapun tambahan kisaran gaji yang akan diterima guru PPPK Paruh Waktu melalui skema BOSP ini belum bisa dipastikan. Muazzam menyebut, penetapan jumlah tambahan gaji nanti disesuaikan dengan kemampuan sekolah serta mengacu pada Juknis dan Juklak penggunaan dana BOSP.

“Disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Karena yang akan membayar kan sekolah dari persentase yang ada,” kata Plt. Kabid SMA itu.

Muazzam meminta para guru bersabar dengan kondisi saat ini. Ia memastikan, Dikpora NTB terus berupaya untuk memperjuangkan hak guru dengan maksimal.

“Saya minta kepada teman-teman untuk bersabar dulu. Insyaallah kita sedang berupaya dan mengusahakan yang terbaik untuk kita bersama,” pungkasnya. (sib)

Seorang Warga Hilang Terseret Arus di Air Terjun Tiu Bombong, Tim SAR Dikerahkan

Tanjung (globalfmlombok.com)—

Seorang warga bernama Rozi (25), asal Dusun Sepakok, Desa Santong, dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi di kawasan Air Terjun Tiu Bombong, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (20/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.50 Wita ketika korban bersama dua rekannya sedang mandi di lokasi wisata tersebut. Tiba-tiba debit air meningkat secara mendadak, sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terseret arus.

Laporan kejadian diterima sekitar pukul 13.30 Wita. Warga setempat sempat melakukan pencarian selama kurang lebih dua jam, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kantor SAR Mataram kemudian mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Bangsal menuju lokasi dengan membawa peralatan pencarian di air.

Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, mengatakan hingga sore hari korban masih belum ditemukan.

“Hingga tadi sore korban belum ditemukan, pencarian akan kami lanjutkan besok pagi,” ujarnya.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Tim Rescue Unit Siaga SAR Bangsal, Polsek Kayangan, Koramil Gangga, Damkar Pos Kayangan, relawan, serta masyarakat setempat.

Tim SAR akan melanjutkan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.(ris/r)

Dua Wisatawan Hilang Terseret Arus saat Bermain Paddle Board di Gili Trawangan, Pencarian Diperluas

Tanjung (globalfmlombok.com) —

Dua wisatawan masih dalam pencarian setelah terseret arus saat bermain paddle board di perairan Pantai Sunset, Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/4/2026) sore.

Hingga Senin (20/4/2026), operasi pencarian memasuki hari kedua dengan melibatkan tim SAR gabungan yang memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 17.00 Wita ketika empat wisatawan terseret arus. Dua orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, yakni Hisbullah (24), warga Gerung, dan Tya (21), warga Lombok Utara. Sementara dua korban lainnya, Romi (23), warga Lembar, dan Arin, warga Gerung, hingga kini belum ditemukan.

Kantor SAR Mataram menerima laporan kejadian pada Minggu malam dan langsung mengerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Bangsal bersama unsur kepolisian perairan menuju lokasi pada pukul 21.00 Wita. Namun, pencarian hari pertama belum membuahkan hasil.

Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, mengatakan pencarian dilanjutkan pada hari kedua sejak pukul 06.00 Wita dengan strategi perluasan area.

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan memperluas area menggunakan rigid buoyancy boat sesuai rencana operasi SAR yang telah disusun,” ujarnya.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Unit Siaga SAR Bangsal, Polair Polda NTB, Polair Polres Lombok Utara, Polsek Pemenang, TNI AL, kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Trawangan, lembaga adat, relawan, serta masyarakat setempat.

Tim SAR terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan harapan kedua korban segera ditemukan.(ris/r)

Pelayanan Sistem “One Stop Service”, 5.798 Jemaah Haji asal NTB Terbang dalam 15 Kloter dari Embarkasi Lombok

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Lombok tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah rampung. Sebanyak 5.798 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam 15 kelompok terbang (kloter).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, Senin (20/4/2026), mengatakan kloter pertama akan mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 pukul 06.00 Wita dan diberangkatkan ke Madinah sehari kemudian melalui Bandara Internasional Lombok.

“Dari seluruh rangkaian persiapan keberangkatan jemaah haji NTB, dapat kami simpulkan bahwa status kesiapan saat ini telah siap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan administrasi telah diselesaikan, mulai dari pembagian kloter, finalisasi manifest, kelengkapan paspor dan visa, hingga validasi data jemaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi.

Setibanya di asrama, jemaah akan dilayani melalui sistem one stop service agar seluruh proses berlangsung dalam satu alur terintegrasi.

Dari sisi transportasi udara, Garuda Indonesia memastikan kesiapan hampir 100 persen dengan mengoperasikan pesawat Boeing 777-300ER berkapasitas 393 kursi.

Dari sisi keamanan, Erwin Rachmat, Perwakilan dari Polda NTB memastikan pengamanan penuh terhadap proses keberangkatan dan kepulangan jemaah haji.

Pengawalan akan dilakukan sejak jemaah berangkat dari kabupaten/kota masing-masing menuju Asrama Haji, hingga pengantaran ke Bandara Internasional Lombok.

“Polda siap melayani dan mengamankan jemaah haji yang berangkat maupun saat kembali nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas I Mataram, Herman Nugraha, mengatakan pihaknya menyiagakan layanan kesehatan 24 jam di Asrama Haji.

Setiap jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir sebelum diberangkatkan. Jika ditemukan gangguan ringan, akan dilakukan observasi. Sedangkan kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit.

“Kami berharap seluruh jemaah kloter pertama masuk asrama dalam kondisi sehat dan siap berangkat,” ujarnya.

Selain kesehatan jemaah, pihaknya juga mengawasi sanitasi lingkungan asrama, kualitas makanan, serta melakukan disinfeksi seluruh area.

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Lalu Madhan, menjelaskan pihaknya menyiapkan 171 kamar, terdiri dari 120 kamar untuk jemaah, 14 kamar cadangan, dan 45 kamar untuk panitia.(ris)

Stok Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bulog NTB Libatkan Pelajar dalam Edukasi

Mataram (globalfmlombok.com)-

Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan edukasi langsung kepada para siswa SMK PP Negeri Mataram mengenai kuatnya cadangan pangan saat ini, dan peran negara dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

Kegiatan edukasi ini dilakukan bersamaan dengan kunjungan para siwa dan guru SMK PP Negeri Mataram ke Gudang Bulog Dasan Cermen, Kota Mataram, Senin (20/4/2026).

Rombongan siswa dan guru diterima langsung Wakil Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTB Rizal P Sukmadijaya, bersama jajaran manajemen dan pimpinan gudang Bulog Dasan Cermen.

Dalam kunjungan itu, para siswa mendapat penjelasan menyeluruh mengenai tata kelola pangan nasional, mulai dari proses pengadaan gabah dan beras, mekanisme penyimpanan di gudang, hingga distribusi kepada masyarakat.

Rizal juga menyampaikan kondisi cadangan beras pemerintah yang saat ini berada pada level sangat kuat. Secara nasional, stok beras yang dikuasai Bulog disebut telah menembus 4,88 juta ton. Jumlah tersebut,  dijelaskannya, menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Republik ini berdiri.

“Saat ini stok yang tersimpan di Bulog merupakan stok terbesar sepanjang sejarah Perum Bulog berdiri,” tegasnya.

Dengan cadangan beras yang besar, Indonesia dinilai lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan geopolitik global maupun gangguan rantai pasok pangan dunia.

Para siswa juga diajak memahami teknik pergudangan dan standar penyimpanan beras agar kualitas komoditas tetap terjaga selama masa simpan.

Rizal menjelaskan, pengelolaan gudang menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga mutu cadangan pangan pemerintah.

Seluruh mekanisme dipaparkan, dari bagaimana beras dan gabah masuk dari petani harus memenuhi standar kualitas, kemudian bagaimana beras dan gabah disimpan, dirawat , kemudian dikeluarkan kembali untuk penyaluran hingga kepada masyarakat.

Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kunjungan berlangsung. Mereka aktif berdialog dan mengajukan pertanyaan seputar cadangan pangan, distribusi beras, hingga peluang kemitraan petani dengan Bulog.

Dalam kesempatan ini, Rizal juga memotivasi para siswa agar optimistis menatap masa depan di sektor pertanian dan pangan. Disampaikannya, lulusan sekolah berbasis pertanian memiliki prospek kerja yang luas, baik di instansi pemerintah, dunia usaha, maupun BUMN seperti Bulog.

“Kalau mau berkarier di Bulog juga bisa. Kalau mau bekerja sama dengan Bulog sebagai wirausahawan atau pendamping penyuluh pertanian di lapangan juga bisa. Peluangnya sangat terbuka untuk masa depan adik-adik,” katanya.

Ia menegaskan, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul untuk mengelola sektor pangan yang strategis.

Rizal membuka pola pikir dan mindset siswa tentang dunia pangan. Karena sektor pangan adalah sektor yang sangat strategis dan membutuhkan generasi emas ke depan.

Rizal mengatakan, edukasi kepada siwa tentang pangan dan masa depan ini merupakan gagasan Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramadhani, agar generasi muda memahami lebih dekat fungsi dan peran Bulog dalam sistem pangan nasional.

“Memang ada gagasan dari Bapak Direktur Utama Perum Bulog untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada adik-adik kita generasi muda, khususnya tingkat sekolah menengah atas, supaya memahami bagaimana peran dan fungsi Bulog di dunia pangan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pangan saat ini menjadi salah satu fondasi utama pembangunan nasional yang terus diperkuat pemerintah. Karena itu, generasi muda perlu dikenalkan sejak dini terhadap pentingnya ketahanan pangan.

“Kita ingin mereka memahami fungsi Bulog seperti apa, karena saat ini sektor pangan menjadi pondasi yang diperkuat oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya nanti melalui generasi muda yang saat ini sedang sekolah dan belajar. Mereka harus menjadi generasi-generasi yang optimis, karena pangan adanya symbol kedaulatan republic ini,” tandasnya.(r)